Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 48


__ADS_3

Saat ini Nayla baru saja membukakan matanya, dia terkejut posisinya yang saat ini sedang berpelukan lebih tepatnya dia yang memeluk Daniel. Nayla pun menatap wajah Daniel, tampan satu kata yang ada di dalam hati Nayla walaupun usia Daniel jauh berbeda dengan Nayla tapi wajah Daniel masih tetap tampan.


Nayla pun menghentikan tatapannya terhadap Daniel, Nayla juga mencoba untuk melepas pelukan Daniel kepadanya dengan pelan agar tidak membangunkan Daniel.


Setelah bisa melepas pelukan Daniel, Nayla pun berbalik membelakangi Daniel dan mengambil ponselnya yang berada di nakas dekat tempat tidur. Yang pertama Nayla lihat adalah jam berapa sekarang? dan ternyata kini waktu menunjukan pukul 4 sore, untungnya tadi Daniel dan Nayla sempat terbangun untuk melakukan solat Dzuhur dan kembali tidur karena terlalu lelah, Nayla juga membuka layar kunci ponselnya dan melihat ada pesan dari Sheryl.


"Nayla mana fotonya aku penasaran?" pesan dari Sheryl.


Nayla pun membalas pesan dari Sheryl dengan mengirimkan fotonya dengan Daniel yang sedang menyelam.


"Bagusan!" ketik Nayla di sertai fotonya.


"Wah... keren sekali Nay, besok kalau aku ke situ, temani aku menyelam ya!" pesan Sheryl.


"Gak ah." balasan Nayla.


"Ih.... Nayla!" pesan Sheryl.


"Hahaha izin saja sama dadymu dulu,!" balas Nayla.


"Ko jadi izin dady sih Nay?" tanya Sheryl.


"Iya kan aku udah jadi istrinya, jadi harus izin dadymu dulu." balas Nayla menjahili Sheryl.


"Cie.. cie.. istri hihihi." pesan Sheryl.


"Dihhh" balas Nayla.


Saat sedang asyik saling tukar pesan dengan Sheryl sambil tertawa pelan, tiba-tiba saja Daniel memeluk Nayla dari belakang.


"Kamu sedang apa, asyik sekali keliatannya." tanya Daniel.


Nayla pun kaget.


"Eh mas sudah bangun?" jawab Nayla.


"Sudah, dari tadi kamu asyik banget dengan ponsel, sedang chat sama siapa?" tanya Daniel lagi.


"Oh ini mas, aku sedang chat sama sheryl! dia minta kirimin foto kita yang sedang menyelam." jawab Nayla.


"Oh." ujar Daniel sambil mengeratkan pelukannya pada Nayla.


Nayla pun menyimpan ponselnya kembali dan mengajak Daniel solat bersama.


"Mas kita solat ashar yuk! baru nanti kita cari makan." ujar Nayla.


"Boleh, tapi sebelum itu kita ibadah dulu yuk sayang!" jawab Daniel.


"Hah... ibadah?" tanya Nayla.


"Iya ibadah suami istri yang nikmat." jawab Daniel sambil mengedipkan matanya.


Sekarang Nayla pun mengerti.

__ADS_1


"Mas! apa mas tidak bosan meminta itu terus?" ujar Nayla.


"Mana bisa mas bosan sayang, yang ada mas pengen melakukannya seharian!" jawab Daniel.


"Ya Alloh mas, bisa pingsan aku!" ujar Nayla meringis.


"Mana ada seharian begitu, emang otak mas mesum banget." ujar Nayla lagi dengan nada kesal.


"Hehehe... Ayuk sayang mas udah gak tahan." ujar Daniel dengan suara parau tanda hasratnya sudah naik lagi.


"Tapi mas..." ujar Nayla terhenti karena Daniel telah mencium bibirnya terlebih dahulu, hingga terjadilah ibadah suami istri yang di inginkan Daniel.


*****


Lusa pun telah tiba, dimana Sheryl dan kru fotografer datang! untung Daniel selama di sini selalu mengurung Nayla dan melakukan aktifitas panasnya, hanya sehari saja dia keluar waktu dia menyelam bersama Nayla sisanya dia habiskan di dalam kamar. Nayla sempat protes karena dirinya merasa lelah dan bosan berdiam diri di kamar, makan dan tidur lalu setelahnya Daniel selalu mengajaknya beribadah! kalau Nayla menolak pasti akan di pautkan dengan dosa, kalau sudah begitu mana bisa Nayla menolak.


