
Setelah selesai solat, Nayla pun pamit pada Daniel untuk pergi bersama momy dan Sheryl seperti yang Lusi katakan tadi.
"Mas aku pergi dulu ya!" pamitnya kepada Daniel.
"Iya jangan lama-lama ya!" jawab Daniel.
"Insyaallah mas, aku sih tergantung momy sama Sheryl!" ujar Nayla padahal dia sudah mengabari Yulia untuk bertemu di mall xxx untuk ketemuan selepas magrib karena akan nonton bersama.
"Ya sudah nanti aku kasih tau momy dan Sheryl jangan lama bawa kamu keluarnya!" ujar Daniel.
"Iya mas." jawab Nayla langsung mencium punggung tangan suaminya dan Daniel menciu kening Nayla.
"Hati-hati sayang!" ujar Daniel.
Nayla pun tersenyum dan mengangguk lalu pergi meninggalkan Daniel di kamarnya.
Setelah sampai di bawah, ternyata Lusi dan Sheryl sudah menunggunya.
"Maaf momy jadi kelamaan nungguin aku." ujar Nayla ketika sampai di dekat Lusi.
"Tidak apa-apa, momy ngerti ko!" jawab Lusi sambil tersenyum.
"Ya sudah ayo kita berangkat!" ujarnya.
"Iya ayo! sekarang aku yang nyetir, pulangnya baru momy ya!" ujar Sheryl.
"Baiklah!" jawab Nayla dan mereka pun berangkat.
Setelah sampai di rumah adiknya Lusi yaitu tante dari Daniel, keluarga Lusi yang lain juga ada di sana! mereka sangat menyambut Lusi juga Nayla, mereka begitu senang Lusi mampir mengajak Nayla juga Sheryl.
"Kenalkan ini Raditya anak ke dua tante, maaf kemaren pas besan tidak ikut karena sedang di luar kota." ujar tante Rena adik dari Lusi kepada Nayla.
"Iya tante tidak apa-apa, salam kenal Raditya!" Jawab Nayla sambil menangkupkan tangannya.
"Salam kenal, wah Sheryl om mau dong kenalin sama temannya yang cantik juga baik seperti momymu ini!" ujar Raditya bercanda kepada Sheryl.
"Siap om, om tinggal dateng saja ke kampus! nanti tinggal milih sendiri mau yang kaya gimana!" jawab Sheryl sambil terkekeh.
"Hahaha kamu bisa aja." ujar Aditya.
Setelah begitu lama mengobrol sana sini dan memberitahukan konsep resepsi juga memberikan seragam baju untuk keluarga Rina, Lusi pun pamit pulang karena hari sudah mau magrib.
"Rina kaka pulang dulu ya! ingat 2 atau 3 hari sebelum acara kamu menginaplah di mansion Daniel!" ujar Lusi.
"Iya kaka insyallah, kaka gak makan dulu di sini!" ajak Rina.
"Gak, kebetulan kita ada keperluan lain dulu!" jawab Lusi.
__ADS_1
"Ya sudah hati-hati ya kak! jaga kesehatan jangan sampai hari resepsi kamu malah drop!" pesan Rina.
"Iya adikku." jawab Lusi lalu mereka berpelukan.
Lusi, Sheryl dan Nayla pun pamit kepada semua orang yang di sana, lalu mereka pun pergi dari rumah Rina menuju mall xxx tempat Nayla dan Yulia janji ketemu! namun sebelum itu Nayla meminta Sheryl untuk berhenti dulu di mesjid agar bisa melaksanakan solat magrib dulu, baru setelah itu ke mall xxx agar jiwanya tenang jika sudah melakukan kewajibannya.
Setelah selesai solat, mereka pun lantas langsung pergi ke tempat tujuan, saat sampai di mall xxx ponsel Nayla berdering menandakan ada panggilan masuk dan ternyata Daniel menghubunginya.
"Hallo assalamualaikum mas!" ujarnya dan memerintahkan Sheryl dan Lusi untuk tidak bicara dulu.
"Kamu masih dimana? ko belum pulang!" tanya Daniel.
"Oh iya mas, momy mengajak aku dulu untuk mencari keperluan yang belum sempat di beli katanya mas!" jawab Nayla dan meminta maaf kepada Lusi dengan isyaratnya membuat Lusi tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Emang apa lagi yang belum di beli?" tanya Daniel.
"Aku gak tau mas, sudah dulu ya mas gak enak sama momy! assalamualaikum." jawab Nayla tanpa menunggu jawaban dari Daniel langsung mematikan panggilannya.
Nayla pun menghela nafasnya karena telah berbohong kepada Daniel, dia juga sebenarnya merasa bersalah juga namun kalau gak sekarang kapan lagi? karena sehabis resepsi pasti Daniel akan mengekangnya.
