Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 46


__ADS_3

Setelah selesai solat berjamaah, seperti biasa Daniel mengulurkan tangannya untuk Nayla cium! Nayla pun langsung menerima uluran tangan Daniel dan mencium punggung Daniel, lalu Daniel pun mencium kening Nayla.


"Apakah masih sakit dan perih sayang?" tanya Daniel pada Nayla.


"maksud mas?" ujar Nayla.


"Itu..." ujar Daniel sambil menunjuk ke arah bawah Nayla.


Nayla pun mengikuti arah telunjuk Daniel, ketika sadar bahwa Daniel menunjuk ke arah inti Nayla, Nayla pun langsung melototi Daniel.


"Astagfirullah mas..." ujar Nayla dengan pipinya yang memerah.


"Hehehe maklum dong sayang, mas baru lagi bercocok tanam setelah lama menduda." ujar Daniel membuat Nayla menggelengkan kepalanya.


"Boleh ya sekarang kita lakukan lagi!" ujar Daniel.


"Tapi mas punyaku masih perih." jawab Nayla.


"Justru kalau sering melakukan itu malah akan cepat hilang perihnya." ujar Daniel.


"Masa sih mas?" tanya Nayla.


"Iya sayang, yuk ah kita ibadah!" jawab Daniel langsung saja menggendong Nayla.


"Mas aku belum merapihkan peralatan solatnya!" ujar Nayla.


"Nanti sajalah mas udah gak tahan." jawab Daniel.


Setelah sampai di tempat tidur, Daniel pun membuka mukena Nayla atas dan bawahannya. Seketika hasrat Daniel makin meningkat ketika melihat Nayla hanya memakai tangtop dengan bawahan celana pendek, begitu seksi dan cantik.


"Masya Alloh kamu cantik sekali sayang, mas minta ketika kita sedang berdua kamu berpakaianlah seperti ini! jika perlu mas akan belikan beberapa lingerie ya." ujar Daniel.


"Insyaallah mas." jawab Nayla.


Sebenarnya Nayla masih malu memakai baju seperti sekarang, tapi dia harus membiasakan diri agar bisa lebih dekat dengan suaminya sehingga lebih cepat juga dia membuka hati untuk daniel.


Daniel pun berdoa di ubun-ubun Nayla sebelum melakukan hubungan suami istri.


ketika mereka sedang asyik melakukan pemanasan tiba-tiba saja ponsel Daniel berdering.


"Mas ponsel mu berbunyi." ujar Nayla.


"Tidak apa-apa Nayla,kita abaikan saja! nanti setelah kita melakukannya kita telpon balik orangnya." ujar Daniel dan kembali melakukan pemanasan dengan Nayla.


Namun ponselnya tak berhenti berdering, membuat Nayla tidak nyaman.


"Mas angkat dulu! siapa tau itu penting." ujar Nayla.

__ADS_1


Daniel pun menghentikan aksinya lalu bangkit memakai kembali celana boksernya, Nayla pun menutupi tubuhnya yang tak memakai apa pun dengan selimut.


"Siapa sih yang telpon pagi-pagi begini? mengganggu saja." ujar Daniel dengan kesal sambil mengambil ponselnya.


"Awas saja biar ku marahi dia." ujar Daniel lagi.


Daniel pun mengangkat panggilan di ponselnya tanpa melihat siapa dulu yang menelpon sambil menghampiri Nayla dan duduk di sisi Nayla, ketika dia hendak memarahi orang yang menelponnya karena telah mengganggu aktivitasnya, Daniel malah mendengar suara putrinya yang cerewet itu.


"Assalamualaikum dady." ujar Sheryl di sebrang telpon dengan nada sedikit kencang.


Daniel yang tadinya mau marah pun tidak jadi dia lakukan, gak mungkin kan dia memarahi anaknya sendiri.


"Hem... Waalaikumsalam." jawab Daniel.


"Dady aku kangen." ujar Sheryl.


"Ya Alloh Sheryl memang kamu nelpon sepagi ini hanya untuk bicara seperti itu?" tanya Daniel dan menahan rasa kesalnya.


"Memang kenapa Dady? apa dady gak kangen aku?" jawab Sheryl dengan nada sedih.


"Bukan begitu Sheryl, di sini saja baru jam 6 pagi apalagi di sana, pasti masih jam 4 pagi! dan kamu menelpon hanya untuk bilang kangen, mengganggu Dady yang sedang....aduh." ujar Daniel terhenti ketika Nayla mencubit pinggang Nayla.


"Sakit sayang" ujar Daniel yang masih di dengar Sheryl.


"Memang dady sedang melakukan apa?" tanya Sheryl yang belum menyadari maksud dari perkataan Daniel.


"Apa dady sedang bersama Nayla?" tanyanya lagi.


"Aku vidio call ya!" ujar Daniel.


"Jangan..." ujar Nayla sedikit kencang ketika mendengar Sheryl meminta Vlvidio call.


