Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 63


__ADS_3

Setelah selesai solat, Daniel dan Nayla pun ikut berkumpul dengan keluarga yang baru saja pada datang termasuk abang dan kaka iparnya Nayla, mereka baru datang karena memang pekerjaan abang Nayla tidak bisa cuti lama.


"Ayo pada makan dulu! biar nanti kita ngobrolnya enak." perintah ibu pada semua orang.


"Kamu juga Nay, ajak suami makan!" lanjutnya pada Nayla.


"Iya ibu." jawab Nayla.


"Mau aku ambilkan atau kita ambil bareng mas?" tanya Nayla pada Daniel.


"Ambil bareng saja sayang." jawab Daniel.


"Cielah.... pengantin baru mah bebas... panggilnya sayang-sayangan." ujar salah satu sepupu Nayla yang bernama Nia.


"Dih kamu syirik aja sama teteh kamu, makanya kamu cepetan cari jodoh." jawab adik dari bapak yang tak lain ibu dari Nia.


"Lah malah aku yang kena." ujar Nia membuat semua orang tertawa.


Nayla dan Daniel pun mengambil makan siang mereka bersama-sama lalu mereka semua makan siang yang terlalu siang bersama-sama.


Setelah selesai mereka berkumpul kembali untuk membicarakan setiap prosesnya agar nanti saat hari H berjalan dengan lancar.


"Ngomong-ngomong nak Daniel pulang ke kotanya hari apa?" tanya salah satu bibi Nayla.


"Mungkin besok saya sudah kembali lagi Bu." jawab Daniel.


"Jika di pikir lagi kang, agar terhindar dari segala kemungkinan karena bawaannya itu kalau pengantin selalu ada halangan, gimana kalau Daniel tetap di sini saja? biar nanti di hari Minggu hanya keluarganya yang datang!." ujar bibi Nayla pada ayah Nayla.


"Bukan apa-apa hanya takut saja terjadi sesuatu pada pengantin di perjalanan nanti." lanjut bibi.


"Iya juga sih, aku pun sempat berpikir begitu! tapi masa iya pengantin pria dan wanita di satukan terlebih dahulu?" jawab ayah Nayla.


"Biarkan Daniel tinggal di rumahku saja kang bersama Aldi!" ujar bibi.


"Wah ide bagus itu, gimana nak Daniel?" tanya ayah Nayla.


"Aku sih menurut saja yah gimana baiknya, nanti biar Daniel kasih tau orangtua Daniel." jawab Daniel.


"Ya sudah, kamu puas-puasinlah dulu di sini bersama Nayla, nanti hari Jumat kamu harus tinggal di rumah bibimu." ujar ayah.


"Iya ayah." jawab Daniel.


Lalu mereka pun lanjut mengobrol hingga waktu tak terasa sudah ashar, para lelaki pun memutuskan untuk solat berjamaah di mesjid.


Selagi suaminya pergi salat, Nayla pun ikut melaksanakan solat di musola yang ada di rumah orangtuanya, lalu kembali masuk ke dalam kamarnya untuk mengecek ponselnya.


Ternyata banyak sekali panggilan tak terjawab dari Sheryl juga chat darinya dan juga dari mertuanya yang berisi ucapan selamat hari lahir, ketika Nayla akan membalas chatnya tiba-tiba saja Daniel masuk ke dalam kamar hingga membuat Nayla mengurungkan niatnya untuk membalas chat Dair Sheryl juga mertuanya.


"Mas sudah selesai?" tanyanya kepada Daniel.


"Sudah sayang, kamu sudah solat?" jawab Daniel.

__ADS_1


"Alhamdulillah sudah mas." ujar Nayla.


"Ya sudah, mas mau menelpon momy dulu! mengabarkan apa yang tadi ayah bilang." ujar Daniel sambil menghampiri Nayla dan susuk di samping Nayla.


"Kamu liat ponsel mas tidak." tanya Daniel ketika dia cari di kasur tidak ada


"Ponsel mas? mungkin ketinggalan di mobil mas." jawab Nayla.


