Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 97


__ADS_3

Di mansion Daniel.


Pagi pun telah tiba, seperti biasa Nayla akan menyiapkan sarapan untuk keluarganya! ketika selesai Nayla pun naik lagi ke atas untuk mengajak Sheryl dan Daniel sarapan karena kini sudah jam 7 pagi.


Tok....tok...tok...."Sheryl kamu sudah bangun?" tanya Sheryl sambil mengetuk pintu.


Tak lama Sheryl pun membukakan pintu kamarnya dan tersenyum.


"Sudah momy! malah sudah rapih nih." ujarnya sambil tersenyum.


"Baiklah, ayo kita sarapan! makanannya sudah siap." ujar Nayla membalas senyuman Sheryl.


"Oh iya nanti siang kamu free gak?" tanya Nayla.


"Insyaallah, memang kenapa mom?" jawab Sheryl.


"Gak, hanya kangen jalan berdua saja!" ujar Nayla.


"Baiklah momy sayang! nanti kita hang out berdua ya." jawab Sheryl antusias.


"Siap." ujar Nayla.


"Ya udah aku panggilkan dadymu dulu ya! kamu duluan saja ke bawah." ujar Nayla.


"Baik momy." jawab Sheryl langsung berjalan mendahului Nayla karena Nayla harus memanggil Daniel terlebih dahulu.


Ketika Nayla sudah masuk ke kamarnya, dia mencari Daniel karena tidak terlihat dan ternyata Daniel berada di balkon kamarnya sedang menelpon seseorang. Nayla pun menunggu Daniel hingga Daniel selesai bicara, karena memang Daniel menyadari Nayla sedang menunggunya, dia pun mengakhiri panggilannya dan menghampiri istri cantiknya itu.


"Kenapa sayang?" tanya Daniel ketika sudah berada di dekat Nayla.


"Ayo sarapan mas! sudah pagi juga, mas mau berangkat kerja kan." ajak Nayla.


"Ok sayang ayo." jawab Daniel sambil merangkul pundak Nayla dan berjalan beriringan keluar kamar lalu turun ke bawah.


Setelah selesai sarapan, Nayla pun meminta izin kepada Daniel bahwa hari ini dirinya tidak mengantar bekal dulu karena ingin pergi bersama Sheryl berbelanja baju padahal di hati Nayla dia tidak Inging belanja baju, dia hanya ingin keluar saja! terpaksa bilang seperti itu agar Daniel dengan mudah memberikan izin, dan benar saja Daniel langsung mengizinkan istrinya itu yang membuat Sheryl dan Nayla senang namun hanya menampilkan raut biasa saja.


"Bagus mom! nanti kamu pakai baju ketika belum nikah sama Dady saja! agar terlihat mudah dan cantik." pesan Sheryl di chat WhatsApp nya kepada Nayla karena Daniel suka melarang Nayla memakai baju ketika Nayla masih gadis.


Karena Nayla memang tidak membawa ponsel, jadi dia belum membuka pesan dari Sheryl.


"Ya sudah mom, dad, aku berangkat sekarang ya!" pamitnya.


"Iya sayang hati-hati." jawab Daniel.

__ADS_1


Lalu Sheryl pun mencium punggung tangan Daniel dan Nayla, Nayla pun tersenyum lalu memeluk Sheryl.


"Hati-hati." ujarnya.


"Siap momy." jawab Sheryl.


Lalu Sheryl pun pergi untuk kulyah karena hari ini dia mendapatkan kelas pagi.


Nayla dan Daniel pun yang memang sudah selesai sarapannya langsung kembali ke kamarnya, Daniel pun langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan Nayla menyiapkan baju kerja Daniel.


Setelah selesai dan Daniel pun telah rapih, Nayla pun mengantarkan Daniel sampai depan rumahnya.


"Kamu belanja saja keperluan pribadi kamu! jangan melihat harga! berapapun kamu habiskan uang mas, mas tidak akan marah, karena mas mencari uang untukmu dan juga Sheryl." ujar Daniel.


"Siap pak bos." jawab Nayla sambil memberi hormat dan tersenyum.


"Kamu ini bikin mas semakin gemas saja!" ujar Daniel sambil mencubit hidung Nayla.


"Ish.... mas!" ujar Nayla cemberut.


"Ya sudah mas berangkat dulu." ujar Daniel mengabaikan wajah cemberut Nayla.


