Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 28


__ADS_3

 Setelah sampai kantor, Daniel langsung saja turun dari mobil tanpa berbicara apapun pada supir maupun Yulia, Yulia benar-benar merasa bersalah atas apa yang terjadi! beruntung klien nya tidak membatalkan kontraknya langsung, Kliennya memberikan waktu kepada Daniel selama dua hari untuk memperbaiki semuanya.


 Setelah sampai menuju lantai dimana ruang kerja berada, Daniel langsung saja berjalan menuju ruang kerjanya.


Nayla yang mendengar langkah kaki berjalan ke arahnya lantas bangkit, Nayla melihat Daniel lah yang datang, lantas memberi sapaan kepada Daniel dan hendak memberi tau kalo Sheryl datang berkunjung. 


" Siang pak, di dalam .." ujar Nayla ketika hendak mengatakan di dalam ada Sheryl, Namun Daniel berjalan begitu saja dan langsung masuk ke dalam tanpa membalas sapaannya seperti biasa, membuat Nayla semakin heran.


Lalu tak lama Yulia datang dengan wajah lesu.


"Kamu kenapa Yulia?" tanya nayla. 


"Nayla!" jawab Yulia sambil memeluk nayla.


"Ada apa Yulia?" tanya Nayla lagi.


Yulia pun menceritakan semua yang terjadi termasuk kontrak yang tertunda itu.


"Sudah tak apa-apa Yulia, ini bukan sepenuhnya salah kamu! salahkan pak Daniel juga yang memintamu menggantikan aku secara mendadak." ujae Nayla menenangkan Yulia.


Yulia pun mengangguk.


 ****


Di dalam ruangan daniel, Daniel terkejut melihat Sheryl sedang duduk di sofa sambil membaca majalah.


"Sheryl!" ujar Daniel.

__ADS_1


Dia pun lantas menghampiri Sheryl.


Sheryl yang mendengar dadynya menyebutkan namanya sontak langsung melirik ke arah dadynya, sambil meletakkan majalah nya ke meja, dia pun lantas berdiri dan tersenyum . Daniel dan sheryl berpelukan, Daniel begitu bahagia akhirnya putrinya mau menemuinya dan mau berbicara dengannya, walaupun belum sehari putrinya tidak mau bicara padanya bagi Daniel itu sangat lama. 


"Kenapa gak telpon saja? biar dady yang samperin kamu." ujar Daniel.


Mereka pun duduk bersisian di sofa. 


"Gak dady, aku ingin segera menemui dady, makanya aku langsung ke sini eh taunya dady lagi meeting di luar." jawab Sheryl. 


"Hehe iya kalau saja dady tau putri dady yang cantik ini mau berkunjung pasti dady tunda dulu meetingnya, oh iya kamu baik-baik saja kan? sudah makan siang belum?" tanya Daniel. 


"Aku gak apa-apa dady, aku juga sudah makan siang tadi bersama tante Milla mamah nya Rangga, tadi aku pergi ke mall, terus ketemu tante Milla! ya udah deh kita jadi makan bareng hehehe.. " ujar Sheryl. 


"Ya sudah, kamu udah siap bicara sama dady?" ujar Daniel.


"Sheryl Dady serahkan semuanya kepada mu, dady akan terima apapun keputusan mu! dady juga tidak akan memaksamu mengikuti keinginan dady, karena bagi dady kebahagiaanmu adalah yang pertama." ujar Daniel membuat Sheryl terharu. 


"Ini yang buat Sheryl dilema, dady selalu mengutamakan aku di atas segalanya, bahkan kebahagiaan dady pun dady kesampingkan dulu." ujar Sheryl.


"Aku sudah putuskan dady, bahwa ......" Sheryl menjeda katanya, lalu terdiam sambil menatap Dadynya.


"Bahwa apa?" ujar Daniel.


Bahwa...."


Sheryl menghela nafasnya.

__ADS_1


"Bahwa aku setuju dady mendekati Nayla." ujar Sheryl pada akhirnya membuat Daniel kaget sekaligus bahagia.


"Apa katamu! tadi beneran dady gak salah denger kan?" ujar Daniel dengan nada bahagia. 


"Iya dady, setelah ku pikir-pikir bagus juga jika dady menikah sama Nayla, Sheryl tau Nayla dengan baik! diaa pasti bisa menjadi istri yang baik sekaligus ibu yang baik untuk Sheryl." ujar Sheryl sambil tersenyum. 


"Makasih nak." jawab Daniel sambil memeluk Sheryl.


"Baru saja dady akan menyerah, melihat wajahmu murung, setelah dady mengatakan perasaan dady padamu." ujarnya lagi.


"Eh tapi dady, dady harus bisa mencuri hati Nayla dulu, masalahnya Nayla mencintai orang lain dady dan dia sedang menunggunya." ujar Sheryl lesu.


"Kalo soal itu dady sudah tau, itu bisa dady selesaikan yang penting dukungan dari dirimu dulu." ujar Daniel. 


"Dari mana dady tau?" tanya Sheryl heran. 


"Gak penting dady tau darimana, yang penting kamu terus dukung dady ok? tapi kamu juga kan pernah cerita ma dady?" ujar Daniel.


"Emang ya dad?" tanya Sheryl sambil menggaruk lehernya yang tak gatal.


" Iya kalau tidak salah, oh iya kenapa kamu tiba-tiba setuju dengan dady?" ujar Daniel.


Sheryl pun menceritakan awal mula bertemu tante Milla dan menjelaskan siapa Tante Milla, tak lupa juga menjelaskan tentang Rangga, termasuk pembicaraannya di restauran tadi. Daniel yang mendengarnya begitu marah dia tidak terima Nayla di Katai seperti itu.


"Makanya aku pikir, tidak salahnya aku dukung dady, siapa tau nanti Nayla kepincut dady dan bisa melupakan perasaannya pada Rangga." ujar Sheryl.


" Baiklah semoga saja Dady bisa ya." ujarDaniel dengan semangat.

__ADS_1


~Jangan lupa dukung terus author ya, dengan cara like vote and komen terimakasih 🤗🤗~


__ADS_2