Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 59


__ADS_3

Nayla kini sedang asyik berkutat di dapur menyiapkan sarapan untuk keluarga suaminya di bantu bi Sumi! awalnya bi Sumi melarang karena merasa tidak enak tapi Nayla memaksa bi Sumi hingga bi Sumi pun memperbolehkannya.


Lalu bagaimana dengan Daniel? ya tadi setelah Nayla selesai solat di membangunkan Daniel dan setelah Daniel bangun Nayla langsung saja izin untuk ke bawah tanpa menunggu jawaban langsung pergi saja karena takut Daniel akan meminta haknya lagi. Nayla pun belum menyiapkan perlengkapan dirinya untuk dia bawa nanti ke rumah ibunya, karena memang dia tidak akan membawa terlalu banyak barang! baju pun hanya bawa yang di pakai saja karena di rumah ibunya juga banyak baju Nayla, dan sesuai dengan permintaan Daniel mereka akan berangkat hari ini walaupun sebenernya belum mengantongi izin dari Lusi, Anderson dan Sheryl! biarlah itu menjadi urusan suaminya.


"Alhamdulillah bi sudah selesai." ujar Nayla.


"Alhamdulillah non, biar bibi yang bereskan peralatannya, non panggilkan saja tuan Daniel! karena sebentar lagi yang lain juga pasti datang." ujar bi Sumi.


"Dan mereka pasti senang, non yang memasak semua ini." lanjutnya lagi.


"Iya bi, ah bibi bisa saja! ini hanya makanan biasa." ujar Nayla.


"Yang penting rasanya non." jawab bi Sumi sambil tersenyum.


"Iya mudah-mudahan mereka pada suka ya bi!" ujar Nayla.


"Pasti non, bibi yakin!" jawab bi Sumi.


"Hehe iya bi Amin.... oh ya sudah bi aku ke atas dulu ya!" ujar Nayla


"Iya non." jawab bi Sumi.


Nayla pun tersenyum lalu pergi untuk kembali ke kamarnya bersama Daniel.


Saat setelah sampai di kamar, Nayla pun berjalan ke arah sofa untuk mengecek ponselnya lalu mencoba mencari Daniel tapi tak terlihat orangnya.


"Kemana mas Daniel?" tanyanya pada dirinya sendiri.


"Apa dia di kamar mandi?" lanjutnya lagi sambil berjalan ke arah kamar mandi dan masuk untuk mengecek, namun Nayla tak menemukan Daniel hingga dia tidak menyadari bahwa Daniel sedari tadi ada di belakangnya sedang mengikuti Nayla.


Saat Daniel memutar kunci kamar mandi, Nayla pun reflek kaget dan melirik ke arah pintu dimana Daniel berada.


"Astagfirullah mas, kenapa mas ada di situ? dan kapan mas masuk?" tanya Nayla sambil menghampiri Daniel.


"Bareng sama kamu, kamu nya saja yang serius sekali hingga gak menyadari mas ada di belakangmu." jawab Daniel.


"Kenapa tidak bilang jika mas ada di belakang aku? dan kenapa ini pintunya di kunci? apa mas mau mandi? biar aku keluar dulu." tanya Nayla beruntun karena sebenernya dalam hatinya dia merasa was-was karena alarm bahaya akan segera berbunyi.


"Kamu temani mas mandi saja!" jawab Daniel sambil memeluk Nayla dan mengecup bibirnya.

__ADS_1


"Hehehe mas duluan saja gak apa-apa, aku keluar dulu." ujar Nayla.


"Tidak Nayla, bukankah mandi bersama itu mendapatkan pahala? dan bukankah menolak ajakan suami juga itu dosa." tanya Daniel sambil merapatkan dirinya kepada Lestari.


"Tapi mas..... ah....." ujar Nayla terhenti ketika Daniel menggendong Nayla menuju bathub, kemudian mendudukkan Nayla di sana, membantu Nayla membuka bajunya hingga pipinya memerah dan mengisi bathub dengan air hangat! lalu dia pun ikut membuka seluruh bajunya dan ikut bergabung dengan Nayla.


"Aku janji Nayla, ini hanya mandi saja! aku juga tidak ingin kamu kecapean karena akan melakukan perjalanan jauh." ujar Daniel ketika sudah masuk ke dalam bathub di belakang Nayla sambil memeluk Nayla dari belakang.


Dan Daniel pun membuktikan ucapannya sendiri, mereka benar-benar mandi tidak melakukan hal apa pun kecuali saling menggosokkan badannya dengan sabun bergantian! sesekali Daniel mengecup bibir Nayla.