"Iya mas." jawab Nayla lalu mencium punggung tangan suaminya dan di balas Daniel dengan mengecup keningnya.


Tak ada balasan dari Nayla, hanya anggukan dan senyuman saja! namun Daniel gak bakal menyerah mengatakan itu sampai Nayla membalas ucapan yang sama dengan dirinya.


****


Siang pun telah tiba, lebih tepatnya pukul 11 siang, Sheryl pun telah selesai kelasnya dan akan pulang! lalu dia menghubungi Nayla apakah dirinya yang pulang dulu atau mereka akan bertemu di mall saja.


"Hallo assalamualaikum mom, ini aku udah keluar! mau aku jemput ke rumah atau bertemu di tempat saja?" tanya Sheryl.


"Bertemu di tempat saja ya, nanti kamu wa sedang di mananya, kalau kamu ke sini pasti cape!" jawab Nayla di sebrang sana.


"Oh iya langsung cari makan saja, kamu tunggu di tempat makan ya!" lanjut Nayla.


"Ok baiklah bos!" ujar Sheryl sambil terkekeh lalu sambungan telpon pun berakhir.


Sheryl pun lanjut melangkahkan kakinya ke tempat parkir, namun dia tidak menyangka bahwa di sana Rangga telah menunggunya.


"Rangga!" ujar Sheryl.


"Hay Sher!" jawab Rangga dan menghampiri Sheryl.

__ADS_1


"Ada apa ya Rangga?" tanya Sheryl.


"Gak ada apa-apa! apa aku gak boleh bertemu kamu?" jawab Rangga.


"Gak bukan begitu, kalau kamu mau bicara sama aku, nanti saja ya! kebetulan aku ada janji." ujar Sheryl.


"Apakah janji dengan Nayla?" tanya Rangga.


Deg... "bagaimana dia tau?" tanya Sheryl pada dirinya sendiri.


"Apa kalau aku punya janji hanya dengan Nayla saja!" tanya Sheryl tanpa menjawab pertanyaan Rangga.


Rangga pun tersenyum.


"Aku hanya menebak saja Sheryl!" jawab Rangga.


Sheryl pun menghembuskan nafasnya.


"Aku ingin bertemu Nayla hari ini bisa?" tanya Rangga yang membuat Sheryl kaget.


"Hari ini?" ujar Sheryl.


"Ya kalau bisa saat ini, karena aku gak bisa menunggu lama lagi untuk bertemu dengan nayla! aku bisa saja langsung datang ke rumahmu di saat kamu dan dadymu tidak ada di rumah! namun aku masih menghargaimu Sheryl sebagai seorang sahabat." ujar Rangga dengan nada tegas.


"Jadi apakah kamu akan mempertemukan aku dengan Nayla?" tanya Rangga.


Sheryl pun menghembuskan nafas gusar, dia harus bagaimana sekarang? jika dia menolak, Sheryl takut Rangga benar-benar akan mendatangi Nayla di saat dirinya dan dadynya tidak berada di dekat nayla juga Sheryl takut Rangga beranggapan tidak menghargainya, tapi jika dia mengizinkan, apakah dadynya memperbolehkannya? sungguh Sheryl bingung.


Kalau pun dirinya menelpon dadynya takut malah dadynya tidak tenang saat bekerja.


"Baiklah, kamu ikut aku sekarang! aku akan chat Nayla agar menyusul ke cafe yang berada di mall xxx." ujar Sheryl pada akhirnya.


"Baiklah." ujar Rangga senang, karena sebentar lagi dirinya akan bertatap muka dengan orang yang dia cintai.


Mereka pun naik ke dalam mobil mereka masing-masing, di dalam mobil Sheryl terus saja mengucapkan basmallah, dan berdoa semoga semuanya baik-baik saja setelah ini.


"Bismillah ya Alloh, semoga semuanya akan baik-baik saja! dan Rangga tidak berbuat macam-macam yang akan menghancurkan rumah tangga Nayla dan Dady!" doanya.


Sedangkan di mobil Rangga, Rangga terus saja tersenyum bahagia, Rangga tau ini salah tapi bolehkah sekali ini saja dia bertemu dengan Nayla dan memastikan bahwa masih ada kah pancaran cita di mata Nayla untuk dirinya? sungguh Rangga begitu tidak sabar untuk bertemu dengan Nayla.


☘️Sekian dulu ya!☘️


Terimakasih yang masih setia membaca cerita ini.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya dengan like, komen dan votenya...


__ADS_2