Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 13


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, kini mobil yang di kendarai Daniel bersama Nayla yang jadi penumpang telah sampai di depan pekarangan apartemen. Daniel pun melajukan mobilnya menuju tempat parkir khusus untuk kendaraan yang menempati apartemen itu, Nayla pun heran kenapa atasan nya itu memarkirkan mobil nya? padahal tadi dia bilang ada keperluan lain di daerah sini, dan juga Daniel bisa saja menurunkan Nayla di depan tadi.


"Hem, pak kenapa bapa ikut parkir kan mobil? bukannya bapak ada keperluan lain di daerah sini? padahal bapak bisa turunkan saya di depan biar tidak merepotkan." ujar Nayla kepada Daniel. 


"Tidak apa-apa, kebetulan saya ingin mengenal keluargamu, kata Sheryl bukankah orangtua dan kakakmu ada di sini?" jawab Daniel.


"Bapak mau apa kenalan sama orangtua saya?" tanya Nayla lagi karena merasa aneh dengan Daniel.


"Tidak bolehkah saya mengenal orangtua dari sahabat putri saya? ini di luar kantor, jadi saya bukan atasan kamu lagi dan saya juga perlu berterima kasih kepada orangtuamu." jawab Daniel lagi dengan serius. 


"Untuk apa bapak berterimakasih kepada keluarga saya?" tanya Nayla dengan keheranan, karena menurutnya Daniel itu sangat aneh.


Di kantor saja dia jadi bos yang dingin, ini tiba-tiba saja bersikap seperti ini.


"Berterima kasih karena anaknya sudah mau menjaga anak saya, kelihatannya kamu keberatan saya mampir ke apartemen anak saya? padahal saya tidak macam macam hanya ingin mengenal keluarga kamu saja." ujar Daniel kesal karena merasa Nayla tidak ingin ia mengenal keluarga ya.


"Bukan begitu pak, ya sudahlah mari saya kenalkan dengan keluarga saya!" ujar Nayla akhirnya.


Mereka pun berjalan menuju lift, Nayla pun menekan tombol nomor lantai tempat apartemen nya berada, di dalam lift pun mereka saling diam hingga lift pun terbuka, mereka berjalan menuju unit apartemen tempat Sheryl dan Nayla tinggal.


Nayla pun menekan tombol kode apartemen dan pintu pun terbuka.

__ADS_1


 


"Assalamualaikum ibu ayah." ujar Nayla.


"Waalaikumsalam Nayla." jawab ayahnya yang sedang duduk sambil menonton televisi, dia belum menyadari bahwa Nayla datang tidak sendiri. 


"Ehem... ayah, ibu dimana?" tanya Nayla kepada ayah yang serius menonton televisi dan ibu dan kaka nya entah dimana.


Ayah menengok ke arah Nayla dan terkejut Nayla datang tidak hanya sendiri tapi bersama seorang laki-laki yang belum dia kenal, dia pun lantas berdiri.


"Ibu mu sedang di dapur nak dan maaf ini siapa Nayla?" tanya ayah kepada Nayla. 


"Ini dadynya Sheryl yah, dia yang punya apartemen ini dan dia juga bos di tempat Nay kerja, dia ingin berkenalan dengan ayah ibu serta aa." jawab Nayla memperkenalkan Daniel.


"Iya pak kenalkan saya Daniel Dady nya Sheryl! tidak apa-apa, saya juga berterimakasih karena anak bapa bisa menjaga anak saya, hingga tidak terjerumus ke pergaulan bebas." jawab Daniel.


"Oh iya pak tidak apa, kita sebagai sesama memang harus saling menjaga, mari duduk pak Daniel!" ujar ayah Nayla lagi.


"Oh iya pak, panggil saya Daniel saja jangan merasa sungkan sama saya." ujar Daniel sambil duduk di sofa dan ayahnya Nayla pun kembali duduk dan mematikan televisi.


"Kebetulan ibu Nayla sedang memasak untuk makan sore, jika berkenan nak Daniel boleh ikut makan bersama kami! memang lauknya tidak mewah sederhana malah tapi insyaallah rasanya top masakan ibu Nayla itu jagonya hehe." ujar ayah Nayla, Nayla pun yang mendengar hanya tersenyum kecil saja.

__ADS_1


"Baiklah pak saya mau, sekalian saya ingin mengenal dekat dengan keluarga sahabat anak saya, kebetulan juga saya pun belum makan. " jawab Daniel .


Ayah pun senang dan tersenyum.


"Baiklah nak Daniel, saya kasih tau istri saya dulu, Nayla kamu buatkan nak daniel minuman dulu, setelah itu bantu ibu mu memasak agar nak Daniel tidak terlalu lama menunggu." ujar ayah pada nayla sambil dia berdiri, lalu berjalan menuju dapur untuk memberitahukan istrinya untuk memasak lebih banyak karena ada tamu.


Nayla pun melirik ke arah Daniel bersamaan dengan Daniel melirik ke arah Nayla, Nayla pun bertanya kepada Daniel.


"Bapak mau di buatkan minum apa?" tanya Nayla.


Daniel pun menjawab.


"Air putih saja Nayla." jawab Daniel.


"Ok tunggu sebentar ya pak." ujar Nayla.


Nayla pun pergi kearah dapur.


Daniel pun melihat Nayla yang berjalan ke arah dapur meninggalkan dirinya sendiri. Entah kenapa hatinya begitu deg deg an dia merasa dirinya kembali muda yang merasakan jatuh cinta.


"Astagfirullah apa pantas rasa ini kepada seorang gadis yang seusia putri ku sendiri?" ujar Daniel dalam hati. 

__ADS_1


~ Semoga suka ~😁😁


Jangan lupa tambah di favorit ya ,tinggalkan komentar ,like dan vote nya untuk mendukung cerita ini. 😁


__ADS_2