
Orangtua Daniel begitu lahap makan masakan ibu Nayla, hingga dua kali sudah mereka nambah membuat Sheryl maupun Daniel melongo, tak biasanya seorang Anderson dan Lusi makan dalam porsi banyak.
"Ya Alloh nikmat sekali ya dad masakannya, ibu aku jadi pengen nambah dan nambah terus." ujar Lusi.
"Iya mom, dad pun sama." ujar Anderson.
Ibu yang mendengar pun begitu senang.
"Terimakasih bapak, ibu, saya senang sekali masakan saya cocok di lidah kalian, di kirain kalau orang bule itu tidak bisa makan begini makanan orang kampung." ujar ibu pada orangtua Daniel.
"Ibu saya juga asli orang Indonesia ko, yang bule itu hanya dady Daniel saja, saya sudah kangen masakan asli Indonesia ini." ujar Lusi.
"Walah ibu orang Indonesia! saya kira asli bule juga karena wajah nya ke bule-bulean." ujar ibu.
"Ah ibu bisa saja, mungkin karena saya sudah puluhan tahun tinggal di sana juga b." ujar Lusi.
Ibu pun hanya tersenyum tanpa membalas ucapan Lusi, lalu mereka melanjutkan makan lagi.
Setelah makan siang bersama, Nayla membantu merapihkan bekas makan siang mereka, Sheryl pun sama ikut membantu, walau pun Nayla dan ibu sudah melarang tapi tetap saja dia membantu.
Setalah selesai mencuci dan merapihkan semuanya, ibu Nayla dan Sheryl pun kembali ke ruang tamu untuk bergabung bersama ayah dan orangtua Daniel. Mereka pun asyik berbincang, a Riyan pun ada di sana, terkadang dia mengobrol dengan Daniel.
"Baiklah bapak, ibu maksud kedatangan kami sekeluarga juga ada maksud lain yang ingin kami sampaikan." ujar Anderson mendahului pembicaraan serius setelah tadi berbincang santai.
"Maksudnya, jadi kedatangan kalian tidak hanya liburan?" tanya bapak heran.
"Gini ternyata selama ini kita gak tau kalau ternyata Daniel dan Nayla berpacaran." ujar Anderson.
"APA!" ucap Nayla kencang.
Gimana gak kencang dia kaget sekali dengan apa yang di katakan Anderson, bagaimana dia bisa berhubungan dengan Dady sahabatnya sendiri.
"Nayla kamu yang sopan! tidak baik berbicara keras seperti itu." ujar ayah menegur Nayla.
Sebenernya ayah dan ibu juga Ryan kaget apa yang di katakan Anderson, masa iya Nayla berhubungan sama dady sahabatnya sendiri, apalagi Ryan yang tau bahwa Nayla sedang menunggu rangga, tapi dia mencoba mendengarkan dahulu apa yang akan Anderson katakan.
"Tapi yah." ucap Nayla tertahan saat ayahnya menyela lagi perkataannya.
__ADS_1
"Dengarkan dulu pak Anderson bicara Nayla!" ujar ayah.
Nayla pun langsung terdiam.
"Baik pak Anderson, tolong lanjutkan? saya ingin mendengarkan dahulu apa yang ingin anda sampaikan?" ujar ayah Nayla bijak.
"Iya Daniel bilang sama kami, bahwa mereka telah pacaran selama sebulan! Nayla sengaja merahasiakan semuanya pada Sheryl karena takut Sheryl melarangnya, taunya Sheryl begitu setuju jika dadynya menikah dengan Nayla, karena dia tau ketulusan Nayla Makanya maksud kami datang ke sini, mau kasih kejutan dan juga karena Daniel sudah dewasa dan dia tidak pantas untuk berpacaran, saya sebagai orangtua dari Daniel ingin menyampaikan untuk melamar Nayla resmi kepada orangtuanya, untuk menunjukan keseriusan Daniel juga." ujar Anderson membuat nayla semakin terkejut saja
"Apa-apaan ini pak Daniel, mengaku memiliki hubungan dengan ku." ucap nya.dalam hati dia menatap marah pada Daniel.
Daniel tau Nayla saat ini sedang menatap marah padanya. Namun dia seolah tak peduli agar memuluskan rencananya.
"Iya Nay kamu itu kenapa gak jujur sama aku? aku kan bilang, aku bakal lebih setuju kalau dady aku nikah sama kamu." ujar Sheryl sambil tersenyum bahagia.
"maafkan aku Nayla." ujarnya dalam hati.
Kini Nayla ingat kenapa Sheryl sering bilang momy tiri padanya, ternyata Sheryl mengira dirinya punya hubungan dengan Daniel.
"Iya kamu itu, momy juga pasti setuju-setuju aja mempunyai menantu seperti kamu sudahlah cantik, masih muda, baik lagi." ujar Lusi menambahkan.
Nayla yang masih marah dalam hatinya tidak membalas perkataan Sheryl dan Lusi.
"KALAU KAMU MENOLAK LAMARAN KU, MAKA KAMU TERIMA AKIBATNYA JIKA SHERYL JUGA MOMY JADI MEMBENCIMU." pesan ancaman dari Daniel.
Dia pun meremas ponselnya, setelah itu datang lagi pesan yang juga dari Daniel.