Saat ini jalan Nayla sedikit aneh, mungkin karena Daniel terlalu bersemangat hingga jalan Nayla pun sedikit aneh menahan rasa ngilu di dalam intinya.


"Nayla!" ujar Sheryl sambil berlari menghampiri Nayla dan memeluknya.


"Kangen tau." ujarnya lagi.


Nayla pun tersenyum.


"Sama aku juga kangen sama kamu." jawab Nayla.


Mereka pun berjalan bersama-sama namun Sheryl menghentikan langkahnya.


"Tunggu... tunggu... ko jalan kamu sedikit aneh sih Nay?" tanya Sheryl.


"Tidak, mungkin perasaan kamu saja." jawab Nayla.


"Tidak Nay, jalanmu berbeda seperti sedang menahan rasa sa..." Sheryl menghentikannya dan langsung tersenyum.


"Hem... apa dady terlalu buas di ranjang?" tanya Sheryl sambil memainkan halusnya untuk menjahili Nayla.


Blush....


"SHERYL!" ujar Nayla dengan sedikit meninggikan suaranya.


"Hahahaha.... pipimu merah Nay!" ujar Sheryl.


"Tau ah,, kamu..." ujar Nayla meninggalkan Sheryl sambil berjalan ke arah kamarnya.


Sheryl pun mengejar Nayla sambil tertawa dan ikut masuk ke dalam kamar Nayla, membuat Daniel melirik ke arah mereka.


"Kamu sudah datang?" tanya Daniel karena tadi dia tidak ikut keluar untuk menyambut Sheryl datang karena ada panggilan mendadak yang sangat penting.


"Sudah dad, aku kangen." ujar Sheryl sambil memeluk dadynya.


"Iya dady juga kangen, kamu kenapa ketawa senang sekali?" tanya Daniel.


"Gak apa-apa ko dady hehehe." jawab Sheryl karena takut Nayla semakin cemberut dia terus menjahilinya.

__ADS_1


"Baiklah, kamu sudah makan?" tanya Daniel lagi.


"Belum dad." jawab Sheryl.


"Ya sudah kita makan bersama, nanti dady pesankan makanan dulu tapi dady mau menemui kru fotografer dulu." ujar Daniel.


"Iya dady." jawab Sheryl.


Daniel pun tersenyum lalu mengecup kening Sheryl, dia pun menghampiri Nayla dan mengecup kening Nayla juga.


"Aku temui mereka dulu ya sayang." ujar Daniel.


"Iya mas." jawab Nayla.


Daniel pun keluar dari kamarnya dan berlalu menemui kru fotografer.


"Ayo Nay sini, temani aku!" ujar Sheryl.


Nayla pun menghampiri Sheryl dan mereka pun duduk bersama.


"Gimana dady Nay, apa dia memperlakukanmu dengan baik?" tanya Sheryl dengan serius.


"Alhamdulillah, dadymu baik Sheryl! aku merasa menjadi ratu saat bersamanya, beda sekali saat dia di kantor." jawab Nayla.


"Alhamdulillah, semoga kalian bahagia ya Nay." ujar Sheryl.


"Dan semoga kamu cepat mencintai dady." ujar Sheryl dalam hati.


"Amin... oh iya kamu tidur di kamar yang mana?" tanya Nayla.


Sheryl pun berpikir, tidak ada salahnya malam ini dia ingin tidur dengan Nayla! dia ingin menjahili dadynya, juga ingin membiarkan Nayla istirahat dari serangan dadynya agar jalan Nayla tak terlihat aneh lagi.


"Gimana kalau aku tidur sama kamu aja?" jawab Sheryl.


"Di sini?" tanya Nayla.


"Iyalah Nayla!" jawab Sheryl.


"Lalu dadymu bagaimana?" tanya Nayla lagi.


"Suruh saja dia tidur di sofa! atau tidur sama kita seranjang bertiga." jawab Sheryl.


"Hah.... emang boleh sama dadymu?" ujar Nayla sambil tersenyum, ada baiknya juga dia tidur sama Sheryl! itu artinya dia bisa tidur dengan nyenyak.


"Kamu serahin saja sama aku, dady mana bisa marah sama aku!" ujar Sheryl sambil mengedipkan matanya.


"Baiklah semoga saja bisa." ujar Nayla.


"Harus." jawab Sheryl dan mereka pun tersenyum.


☘️ Duh puasa deh malam ini Daniel.🤭🤗☘️


Maaf ya up nya gak tentu di jam berapa karena menyesuaikan keadaannya juga.

__ADS_1


Semoga suka!!! jangan lupa like, vote and komentarnya biar author semangat menulis.


Terimakasih...


__ADS_2