
Setelah selesai solat magrib berjamaah di mansion Daniel, Lusi menyuruh bi Sumi untuk menyiapkan makan malam! dan masing-masing dari mereka kembali dulu ke kamar mereka.
Saat sampai di kamar Nayla langsung saja merapihkan peralatan solatnya, namun tiba-tiba saja Daniel memeluknya dari belakang.
"Sayang!" ujarnya sambil mencium pipi Nayla.
"Iya mas." jawab Nayla.
"Kamu tadi sengaja kan gak angkat telpon mas hem....?" tanya Daniel.
"Hehehe maaf mas itu.. a...ku." jawab Nayla terbata.
"Aku apa hem.....?" ujar Daniel sambil menggesek-gesekkan mulutnya di leher Nayla membuat Nayla kegelian.
"Aku di suruh momy mas! katanya momy mau hukum mas." ujar Nayla sambil mencoba melepaskan dirinya dari Daniel.
"Hukum? emang mas salah apa?" tanya Daniel sambil mencoba menggelitik Nayla.
"Hahahaha mas aku gak tau.... hahahaha mas tanya sendiri sama momy!" jawab Nayla sambil tertawa karena kegelian.
"Hahahaha mas ampun." ujar nayla dan langsung membalikkan badannya menghadap Daniel hingga tangan Daniel yang sedang menggelitik Nayla pun terlepas.
"Dasar momy ada-ada aja, anaknya gak salah malah di hukum." ujar Daniel sambil mengusap pipi Nayla yang kini menghadapnya.
"Ya mana Nayla tau mas, momy hanya bilang mas sudah bikin momy kesal." jawab Nayla.
"Ya sudah kita ke bawah saja, mas taku khilaf kalau lama-lama di kamar." ujar Daniel sambil mengecup bibir Nayla pelan.
Blush pipi Nayla langsung memerah.
"Dih mas selalu saja mesum." ujar Nayla mencubit pinggang Daniel.
"Aw.... sayang sakit! nanti saja cubit-cubitannya setelah makan biar ada tenaga." ujar Daniel sambil mengedipkan matanya karena merasa gemas pada Nayla yang selalu memerah pipinya ketika dia goda.
"Mas...." ujar Nayla.
"Hahahaha baiklah, ayo kita ke bawah." ujar Daniel sambil mengacak kepala Nayla dan langsung menggandeng Nayla.
Ketika mereka sampai di ruang makan, ternyata semua orang telah berada di sana.
"Cie pengantin baru mah bebas berlama-lama di kamar juga." ujar Sheryl menggoda Nayla.
Blush pipi Nayla memerah lagi karena malu.
"Iya nih bermesraan terus...." ujar Lusi ikut menggoda Nayla yang membuat pipi Nayla semakin memerah dan berlindung di belakang Daniel.
"Hahaha sekarang mah Nayla punya pelindung grandma kita jangan macam-macam." ujar Sheryl.
"Sheryl....." ujar Nayla.
"Hahahaha......" suara tawa Sheryl.
__ADS_1
"Sudah-sudah kalian ini menggoda Nayla terus! liat tuh pipi Nayla sudah memerah begitu." ujar Anderson.
"Tau nih dad, pada syirik aja sama Daniel." jawab Daniel.
"Yee siapa juga yang syirik ma dady." ujar Sheryl sambil menatap sinis pada Daniel.
"Sudah-sudah kalau kalian debat terus kapan makannya?" ujar Anderson menengahi.
Mereka pun langsung terdiam, Daniel pun langsung menarik kursi untuk Nayla menyuruh Nayla duduk! setelah Nayla duduk barulah Daniel duduk di sampingnya.
"Jangan lupa sebelum makan kita berdoa dulu!" perintah Daniel.
Mereka semua pun mengangguk dan memulai doa dan langsung makan dengan hening karena Anderson tidak suka jika sedang makan banyak bicara.
Setelah makan selesai Daniel pun pamit duluan kepada Lusi, Anderson dan Sheryl.
"Mom, dad, aku dan nayla duluan ya ke atasnya!" ujar Daniel.
"Iya Niel." jawab Lusi.
"Sheryl dady sama momy duluan ya! kamu jangan bergadang istirahat yang banyak." ujar Daniel pada Sheryl.
"Iya dad." jawab Sheryl sambil tersenyum walau mereka sering berdebat merebutkan hal sepele tapi mereka selalu saling menyayangi.
Daniel pun mencium kening Nayla dan Lusi, Nayla pun berpelukan dengan Sheryl juga Lusi seperti mau pergi jauh saja, tapi itulah kebiasaan mereka sebagai tanda saling menyayangi.
Setelah sampai kamar, Nayla mendengar nada dering ponselnya menandakan ada panggilan telpon untuknya, Nayla pun langsung berjalan menuju sofa di kamar Daniel karena tadi dia menaruhnya di meja dekat sofa! saat di lihat ternyata ibunya yang menelpon.