"KAMU HARUS MENERIMA LAMARANNYA, JIKA KAMU TIDAK INGIN SHERYL DAN MOMY KECEWA KARENA BERHARAP AKU DAN KAMU MENIKAH." pesannya lagi, membuat Nayla memejamkan matanya.
"Baik saya terima maksud dari bapak sekeluarga untuk melamar Nayla, kami begitu terkejut mendengar apa yang bapak sampaikan! ini terlalu mendadak jadi kami terlalu syok, karena Nayla bilang maksud dari kedatangan kalian hanya liburan saja, tapi balik lagi saya sebagai orangtua Nayla, apa kalian menerima Nayla yang bukan kalangan dari orang kaya seperti kalian? kami hanya orang miskin yang tak pantas bersanding dengan kalian, walau hanya dalam mimpi sekalipun. " jawab ayah merendah.
"Tidak pak, kami sangat menerima Nayla, karena kami tidak melihat orang dengan hartanya tapi dengan hatinya." ujar Anderson.
Ayah Nayla menghela nafas, dia pun berkata. "Baiklah, saya serahkan semua kepada Nayla, karena nanti yang akan menjalankan rumah tangga adalah dia sendiri." ujar ayah.
"Jadi Nayla bagaimana jawaban mu?" ujar ayah.
Nayla diam, dia tidak tau harus gimana? jika dia menolak dia harus siap kehilangan Sheryl sahabatnya, tapi jika dia menerima dia tidak mencintai Daniel.
__ADS_1
"Jadi nayla bagaimana?" tanya ayah sekali lagi.
Semua orang yang berada di sana begitu cemas menunggu jawaban dari Nayla. Begitupun Daniel dia takut Nayla menolaknya. Nayla pun memejamkan matanya lalu menjawab.
"Baik ayah aku menerimanya!." ujar Nayla.
Semua orang yang berada di sana begitu lega, begitupun dengan Daniel. Dia begitu senang dengan jawaban Nayla, tidak sia-sia dia mengancam dengan nama Sheryl, Daniel tau Nayla sangat menyayangi anaknya, jadi nayla tidak bisa menolak jika berurusan dengan Sheryl.
Di ruangan itu hanya Ryan yang diam tanpa ada raut bahagia, karena dia tahu sendiri bagaimana Nayla yang begitu mencintai rangga! dia tidak percaya bahwa Nayla berhubungan dengan daniel, tapi dia tidak enak pada Daniel jika berkomentar disini, biarlah nanti dia yang tanyakan langsung pada Nayla.
Daniel dan orangtuanya keluar sebentar untuk mengambil cincin pertunangan juga seserahan lamaran. Saat Daniel di mobil dia berpikir, tadi dia melihat Riyan Kakanya Nayla seperti tidak senang, dia pun takut Nayla nantinya akan berubah pikiran.
Dia pun mengubah rencananya yang awalnya sebulan dari sekarang tanggal pernikahannya, kini dia berbicara sama Anderson agar pernikahan hari ini saja membuat Anderson begitu terkejut dan pusing sendiri.
"Ini pernikahan Daniel, bukan main-main yang bisa kamu lakukan kapan saja." ujar Anderson tidak mengerti jalan pikiran anaknya ini.
Daniel pun mengatakan tentang Riyan yang sepertinya tidak senang dengan acara lamaran ini, dia pun berkata tidak ingin sampai Nayla berubah pikiran.
"Aku gak apa-apa dad menikah siri dulu, yang penting Nayla sah menjadi milik aku? dua minggu kemudian aku janji akan menikah resmi secara agama dan negara dad." ujar Daniel mengiba, membuat Anderson memijat pelipisnya, dia pening dengan permintaan Daniel yang luar nalarnya.
"Baiklah terserah kamu, tapi kamu katakan sendiri kepada calon mertuamu." ujar Anderson.
Mereka pun keluar mobil bersama lalu masuk lagi ke rumah Nayla.
" Kenapa kalian lama sekali sih? emang lagi berbicara apa?" tanya Lusi kesal.
"Maaf mom." jawab keduanya.
Kini Lusi memakaikan cincin kepada Nayla di jari manisnya.
"Selamat ya sayang, sebentar lagi kamu jadi menantu momy." ujar Lusi sambil memeluk Nayla. Begitu juga dengan Sheryl yang antusias, Nayla hanya tersenyum yang dia paksakan karena tidak enak hati kepada Sheryl juga Lusi.
"Baiklah di sini saya sebagai orang yang melamar nayla ingin mengatakan sesuatu yang lebih serius, karena saya tidak ingin ada fitnah, sama saya juga ingin segera memiliki Nayla, sebagai tanda bahwa aku sangat mencintai Nayla, jadi bapak izinkan saya menikahi nayla sekarang secara agama dahulu, nanti setelah dua Minggu saya janji akan meresmikan pernikahan ini secara negara juga sekaligus resepsinya." ujar Daniel membuat semua orang terkejut, termasuk Lusi dan Sheryl karena tidak ada dalam rencana mereka, kecuali Anderson yang sudah tau .
"APA!" jawab mereka semua kaget.
~ Duh duh Daniel gak sabaran banget ya buat milikkin Nayla, kira-kira Nayla sama orangtuanya setuju gak ya? ~
__ADS_1
Yukk ikutin terus ceritanya, jangan lupa dukung author dengan tinggalkan like, vote and comen ya agar author semangat dalam menulisnya. Terimakasih.😁😁😁