
Tak terasa sudah 2 minggu Daniel pergi, namun belum kembali lagi karena kali masalahnya cukup serius, hingga Daniel tak bisa cepat-cepat kembali.
Nayla juga Sheryl begitu merindukan Daniel, tidak ada lagi suara debat Daniel dan Sheryl di pagi hari atau pun malam saat mereka kumpul.
"Huft rasanya rumah sepi sekali gak ada mas Daniel." ujar Nayla.
"Iya mom, sepi sekali rasanya! kapan dady kembali mim?" ujar Sheryl.
"Dady mu bilang sih, kalau kerjaannya selesai pasti akan pulang! dia juga gak tau kapan akan pulang." jawab Nayla.
"Apa masalahnya begitu serius mom?" tanya Sheryl.
"Ya mungkin, aku udah coba tanya siapa tau bisa bantu, tapi dady mu bilang tidak apa-apa, dia takut aku jadi kecapean dan kawatir." jawab Nayla.
"Ya sudah mom, kita doakan saja biar masalah nya cepat selesai, jadi dady juga cepat kembali pulang." ujar Sheryl.
"Amin." jawab Nayla.
Lalu setelah nya mereka berbincang tentang kuliahnya Sheryl juga kegiatan apa yang akan mereka lakukan ketika dady nya belum kembali. Di saat mereka sedang asyik berbincang, suara bel kini terdengar oleh mereka.
"Siapa yang bertamu mom?" tanya Sheryl.
__ADS_1
"Entahlah, mungkin sebentar lgi bu sumi bukain dan kemari memberitahu kita." jawab Nayla.
"Ku kira tamu momy!" ujar Sheryl.
Nayla hanya mengedikkan bahunya tanda dia pun tak tahu, lalu tak lama bi Sumi datang sesuai dengan perkataan Nayla.
"Bi ada tamu siapa?" tanya Nayla.
"Itu neng, anu..! " ujar bibi sedikit ragu memberi tahu kan siapa tamu itu.
"Siapa bi?" tanya Sheryl.
"Sheryllll momy kangen dengan mu!" ujar seseorang yang tiba-tiba saja memeluk Sheryl dan membuat Sheryl terkejut dan mematung.
"Sayang apa kabar? momy rindu sekali dengan mu!" ujarnya.
Sheryl hanya diam saja, tidak menjawab pertanyaan dari momy kandungnya yaitu Anastasya, ya yang berkunjung sekarang adalah Anastasya, mantan istri Daniel dan momy kandung Sheryl.
Sheryl diam karena dirinya masih kaget dengn kedatangan momy nya yang tiba-tiba, dan ada apa gerangan hingga momy nya sudi berkunjung ke rumahnya setelah bertahun-tahun tidak pernah sama sekali menjenguknya, bahkan berkomunikasi lewat telpon pun tidak pernah menyerah momy nya lakukan.
"Kenapa momy ke sini?" ujar Sheryl dengn wajah datar, menunjukan bahwa dia tidak merasa senang sama sekali dengan kedatangan ibu kandungnya itu, biarlah orang-orang menyebutnya durhaka karena orang lain pun tak tahu apa yang di lakukan momy nya itu kepada sheryl.
__ADS_1
"Sayang, apa kamu gak merindukan momy?" tanya Anastasya kepada Sheryl dengan raut wajah sedih.
"Untuk apa aku merindukan orang sudah meninggalkan ku dengan dady demi kekasih nya?" ujar Sheryl dengan wajah yang sulit diartikan, karena yang dapat Nayla liat, wajahnya sekarang menunjukan luka yang amat besar.
"Sayang maafkan momy! momy tahun momy salah, momy menyesal sayang!" jawab Anastasya sambil akan memeluk Sheryl, namun justru Sheryl menghindar.
"Cukup, kamu mau apa kemari?" tanya Sheryl.
"Sheryl!" ujar Nayla agar Sheryl menahan diri untuk tidak berkata seperti itu, karena walau bagaimana pun wanita yang di hadapan Sheryl sekarang adalah momy kandungnya.
Anastasya yang memang belum menyadari keberadaan Nayla pun langsung melirik Nayla dengan sinis." ujar Anastasya.
"Lalu menurut mu yang layak untuk dady adalah kau yang tukang selingkuh?" ujar Sheryl menohok karena tak Terima Anastasya mengejek Nayla.
"Sayang...!" ujar Anastasya berenti karena Sheryl langsung memotong perkataan Anastasya.
"Cukup, sekarang kau pergi dari sini, aku tidak mau melihat wajahmu lagi!" ujar Sheryl yang lansung pergi setelah mengatakn semua itu.
Nayla pun kaget dan langsung mengejar Sheryl, tapi sebelum itu dia mengatakan kepada bi Sumi, agar mengantarkan Anastasya ke kamar tamu di mansion ini.
"Oh jadi ini istri mas Daniel sekarang? sungguh jauh dari kata layak.
__ADS_1