Daniel yang mendengar Nayla bicara begitu pun langsung melirik ke arah Nayla, tak biasanya Nayla menolak berbicara dengan Sheryl. Nayla yang mengerti maksud Daniel pun langsung memberi kode bahwa dirinya belum memakai apapun di balik selimutnya, Daniel pun kini mengerti dan langsung mengangguk.


"Kalian ini kenapa sih dady? Nayla juga kenapa gak mau vidio call sama aku?" tanya Sheryl masih dengan nada sedihnya.


"Bukan begitu sayang, dady sama Nayla hanya sedang tidak bisa dulu vidio call denganmu!" ujar Daniel.


"Tau ah dady sama Nayla tega sama aku." uajr Sheryl sambil mematikan sambungan telponnya.


"Bukan begi....." ujar Daniel terhenti ketika mendengar suara ponsel yang di matikan.


"Huh...memang dasar anak manja." ujar Daniel sambil tersenyum.


"Mas... Sheryl marah ya?" tanya Nayla.


"Tidak apa-apa nanti juga dia biasa lagi, sekarang kita lanjutkan yang tertunda tadi." ujar Daniel langsung memeluk Nayla dan mendudukkannya di pangkuan Daniel.

__ADS_1


"Tapi mas bagaiman dengan Sheryl? aku gak enak sama dia." ujar Nayla sambil menahan badannya dengan memegang pundak Daniel.


"Tidak apa-apa sayang, nanti juga dia mengerti! sekarang yang penting kita buatkan adik untuk Sheryl, pasti kamu juga merasakan milik mas sudah tidak tahan ingin memasukimu." ujar Daniel sambil membelai pipi Nayla yang memerah.


"Mas..." ujar Nayla sambil menahan rasa malunya dan menyembunyikan wajah merahnya di dada Daniel, membuat Daniel tersenyum.


"Bismillahirrahmanirrahim......" Daniel pun membaca doa lagi kemudian melakukan hubungan suami istri yang tadi sempat tertunda.


****


Di mansion Daniel,ketika waktu menunjukan pukul 7 pagi Sheryl pun langsung turun ke bawah untuk melakukan sarapan pagi. Di sana dia melihat Lusi dan Anderson sudah duduk di ruang makan kelurga, Sheryl pun buru-buru berlari lalu menghampiri mereka dan langsung memeluk Lusi.


"Kamu kenapa Sheryl?" ujar Lusi yang kaget tiba-tiba saja memeluk dirinya dengan raut wajah sedihnya.


"Dady sama Nayla sekarang berubah grandma, mereka sudah gak menyayangi aku lagi" ujar Sheryl dengan nada sedih.


"Darimana kamu tau mereka begitu." tanya Lusi kepada Sheryl, karena merasa heran.


"Buktinya tadi aku menelpon pun dady malah ceramahin aku, terus ketika aku minta vidio Nayla malah bilang jangan." jawab Sheryl.


"Maksudnya kamu sudah menelpon mereka barusan." ujar Lusi.


Sheryl pun menggeleng.


"Lalu.." ujar Lusi.


Sheryl pun menghela nafasnya dan mulai bercerita kepada Lusi dan Anderson saat jam 4 menelpon Daniel karena sudah rindu dengan Daniel dan Nayla, Lusi pun menepuk jidatnya dan Anderson hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Pantas saja dady mu menceramahi my, grandma pun pasti akan melakukannya." ujar Lusi.


"Ko grandma malah bicara begitu sih!" ujar Sheryl langsung cemberut dan menjauh dari grandmanya.


"Iyalah Sheryl, dady mu itu pasti sedang bikin adik untuk dirimu! makanya dia merasa terganggu dengan kamu menelponnya di pagi buta." ujar Lusi.


"Dan Nayla mengatakan jangan itu karena dia malu, mungkin saat itu dia tidak memakai apapun di badannya." ujar Lusi sambil menatap ke arah cucunya yang manja itu.


Sheryl pun mencoba mencerna apa yang di katakan grandma nya itu dan langsung menutup mulutnya.


"OOO jadi dady sama Nayla sedang..." ujar Sheryl terhenti.


"Iya, jadi kamu pahamkan sekarang?" tanya Lusi.


"Iya grandma paham." jawab Sheryl sambil menghampiri Lusi lagi dan memeluknya.


"Semoga Nayla bisa mencintai Dady ya grandma." ujar Sheryl yang di Amini oleh Lusi dan Anderson.


☘️Sudah dulu ya pembaca setia, mohon maaf jika dalam kata-katanya masih berantakan, harap di maklumi ya karena ini cerita pertama author. Dan mohon maaf juga jika saya salah dalam menuliskan nama tempat. 😁😁☘️

__ADS_1


Jangan lupa dukung author dengan like, vote dan komentarnya ya agar author semangat menulisnya dan memudahkan memikirkan ide untuk kelanjutan ceritanya.


Terimakasih salam sehat dari author.


__ADS_2