
Ketika sudah puas berkeliling mall dengan membeli beberapa koleksi seperti tas, sepatu jam tangan! Lusi, Nayla dan Sheryl akhirnya lelah juga dan memutuskan untuk pulang karena hari juga telah sore, biarlah nanti makan malamnya di rumah saja bersama suami, anak, menantu, dan cucunya.
"Sher biar aku yang bawa mobilnya! kamu pasti lelah, kita gantian." ujar Nayla ketika mereka sampai di parkiran mobil.
"Baiklah." jawab Sheryl.
Mereka pun naik ke dalam mobil dengan Nayla yang mengemudinya. Saat di tengah perjalanan, seperti biasa Nayla meminta izin mampir ke masjid terlebih dahulu untuk melaksanakan kewajibannya dan dengan senang hati Lusi mengizinkannya.
Setelah selesai mereka pun melanjutkan kembali perjalanan pulang mereka.
"Haduh.... cape sekali tapi puas." ujar Sheryl sambil tersenyum ketika mereka sudah sampai di mansion dan mendudukkan dirinya di sofa ruang keluarga.
Nayla dan Lusi pun ikut mendudukkan badan mereka di samping kanan dan kiri Sheryl.
"Sama grandma juga cape sekali, tapi puas sudah membobol kartu kredit dadymu." ujar Lusi sambil tersenyum dan bertos ria dengan Sheryl, Nayla yang mendengarnya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala saja.
"Tapi Nay tadi kamu ngikutin apa kata momy k? agar tidak mengangkat telpon dari Daniel." tanya Lusi pada Nayla.
"Iya mom, sesuai perintah momy." jawab Nayla.
"Bagus!" ujar Lusi.
"Nanti setelah resepsi, kita harus sering jalan keluar bersama lagi ok!" lanjutnya lagi.
"Siap grandma." ujar Sheryl.
"Kita harus memanfaatkan kekayaan dady mom, sayang buat apa dady cape-cape nyari uang kalau tidak kita habiskan." lanjut Sheryl membuat Lusi tertawa.
"Hahaha kamu benar." ujar Lusi, Nayla hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.
"Lagi ngobrol apa sih? keliatannya seru banget." tanya Anderson yang tiba-tiba saja datang.
"Eh grandpa, rahasia dong! ini khusus untuk para wanita." jawab Sheryl.
Lusi pun bangkit dan langsung menghampiri Anderson lalu duduk di samping Anderson.
"Kalian tadi kemana saja, ko lama pulangnya." tanya Anderson ketika Lusi sudah berada di sampingnya sambil memeluknya.
"Biasalah dad kalau wanita." jawab Lusi.
"Kamu tau Nayla suami itu udah seperti cacing kepanasan mondar mandir sana sini karena menunggumu pulang, baru beberapa jam saja di tinggalkan sudah seperti berbulan-bulan." ujar Anderson.
"Maaf dad." ujar Nayla tidak enak kepada dady mertuanya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, tapi ada bagusnya juga dady senang lihat Daniel sudah seperti dulu lagi, dady titip Daniel ya sama kamu." ujar Anderson sambil tersenyum.
"Iya dady." jawab Nayla sambil membalas senyuman Anderson.
"Dan kalian tadi kenapa kompak sekali tidak mengangkat telpon Daniel." tanya Anderson lagi.
"Itu momy sengaja menyuruh mereka tidak menjawab untuk menghukum anak nakal itu." jawab Lusi.
"Menghukum?" tanya Nayla heran.
"Iya tadi pagi dia sudah buat momy kesal." jawab Lusi.
"Oh." ujar Nayla.
"Akhirnya kalian datang juga." ujar Daniel yang tiba-tiba saja datang dan langsung duduk di samping Nayla.
"Maaf mas." ujar Nayla.
"Akan mas maafkan asal dengan satu syarat." ujar Daniel sambil merangkul Nayla dan mencium kening Nayla.
Nayla yang tak biasa bermesraan di depan orang lain pun wajahnya memerah karena malu.
"Mas.." ujar Nayla sambil mencubit pelan pinggang Daniel.
"Halah mom jangan malu-malu, Dady memang seperti itu." ujar Sheryl yang membuat pipi Nayla semakin memerah.
"Tuh denger kata Sheryl." ujar Daniel.