Daniel pun ikut duduk di samping Nayla sambil memeluknya dari samping karena ingin mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Waalaikumsalam nak, kamu besok rabu jadinya di antar siapa? apa Ryan saja ya yang jemput kamu?" tanya ibu.
"Sepertinya di antar mas Daniel ibu, kasian a Ryan juga cape sudah mengurus keperluan untuk besok hari resepsi pernikahan Nayla! maaf ya ibu di saat seperti ini Nayla malah tidak ada di sana bersama ibu untuk membantu." jawab Nayla.
"Tidak apa-apa nak ini sudah kewajiban kami, kamu baik-baik di sana ya! turuti semua kemauan suamimu dan jangan membantah suamimu!" nasehat ibu pada Nayla.
"Iya ibu." jawab Nayla membuat senyum Daniel terbit karena mendapatkan ide agar besok bisa mengurung Nayla seharian sebagai tanda perpisahan sementara.
"Ya sudah ibu tutup dulu ya telpon nya! nanti kabarin ibu jika sudah berangkat." ujar ibu.
"Iya ibu siap." jawab Nayla.
"Ya sudah assalamualaikum." ujar ibu.
"Waalaikumsalam ibu." jawab Nayla.
Dan panggilan telepon pun berakhir.
"Kamu kenapa mas ko senyum-senyum sendiri?" tanya Nayla pada Daniel saat menyadari Daniel tengah tersenyum sambil memerhatikan dirinya.
"Gak, ayo kita solat dulu karena sudah adzan." jawab Daniel karena saat sedang menelpon ibu tadi adzan telah berkumandang.
__ADS_1
"Ya sudah mas saja terlebih dahulu nanti baru aku ya." ujar Nayla.
"Baiklah." jawab Daniel sambil bangkit dan berjalan menuju arah kamar mandi.
Nayla yang melihat Daniel sudah masuk ke dalam kamar mandi pun berpikir.
"Aku ikuti gak ya apa kata momy? tapi aku malu." ujar Nayla pelan sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Ya sudahlah aku coba dulu saja! aku mandi di kamar Sheryl saja sambil langsung memakainya." lanjutnya lagi sambil bangkit berjalan menuju walk ini closet di kamar Daniel untuk mengambil kantong belanjaan yang berisi baju dinas malam lalu keluar kembali dari sana berjalan menuju ke kamar mandi.
"Mas aku ke kamar Sheryl dulu sebentar." izinnya pada Daniel.
"Iya." jawab Daniel dari dalam sambil berteriak, sepertinya Daniel juga sedang mandi.
Setelah mendapat izin dari Daniel pun Nayla keluar dari kamarnya menuju kamar Sheryl.
Tok...tok... tok...
"Sheryl." ujar Nayla.
Sheryl yang mendengar pintu kamar di ketuk pun membuka pintu kamarnya.
"Lho mom, ada apa?" tanya Sheryl heran saat pintu terbuka ternyata Nayla yang mengetuk pintu.
"Hehehe boleh kah aku numpang mandi di sini." jawab Nayla sambil menyelonong masuk dan menutup pintunya.
"Memang kamar mandi di kamar momy kenapa?" tanya Sheryl lagi.
"Hem... tidak apa-apa, mas Daniel sekarang sedang mandi jadi aku numpang saja di sini boleh ya?" jawab Nayla sambil menggaruk telinganya yang tak gatal.
"Baiklah boleh." ujar Sheryl.
"Terimakasih." ujar Nayla sambil menyimpan tas belanjaannya di meja lalu berlalu ke kamar mandi.
"Tumben dan ini apa?" ujar Sheryl sambil mencoba membuka tas belanjaan Nayla dan dia pun menutup mulutnya sambil tersenyum karena mendapati baju dinas malam yang seksi di balik mukena yang Nayla bawa.
"Oh ternyata ada yang sedang malu-malu." ujar Sheryl sambil tersenyum.
Tak lama Nayla pun sudah selesai mandi dan berwudhu langsung menggunakan batdrobenya, dia pun mengambil tas belanjaannya lalu izin menggunakan ruang ganti untuk memakai baju dan langsung memakai mukenanya.
Setelah selesai Nayla pun pamit kepada Sheryl tapi terhenti ketika Sheryl berkata.
"Mom, dady lebih senang melihat momy tidak memakai baju " ujar Sheryl sambil mengedipkan matanya ketika melihat Nayla melirik ke arahnya.
Blush pipi Nayla selalu memerah ketika ada yang menggodanya, dia pun langsung melenggang pergi tanpa menjawab perkataan Sheryl yang membuat Sheryl tertawa lepas.
"Hahahaha...... suara tawa Sheryl.
☘️Cukup sekian, yang masih penasaran dengan kelanjutannya terus pantengin cerita ini ya!☘️
Jangan lupa dukungan untuk authornya agar author semangat menulisnya dan semangat memikirkan idenya agar cerita ini tidak berhenti di jalan.
__ADS_1
Terimakasih. 🤗🤗😁