Setelah selesai mandi yang benar-benar mandi, mereka pun memakai baju dan segera turun ke bawah karena pasti yang lain sudah menunggu.


"Maaf mom, dad, Sheryl jadi membuat kalian menunggu, tadi aku mandi terlebih dahulu." ujar Nayla pada Lusi, Anderson dan Sheryl.


"Iya tidak apa-apa sayang, kata bi Sumi juga ini yang masak kamu! pasti kamu kegerahan jadi langsung mandi terlebih dahulu." jawab Lusi.


"Wah..... ini masakan momy? pasti enak ini." ujar Sheryl sambil tersenyum senang.


"Oma wajib memakan ini, karena masakan Nayla seperti koki bintang lima" lanjutnya.


"Kamu ini bisa saja Sher." jawab Nayla.


"Memang itu mom kenyataannya." ujar Sheryl langsung mengambil saja lauk dan pauk untuk ya Sarpan.


"Ya siapa dulu suaminya mom." ujar Daniel sambil menyombongkan dirinya membuat Nayla tersenyum.


"Ish....... Dady narsis." ujar Sheryl yang membuat Daniel melotot.


"Sudah-sudah kalau ngobrolnya di lanjut kita gak bakal beres, lalu kapan kita mulai sarapannya!" ujar Anderson menengahi karena pasti obrolan mereka akan berlanjut nantinya.


Mereka pun diam dan memulai sarapan mereka sesuai perintah Anderson.


Setelah selesai sarapan pun mereka semha bersantai ria di ruang keluarga.


"Mom, dad, Sheryl! aku izin ya mengantarkan Nayla hari ini saja, kebetulan Daniel juga ingin mengajak Nayla ke suatu tempat dulu.


"Lho bukannya di suruh hari rabu saja?" tanya Sheryl.


"Iya sayang, tapi dady majuin karena ada suatu hal dulu." jawab Daniel.

__ADS_1


"Lalu gimana sama aku? aku kan juga pengen ikut! terus Nayla juga mengizinkannya." tanya Sheryl sambil tersenyum.


"Ya kamu cansel aja ikut dadynya ya? dady bener-benar minta maaf." jawab Daniel.


"Tau ah dady bilang saja gak mau aku ganggu kebersamaannya dengan mom!" ujar Sheryl dengan wajah kesal sambil bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja.


"Sheryl!" panggil Nayla karena tau jika Sheryl sedang merajuk.


Ketika Nayla akan menyusul Sheryl, Daniel pun langsung melarangnya.


"Biar mas yang bicara dengan Sheryl, kamu duduk saja di sini bersama dengan momy dan dady!" perintah Daniel.


"Tapi mas..." ujar Nayla terhenti ketika Daniel sudah menyelanya lagi.


"Sudah kamu tenang saja! biar mas yang bicara sama Sheryl." ujar Daniel.


"Ya sudah mas, jangan keras-keras sama Sheryl! bujuk lah dengan perlahan dan sabar." ujar Nayla dan Daniel pun mengangguk.


Daniel pun pergi dari ruang keluarga untuk menyusul Sheryl yang sedang merajuk.


"Kamu yang sabar ya! kadang Sheryl begitu manja seperti anak kecil." ujar Lusi.


"Jangan di pikirkan! nanti juga dia baik lagi." lanjut Lusi.


"Iya momy." jawab Nayla.


"Momy sih mengizinkan kalian pergi, tapi ingat harus hati-hati! karena kalian sepasang pengantinnya yang ujiannya selalu ada saja." ujar Lusi.


"Iya mom." jawab Nayla.


"Oh iya berangkat jam berapa? apa kamu sudah siap-siap apa yang akan di bawa?" tanya Lusi.


"Gak tau mom, Nay sih ngikut mas Daniel aja! aku juga tak akan membawa banyak barang, hanya keperluan intinya saja." jawab Nayla.


"Ya sudah, pokonya hati-hati di jalan!" ujar Lusi.


"Baik momy." ujar Nayla sambil tersenyum dan memeluk Lusi.


"Sungguh Nayla beruntung mendapatkan mertua seperti momy." lanjutnya lagi, Lusi pun membalas pelukan Nayla dan mengusap kepala Nayla dengan sayang.

__ADS_1


☘️ Sekian dulu ya! semoga suka.☘️


Jangan lupa dukungan untuk authornya ya! Terimakasih.🤗🤗😊


__ADS_2