"Maaf ya mas!" ujarnya dalam hati.
Nayla pun berkata kepada Lusi.
"Maaf ya momy jadi jual nama momy hehehe..."
"Baik momy." jawab Nayla.
Nayla pun mencoba menelpon Yulia dan mengabarinya bahwa dia telah sampai.
"Assalamu'alaikum Yulia, kamu sudah sampai?" tanya Nayla ketika panggilan sudah terhubung.
"Sudah Nay, aku di depan bioskopnya ya!" jawab Yulia.
"Ya sudah, aku ke situ sekarang ya!" ujar Nayla.
"Iya Nayla." jawab Yulia lalu panggilan pun terputus.
"Ya udah ayo mom, Sheryl kita masuk! Yulia sudah sampai, dia ada di depan bioskop." ajak Nayla.
"Apa kita tidak makan dulu?" tanya Sheryl.
"Apa kamu lapar?" tanya Nayla tanpa menjawab pertanyaan Sheryl.
"Iya sedikit hehehe.." jawab Sheryl.
"Ya sudah kita makan dulu saja, nanti biar aku chat Yulia! biar nanti dia menyusul kita ke tempat makan." ujar Nayla.
__ADS_1
Lusi dan Sheryl pun mengangguk lantas mereka pun mencari tempat makan di mall tersebut. Setelah sampai di tempat makan, Nayla mencoba mengirim pesan kepada Yulia dan mengirim nama tempat makannya agar Yulia segera menyusul.
Mereka pun duduk lalu memanggil pelayan dan memesan makanan.
"Mom, grandma aku ke toilet dulu ya!" pamit Sheryl.
"grandma ikut dong!" ujar Lusi sambil bangkit dari duduknya.
"Ya sudah ayo grandma." ajak Sheryl pada Lusi dan mereka pun berlalu dari hadapan Nayla.
Saat Nayla sedang serius membalas pesan Daniel yang kembali menanyakan keberadaannya, Nayla di kagetkan dengan kedatangan Yulia.
"Astagfirullah Yulia, kau buat jantungku hampir copot saja!" ujar Nayla.
"Yang bikin jantungan itu justru kamu Nay? bisa-bisanya kamu menjalin hubungan sama pak Daniel tanpa ngasih tau aku? tau-tau kamu sudah menikah dan akan mengadakan resepsi! kamu tau aku begitu syok mendengarnya." tanya Yulia panjang lebar.
"Hehehe maaf, ceritanya panjang sekali Yulia! nanti deh kapan-kapan aku cerita sama kamu." jawab Nayla.
"Kamu memang berhutang cerita sama aku, awas saja kalau kamu tidak cerita!" ujar Yulia mengancam.
Saat Nayla hendak menjawab, Lusi tiba-tiba saja datang dan bertanya.
"Lho ini Yulia ya?" tanya Lusi ketika sampai di kursi yang tadi dia tempati memotong pembicaraan Yulia dan Nayla.
Yulia pun terkejut melihat ibu dari bosnya ada di sini, tak hanya Lusi di sana juga ternyata ada Sheryl putri dari bosnya. Dia kira di sini hanya ada Nayla saja, dia lupa bahwa sekarang Nayla telah menjadi istri dari bosnya.
"Hehehe iya yante saya Yulia!" jawab Yulia gugup.
"Kamu biasa saja kalau bertemu dengan tante, jangan gugup ya! teman Nayla berarti anggap saja tante ibumu sendiri." ujar Lusi sambil tersenyum.
"Masya Alloh baik sekali ibu Lusi, beruntung Nayla mendapatkan mertua sepertinya." ujar Yulia dalam hati.
"Iya tante." jawab Yulia.
Setelah itu Yulia terdiam, dia masih kaget dengan kedatangan Lusi dan Sheryl! Yulia juga masih canggung untuk ikut mengobrol dengan mereka jadi dia hanya diam saja menyimak obrolan Nayla, Lusi dan Sheryl! sesekali dia menjawab pertanyaan Nayla namun setelah itu kembali terdiam.
Tak lama makanan pesanan mereka pun datang, Nayla sudah memesan makanan untuk Yulia juga.
"Maaf ya, aku jadi udah pesanin punya kamu, karena kalau nunggu kamu takut lama dan nanti malah pulang kemalaman." ujar Nayla.
"Iya tidak apa-apa Nayla terimakasih." jawab Yulia sambil tersenyum.
Lalu mereka pun makan dengan lahap tanpa Nayla sadari bahwa Daniel di mansion telah menunggunya dan begitu menghawatirkan Nayla karena tak kunjung pulang walau sebentar lagi waktu isya akan datang.
☘️ Sekian dulu ya.☘️
Jangan lupa dukungan untuk authornya ya.
__ADS_1
Terimakasih. 🥰🥰