Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 20


__ADS_3

  Setelah mereka sampai di kantor, Daniel langsung masuk ke dalam ruangan nya tanpa bicara apapun pada nayla, itu membuat Nayla heran, biasanya Daniel akan sangat menyebalkan tapi ini dari sepanjang jalan Daniel hanya diam saja. 


Nayla pun berjalan ke meja kerjanya tanpa peduli dengan sikap Daniel.


 Di dalam ruangan, Daniel sedang memikirkan bagaimana caranya ia bisa memiliki Nayla seutuhnya dengan ikatan yang sah yaitu pernikahan! ya Daniel sekarang yakin bahwa ia begitu mencintai Nayla, dia begitu tersiksa dengan perasaannya sendiri dan ya dia harus segera jujur kepada putrinya agar dapat dukungan darinya, itu pun jika Sheryl mengijinkan dan semoga saja Sheryl setuju dengan keputusannya.


Sekarang Daniel yakin harus segera memberitahu putrinya, kalau pun putrinya tidak setuju dia akan merayu putrinya hingga menyetujuinya dengan Nayla.


Daniel pun mengeluarkan ponsel dalam saku celana, dia langsung menekan panggilan kepada putri nya. 


"Hallo Sheryl!" ujar Daniel.


"Iya dady ada apa telpon di saat jam kerja? tidak seperti biasanya." jawab Sheryl.


"Bisakah nanti kamu pulang ke mansion?" ujar Daniel.

__ADS_1


"Ada yang ingin dady bicarakan ini penting!"


"Emang dady mau bicara apa?" jawab Sheryl .


"Pokoknya ini penting tidak bisa di bicarakan di telpon, sekarang kamu sudah selesai belum kuliahnya?" tanya Daniel pada Sheryl. 


"Baik dady, satu jam lagi kelas Sheryl selesai dady, nanti Sheryl pulang ke mansion dan menginap di sana." jawab Sheryl.


" Baik kabarin dady jika kamu sudah di mansion, biar dady langsung pulang." ujar Daniel.


Daniel pun mengakhiri panggilannya.


Hatinya begitu gelisah, dia takut reaksi putrinya yang akan marah karena telah mencintai sahabatnya yang pantas menjadi anaknya. Namun cinta tak kenal usia, dia ingin Sheryl yang pertama mengetahui perasaannya pada Nayla, baru nanti di pikirkan lagi cara mendapatkan hatinya! apalagi Daniel tau saingan cinta nya jauh lebih muda dari nya dan tentu nya dari kalangan berada juga, meski masih di bawah Daniel.


     Di lain tempat, Sheryl penasaran apa yang akan dady nya bicarakan, pasalnya kalau ada yang ingin dady tanyakan kepadanya pasti langsung melalui telpon tidak harus bertemu.

__ADS_1


"Apa dady sudah menemukan pengganti momy?" ujar Sheryl dalam hati.


Kalau itu benar, wah Sheryl tidak tau harus bahagia atau sedih? bahagia karena dady sudah bisa move on dan tidak sendiri lagi. sedih, karena kini perhatian dadynya akan semakin berkurang, dia takut nanti yang menjadi istri dadynya akan menjauhkan dia dengan dady nya, seperti cerita novel yang sering dia baca bahwa ibu tiri akan menguasai dadynya dan mencoba menjauhkan dady dan anaknya. Semoga aja jika memang dady sudah move on, dadynya di pertemukan sama orang yang tulus, mau menerima dady nya plus bonus dirinya sebagai anak dadynya.


"Siapa pun nanti yang di cintai dady, Sheryl janji akan menyetujuinya! Sheryl tidak akan menjadi penghalang kebahagiaan dady, sudah waktunya Dady bahagia dengan orang yang nanti mencintai Dady dan di cintai Dady! " janji Sheryl dalam hati nya.


Sheryl berdoa semoga Dady memilih orang yang tepat.


~ Semoga suka ~


Mohon dukungan ya Kaka, bantu like, vote and tinggalkan komentar agar lebih semangat lagi menulis nya.


Oh iya ini cerita nya panjang ya, jadi pantengin terus cerita nya.


Salam sehat selalu ya untuk kita.

__ADS_1


__ADS_2