
Setelah melaksanakan solat isya berjamaah juga solat pengantin yang baru mereka lakukan Daniel memberikan tangannya untuk Nayla cium! Nayla pun menerima uluran tangan Daniel dan mencium punggung tangan suaminya, lalu Daniel membacakan doa di ubun-ubun Nayla.
Oh iya walaupun Daniel terlahir dari negara Syam yaitu Amerika, tapi dia tetap paham agama walau tak banyak karena Lusi momynya Daniel asli orang Indonesia selalu mengajarkan tentang agama sejak kecil.
Setelah selesai Nayla merapikan peralatan solatnya, dia pun masuk ke kamar mandi untuk menetralkan detak jantungnya. Sungguh Nayla begitu gugup menghadapi Daniel, apalagi Daniel akan meminta haknya malam ini juga.
"Ya Alloh sungguh hati ini begitu gugup, siapkan hati ini ya Alloh, semoga nanti hamba bisa mencintai suami hamba, Amin." ujar Nayla dalam hati sambil memejamkan matanya.
Nayla pun keluar dari kamar mandi, dia memakai baju tidur lengan panjang, Nayla pun tidak memakai kerudung karena Daniel berhak melihatnya! rambutnya panjang hitam di geray begitu saja tanpa di ikat.
Daniel yang mendengar pintu kamar mandi terbuka pun langsung melirik ke arah kamar mandi, Daniel begitu terpana melihat Nayla yang tak memakai kerudung untuk pertama kalinya, begitu cantik sekali dengan rambut hitam dan kulit wajah yang putih.
Daniel pun menghampiri Nayla dan langsung membelai rambut Nayla.
"Masya Allah, kamu begitu cantik sayang! terimakasih sudah mau menerima mas, mas janji akan bantu kamu mencintai mas." ujar Daniel.
Deg...Deg...Deg...
Suara jantung Nayla, entah kenapa mendengar perkataan Daniel hatinya begitu bergetar.
Nayla pun menundukkan pandangannya untuk menyembunyikan rasa malunya.
"Apa kamu siap melakukan malam pertama kita yang tertunda sekarang?" tanya Daniel sambil menatap Nayla yang sedang menunduk lalu mengangkat dagu Nayla.
Nayla pun memberanikan menatap Daniel.
"Apa aku boleh menolak?" ujar Nayla membalikkan pertanyaan Daniel.
Daniel pun tersenyum.
"Tentu saja tidak, karena kamu pun pasti tau menolak ajakan suami itu berdosa!" jawab Daniel sambil mengelus pipi Nayla.
"Lalu untuk apa lagi mas bertanya?" ujar Nayla.
__ADS_1
"Hahaha benar juga kamu ngapain aku bertanya!" ujar Daniel sambil tertawa.
"Baiklah sayang mari kita mulai, aku janji aku akan pelan-pelan karena aku yakin, aku adalah lelaki pertama yang memasuki mu!" ujar Daniel lagi.
Blush... pipi Nayla langsung memerah ketika Daniel membicarakan hal yang intim.
Daniel pun meniupkan doa lagi ke ubun-ubun Nayla lalu langsung menggendong Nayla menuju tempat tidur untuk melakukan ritual malam pertama mereka.
****
Setelah selesai melakukan hubungan suami istri, Daniel mencium kening Nayla sambil berkata,
"Terimakasih kamu sudah menjaganya untuk suamimu, aku mencintaimu Nayla." ujar Daniel.
Nayla yang kelelahan karena Daniel melakukannya tak hanya sekali pun hanya mengangguk, sungguh Nayla merasa badannya begitu remuk, jangan lupakan bagian intinya yang begitu perih.
"Ya sudah ayo kita istirahat, pulihkan tenaga mu nanti kita akan melakukannya lagi." ujar Daniel.
Nayla yang mendengar Daniel berkata seperti itu pun langsung melotot.
"Mas kamu yang benar saja, ini saja badanku merasa mau remuk, masa mas mau lagi." ujar Nayla.
"Hehehe aku bercanda sayang." ujar Daniel yang kasian kepada Nayla yang terlihat begitu kecapean.
"Huh... aku mau tidur mas, tolong jangan ganggu aku dulu!" ujar nayla.
"Baiklah sayang, ayo kita tidur!" ujar Daniel.
Nayla pun memejamkan matanya di ikuti Daniel yang melingkarkan tangannya di pinggang Nayla lalu merapihkan selimut mereka, mungkin karena mereka kelelahan, mereka pun tidur terlelap dengan cepat.
****
Di mansion Daniel, Sheryl sedang asyik mengobrol dengan Lusi dan Anderson.
__ADS_1
Ya setelah Daniel dan Nayla pergi untuk honeymoon, mereka pun lantas ikut pamit kepada keluarga Nayla.
Anderson dan Lusi akan mengurus keperluan untuk resepsi pernikahan Daniel dan Nayla juga mengurus berkas-berkas Daniel juga Nayla agar pernikahan mereka terdaftar di negara.
"Duh grandma baru sehari aja aku udah kangen Nayla sama dady, apa aku telpon saja ya?" ujar Sheryl.
pletak...
"Aduh grandma kenapa jidat aku di ketok sihh? sakit tau." ujar Sheryl sambil cemberut.
"Kamu itu ada-ada saja, lihatlah ini jam berapa? kamu tau kan artinya?" ujar Lusi.
"Ya mana aku tau grandma." ujar Sheryl.
Lusi pun langsung menepuk jidatnya sendiri.
"Tentu saja mereka sedang asyik-asyik di kamar, kamu jangan ganggu mereka!" ujar Lusi.
"Maksudnya asyik-asyik gimana grandma?" tanya Sheryl yang belum paham apa yang Lusi bicarakan.
"Aduh.... ya melakukan yang mestinya pengantin baru lakukan." ujar Lusi.
"Oh..." ujar Sheryl sambil mencerna ucapan Lusi.
Lalu setelah lama berpikir Sheryl pun berteriak.
"Aaaaaa..... jadi dady sama Nayla lagi bikin aku adik?" tanya Sheryl begitu antusias membuat Anderson geleng-geleng kepala.
"Lah iya, jadi kamu baru bisa paham apa yang grandma katakan?" tanya Lusi.
"Hehehe.." jawab Sheryl sambil menggaruk lehernya yang tak gatal.
"Alhamdulillah semoga dady berhasil ya Alloh, semoga Nayla bisa membuka hatinya untuk dady." ujar Sheryl dalam hati dengan raut wajah yang gembira.
__ADS_1