
Tiga bulan telah berlalu dari hari wisuda, sampai sekarang entah kenapa Rangga belum menghubungi nya? bahkan Nayla pun mencoba untuk menghubunginya, tapi selalu tidak tersambung. Nayla merasa ada yang aneh, Nayla selalu bertanya-tanya apa dia melakukan hal yang salah? tapi Nayla tidak menemukan kesalahan apa yang dia lakukan, Nayla gak tau harus melakukan apa sekarang!
" Huft,,, semoga kamu baik baik saja Rangga." ujar Nayla dalam hati.
Lalu Nayla bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi, dia akan siap-siap untuk pergi bekerja.
Nayla pun sudah kembali ke aktivitasnya sebagai sekertaris Daniel.
Apalagi sekarang, dia telah resmi menjadi sekertaris, karena Keysa sudah resmi resigh menjadi sekertaris Daniel. Jadwal Nayla pun menjadi bertambah, seperti membacakan jadwal daniel, memesan makan siang, menemani ketemu klien dan lain-lain. Pekerjaan nya lebih padat dari sebelum Keysa resmi resigh, terutama jika ada proyek yang harus dia rancang, belum lah menurut nya Daniel makin sini makin menyebalkan, Daniel yang bossy dan wajah datar yang tidak enak di pandang.
Setelah selesai siap-siap Nayla keluar dari kamarnya sekalian membawa berkas dan slin bag nya agar nanti tidak ketinggalan, lalu menyimpan nya di sofa, dia pun bergegas menuju dapur untuk menyiapkan sarapan berdua dengan Sheryl, namun ketika dia sampai meja ada Sheryl yang sudah siap dengan roti panggang 2 porsi, Sheryl tersenyum kepada Nayla.
"Ayo Nay kita sarapan!" ajak Sheryl.
" Tumben kamu sudah bangun Sher?" ujar Nayla.
Sheryl pun tersenyum.
" Hehe lagi dapat hidayah." jawab Sheryl asal, membuat mereka berdua cekikikan.
Mereka pun menyantap sarapannya bersama-sama.
Setelah sarapan Nayla pun bergegas mengambil berkas dan slin bag nya di sofa.
"Sher aku berangkat ya." pamit Nayla pada sheryl.
__ADS_1
Sheryl pun mengangguk dan tersenyum.
Nayla pun berjalan keluar.
Setelah sampai di loby apartemen Sheryl memesan ojek online, entah kenapa hari ini dia ingin naik ojeg online.
Tak lama ojeg online yang Nayla pesan datang,
Nayla pun menghampiri nya dan mulai naik, ojek pun melaju menuju kantor Nayla bekerja . Setelah sampai Nayla bergegas turun dan masuk ke dalam kantor, tidak lupa dia juga membayar ongkosnya terlebih dahulu.
Dari mobil Daniel melihat Nayla naik ojek begitu kesal.
"Berani berani nya dia naik ojeg, apa dia tidak sadar dengan baik ojeg orang jadi bisa melihat dia begitu menggoda!" ujar Daniel pelan.
Daniel pun turun dari mobil memberikan kunci pada satpam untuk dia parkir, dengan wajah kesal Daniel masuk ke kantor nya.
Setelah naik lift dan sampai meja kerja sekertaris, Nayla dan Yulia berdiri dan membungkuk.
"Selamat pagi pak." ujar keduanya.
Daniel hanya menengok dan mengangguk, lalu berjalan lagi ke dalam ruangannya.
"Nayla apa kamu menyadari nya? wajah pak Daniel seperti sedang kesal." Nayla pun memang menyadari nya namun dia tetap tenang.
"Tidak apa-apa, mungkin ada kejadian yang tidak mengenakan hati nya, aku mau masuk dulu ya.'' ujar Nayla.
__ADS_1
Yulia pun mengangguk.
Nayla pun masuk ke dalam mengikuti Daniel, terlihat Daniel sedang duduk di kursi kebesaran nya, Nayla pun menyapa Daniel dan membacakan jadwal daniel.
"Siang ini bapa ada temu dengan Mr.Alex dari Amsterdam, sekalian makan siang di restauran xxx dengan Mr.Alex. Untuk membahas proyek hotel yang berada di kota P." ucap Nayla.
"Kamu ikut saya nanti siang." ujar Daniel.
"Baik pak, saya undur diri dulu." jawab Nayla.
"Tunggu Nayla, mulai besok aku akan menjemput mu untuk berangkat kantor dan pulang bersama ku!" ujar Daniel tegas.
"Tapi pak .." ucap Nayla tertahan Daniel sudah menyela,
" Tidak ada bantahan Nayla!" ujar Daniel lagi dengan tegas dan aura menyeramkan.
Mau tidak mau nayla pun menyetujuinya.
" Baik pak." ujar Nayla pada akhirnya dan bergegas keluar ruangan.
"Pak Daniel aneh!" batinnya.
Di dalam ruangan Daniel mengacak rambut nya, lama kelamaan aku bisa gila beneran Nayla.
~Dukung terus aku ya, dengan like vote jangan lupa tinggalkan komentarnya ~
__ADS_1