"Oh iya nanti kita makannya setelah solat magrib saja ya, nanggung nih dikit lagi magrib." ujar Lusi.
"Iya mom." jawab Daniel.
Mereka pun mengobrol santai bersama di ruang keluarga, sesekali Daniel membuat lelucon dan itu membuat Nayla benar-benar heran, kini Nayla bisa melihat sisi lain dari seorang Daniel Atmaja Wiratama.
Saat sedang asyik tiba-tiba saja Sheryl menjatuhkan kepalanya di pangkuan Nayla seperti yang sering dia lakukan dulu di apartemen.
"Aku ngantuk sekali tapi nanggung mom." ujar Sheryl.
Daniel pun langsung menggeser kepala Sheryl.
"Enak saja, ini tempat dady." ujar Daniel sambil dirinya pun menjatuhkan kepalanya di pangkuan Nayla juga.
"Ih dady ngeselin gak mau ngalah sama aku, udah dady sana!" ujar Sheryl tak mau kalah sambil menggeser kepala dadynya lagi.
__ADS_1
"Gak mau! dady sudah nyaman di sini." ujar Daniel tak mau kalah.
Nayla hanya diam saja dia bingung harus membela siapa? sahabatnya atau suaminya!.
Sedangkan Lusi dan Anderson hanya menggelengkan kepalanya melihat perdebatan Sheryl dan Daniel, entah kenapa semenjak menikah dengan Nayla, Daniel jadi seperti anak kecil tidak mau mengalah dengan Daniel, tapi Daniel tetaplah seorang dady yang sayang kepada Sheryl.
"Tau ah dady...." ujar Sheryl bangkit sambil cemberut.
"Sudah kalian ini, kenapa jadi ribut mulu? tuh liat Nayla jadi bingung kan!" ujar Lusi.
Nayla pun hanya tersenyum saat mendengar Lusi berkata seperti itu karena memang benar Nayla menjadi bingung sendiri.
"Ya sudah momy ke kamar duluan ya, momy mau mandi." ujar Lusi sambil bangkit.
"Dady juga ah." ujar Anderson sambil menyusul Lusi dan menyisakan Daniel, Nayla dan Sheryl.
"Kamu gak ikutan kaya momy sayang?" tanya Daniel sama Nayla sambil bangkit dari rebahan di pangkuan Nayla.
"Hah.... maksud mas?" jawab Nayla tidak mengerti.
"Ya kali aja kamu mau mandi bareng juga seperti momy dan dady." ujar Daniel.
Blush.... pipi Nayla langsung memerah.
"Kamu ini jangan aneh-aneh deh mas, sudah mau magrib." ujar Nayla.
"Oh iya Sher, kamu jagain dady kamu ya! aku mau numpang mandi di kamarmu saja." ujar Nayla sambil bangkit dan berlalu dari ruang keluarga karena takut Daniel mengikutinya.
"Siap mom." jawab Sheryl sambil mengacungkan jempolnya.
"Sayang ko kamu begitu." protes Daniel sambil hendak berdiri tapi di hentikan oleh Sheryl.
"Sudahlah dad, mungkin momy lelah! Dady tidak mau peluk aku? hari ini aku belum di peluk dady." ujar Sheryl sambil merentangkan tangannya.
Daniel pun menyerah jika putrinya sudah di mood manja seperti ini, Daniel pun langsung saja memeluk Sheryl dan mencium kening Sheryl.
"Dasar anak manja." ujarnya pada Sheryl sambil tersenyum dan mengacak rambut Sheryl, Sheryl pun hanya membalas dengan senyumannya.
Sedangkan Nayla yang berada di kamar Sheryl merasa selamat karena Daniel tidak mengikutinya.
"Akhirnya aku bisa menghindari mas Daniel dulu, kalau sampai mas Daniel memintanya sekarang entahlah akan selesai jam berapa?" ujar Nayla sambil mengelus dada karena tau jika Daniel sudah memulai maka akan susah selesainya.
"Untung saja, ada baju aku di lemari Sheryl jadi tak perlu repot ambil baju di kamar mas Daniel." ujarnya lagi sambil berjalan ke arah walk in closet yang ada di kamar Sheryl dan keluar lagi menuju kamar mandi.
__ADS_1