
Kini waktu menunjukkan pukul 10 malam, karena acara resepsi di adakan setelah magrib yaitu jam 7 malam! Daniel dan Nayla bernafas lega, kini dirinya bisa duduk kembali setelah antrian panjang dari para tamu untuk mengucapkan selamat dan juga berfoto.
Daniel pun menggenggam tangan Nayla sambil tersenyum.
"Kamu capek ya sayang?" tanyanya.
"Iya mas, pegal sekali rasanya kaki ini." jawab Nayla.
"Sabar ya sayang, sebentar lagi selesai acaranya! nanti mas pijitin ya." ujarnya.
"Iya mas." jawab Nayla sambil tersenyum.
Tanpa Nayla sadari bahwa sedari tadi dia tengah di perhatikan oleh seorang ibu yang tak lain adalah mamahnya Rangga yaitu Shermilla.
"Cihhh... tidak mendapatkan anakku dia malah menggoda dady temannya sendiri! keliatan sekali bahwa dia hanya ingin uangnya." ujar Shermilla yang biasa orang panggil Milla itu dengan pandangan sinis yang dia arahkan kepada Nayla.
"Untunglah anakku selamat dari wanita seperti itu! dan heran saja kenapa Sheryl mau saja dia menjadi momy tirinya? semoga saja Rangga tidak mendengar semua ini, jangan sampai konsentrasi belajarnya hilang gara-gara dia tau Nayla menikah dengan dady sahabatnya sendiri." lanjutnya.
Lalu pandangannya pun beralih kepada Lusi yang sedang tersenyum menyambut para tamu undangan, Milla pun berencana untuk berbicara dengan Lisa agar berhati-hati dengan menantunya itu, karena menurut Milla Nayla itu bukan gadis yang baik. Begitulah orang kalau sudah tidak suka, pandangannya terhadap orang itu akan selalu negatif.
Milla pun menghampiri Lusi dan tersenyum kepada Lusi untuk memberikan selamat juga.
"Selamat ya jeng Lusi! akhirnya Daniel mempunyai istri ya!" ujarnya kepada Lusi karena memeng sudah sedikit akrab.
"Iya jeng, terimakasih ya sudah mau datang." jawab Lusi membalas senyuman Milla dan bercipika-cipiki.
"Iya jeng, tapi ngomong-ngomong apa benar ya istrinya Daniel itu sahabat dari Sheryl?" tanyanya kepada Lusi.
"Iya jeng, namanya cinta kadang begitu! tak mengenal usia." jawab Lusi sambil tersenyum.
"Apa jeng Lusi tidak takut di tipu sama istrinya Daniel?" tanyanya lagi.
"Maksudnya di tipu apa ya jeng?" jawab Lusi sambil bertanya kembali.
__ADS_1
"Ya secara kan istrinya Daniel masih muda, apa jeng Lusi tidak takut bahwa dia hanya ingin hartanya Daniel saja?" jawab Milla sambil bertanya kembali kepada Lusi.
Lusi pun tersenyum, dia tidak tau bahwa Milla memang tidak menyukai Nayla! dia pun berpikir wajar saja kalau ada yang curiga seperti itu karena memang usia Daniel dan Nayla memang jauh berbeda, dia pun memakluminya jika ada yang bertanya! dan di situlah tugas Lusi untuk menjelaskannya karena bagaimana pun Nayla sekarang sudah menjadi bagian dari keluarganya.
"Terimakasih atas perhatiannya ya jeng, tapi Alhamdulillah Nayla itu orang yang baik dan Solehah aku yakin itu, dan insyaallah dia bisa memberikan kebahagiaan untuk Daniel itu yang terpenting." jawabnya.
"Bahkan selama dia bersama kami walau baru sebentar, aku merasa bangga mendapatkan menantu sebaik Nayla." lanjutnya masih dengan senyuman di wajahnya sambil menatap sepasang pengantin di atas pelaminan sana.
Milla terdiam mendengar jawaban dari Lusi, apa benar Nayla seperti itu karena tidak mungkin orang sekaya dan sepintar Lusi bisa tertipu oleh seseorang.
"Syukurlah kalau begitu jeng." ujar Milla karena tidak ingin Lusi curiga jika dia menjelekkan Nayla yang nantinya akan di jauhi oleh Lusi.
"Iya jeng Alhamdulillah." ujar Lusi.
****
Hingga tiba waktunya mereka istirahat, Daniel pun meminta izin kepada keluarganya yang lain untuk istirahat lebih dulu karena tidak tega dengan Nayla yang terlihat sudah lelah sekali.
"Wah mas indah sekali!" ujarnya.
Lalu Daniel pun tersenyum.
"Baiklah kita makan malam saja dulu ya! baru kita membersihkan diri bergantian dan solat berjamaah berdua, kamu juga pasti sudah lapar kan?" ajak Daniel.
"Iya mas, hehehe." jawab Nayla sambil tersenyum membuat Daniel gemas saja.
Lalu mereka pun duduk di bangku balkon yang memang sudah di persiapan kan untuk mereka dinner malam berdua, dengan masih mengenakan pakaian pengantin mereka pun melahap makanannya dengan lahap sekali karena memang mereka merasa lapar sekali! lalu setelah mereka makan, mereka pun membersihkan diri bergantian dan melaksanakan solat berjamaah berdua.
Setelah itu Daniel menawarkan diri untuk memijat kaki Nayla yang tadi katanya pegal sakali.
Nayla pun menerima tawaran dari Daniel dan memberitahukan mana yang terasa pegal sekali. Daniel pun memulai pijitannya pada kaki Nayla hingga Nayla mulai memejamkan matanya karena merasakan lebih enak.
"Apa lebih enakan sekarang?" tanya Daniel.
__ADS_1
"Iya mas! kamu bisa sekali." jawabnya.
"Ya sudah kamu nikmati saja ya, biar aku pijat terus! agar jauh lebih enak lagi." ujar Daniel.
"Iya mas." jawab Nayla sambil memejamkan mata lagi tanpa Nayla sadari ada maksud terselubung dari perkataan Daniel itu.
Daniel pun melanjutkan pijitannya pada kaki Nayla hingga perlahan tangannya naik ke atas sambil terus memijat perlahan-lahan hingga akhirnya tangan Daniel sampai di paling atas kakinya dan terus memijit dengan perlahan hingga suara ******* keluar begitu saja dari mulut Nayla.
"Mas!" ujar Nayla begitu sadar bahwa daniel sekarang tidak sekedar memijit namun ada sinyal bahaya hingga dirinya pun membalikkan badannya dengan cepat.
Namun namanya seorang Daniel, dia tidak akan kalah akalnya. Begitu dia menyadari bahwa Nayla akan mencoba menghentikannya pun langsung membungkam mulut Nayla dengan mulutnya hingga terjadi adu mulut yang begitu panas.
"Mas, apa mas tidak cape?" tanya Nayla saat pungutan bibir mereka terlepas.
"Untuk yang satu ini mas tidak akan pernah merasa lelah sayang! karena bagi mas justru ini obat di kala mas lelah." jawabnya sambil tersenyum.
Lalu terjadilah pergulatan panas mereka karena Daniel tak memberikan Nayla kesempatan untuk menjawab dan menolak keinginannya.
*****
Hingga sebulan telah berlalu setelah resepsi pernikahan yang di gelar mewah oleh keluarga Atmaja, pernikahan Daniel pun tersebar di kalangan perusahan besar hingga ke Amerika. Mereka semua begitu memuji kecantikan Nayla dan ketampanan Daniel, hingga seseorang wanita yang ada negeri paman Syam itu menatap potret kedua pengantin yang sedang tersenyum bahagia dengan tatapan sendunya, ada sedikit guratan penyesalan wajahnya hingga tak terasa dia meneteskan air matanya.
"Daniel tunggu aku, tidak lama lagi aku akan datang! semoga kamu bisa menerimaku kembali walau aku tau kamu sudah memliki pasangan." ujarnya dengan tatapan sendu ke arah foto Daniel dan Nayla yang ada di ponselnya.
☘️ Sekian dulu ya.☘️
Wah siapa kah dia?
Yang penasaran dengan jawabannya, tetap stay di cerita Nayla dan Daniel ini ya.
Jangan lupa dukungan untuk authornya ya dengan like, komen, vote dan koin poinnya untuk author ya.
Terimakasih 🤗🥰
__ADS_1