"Pake ponselku aja mas!" lanjut Nayla sambil memberikan ponselnya kepada Daniel.


"Baiklah." jawab Daniel langsung meraih ponsel Nayla dan melakukan panggilan Vidio call terhadap momynya.


Setelah panggilan tersambung tak lama langsung di terima panggilannya oleh momy.


"Hallo assalamualaikum Nayla!" ujar momy di layar ponselnya.


"Waalaikumsalam momy... ini Daniel." jawab Daniel.


"Eh Daniel, ada apa? apa kalian sudah sampai?" tanya Lusi.


"Sudah momy, nih menantu momy." jawab Daniel sambil mengarahkan ponselnya ke Nayla yang berada di sampingnya.


"Assalamualaikum momy." ujar Nayla.


"Waalaikumsalam sayang, syukurlah kalau kalian sudah sampai." jawab Lusi.


"Oh iya ada apa? kayanya ada yang mau kamu sampaikan Daniel? karena tumben saja menghubungi momy lewat ponsel Nayla." tanya Lusi.


"Ada apa sayang." ujar Lusi.


"Jadi gini momy, karena keluarga Nayla di sini menghawatirkan Daniel dan takut terjadi sesuatu dengan Daniel di perjalanan nanti, Daniel di suruh jangan pulang ke kota dulu sampai hari H! kata ayah biar nanti keluarga saja yang menyusul ke sini." ujar Daniel.


"Lho kalau pengantin prianya gak pulang nanti kamu tinggal dimana? masa mau di situ juga, terus kalau kita datang ke situ gak ada pengantin prianya dong gak seru." jawab Lusi.


"Jadi gini momy, besok aku suruh tinggal di rumah bibinya Nayla bersama sepupu laki-lakinya, Nanti momy dan yang lain berkumpul di rumah bibi Nayla bersama aku." ujar Daniel mencoba menjelaskannya kepada Lusi.


"Oh gitu ya, ya sudah nanti biar momy bicarakan lagi sama dady ya!" jawab Lusi.


"Iya momy." ujar Daniel.


"Ya sudah momy tutup dulu ya telponnya!" ujar Lusi.


"Iya momy, aku serahin semua urusan di situ sama momy dan dady ya." jawab Daniel.


"Ya sudah kamu tenang saja, assalamualaikum." ujar Lusi.


"Waalaikumsalam." jawab Daniel dan Nayla.


Daniel pun menghela nafasnya.


"Kenapa mas?" tanya Nayla.

__ADS_1


"Hehehe tidak apa-apa, mas hanya senang tidak jadi jauh denganmu!" jawab Daniel sambil tersenyum dan memeluk Nayla.


"Sayaaang....!" ujar Daniel dengan nada berat.


"Iya ada apa mas?" tanya Nayla.


"Mas tiba-tiba saja pengen." ujar Daniel sambil menatap Nayla dengan kabut gairah.


"Enggak ya mas! ini itu lagi banyak orang, masa kita malah enak-enak di kamar." jawab Nayla sambil melepaskan pelukan Daniel.


"Sebentar saja sayang!" pinta Daniel.


"Enggak mas, di sini kan kamar mandinya satu mas! aku malu jika harus keramas sore-sore." jawab Nayla tetap dalam pendiriannya.


"Mas harus puasa selama 4 hari ini ok!" ujar Nayla.


"Ahh..... tidak itu bahaya sayang!" jawab Daniel dengan lesu sambil merebahkan dirinya di kasur.


"Bahaya kenapa mas?" tanya Nayla heran.


"Bahaya kalau alat tempur mas gak di pakai-pakai! bisa karatan punya mas." jawab Daniel sambil memelas pada Nayla.


"Alah mas itu alasan saja, kemaren lagi menduda bertahun-tahun tidak di pakai tidak kenapa-kenapa? masa sekarang 4 hari libur sudah karatan?" ujar Nayla.


"Jangan-jangan mas suka jajan ya?" tanyanya sambil menatap garang kepada Daniel.


Daniel pun langsung terbangun.


"Gak sayang, beneran! mas hanya melakukannya sama mantan istri mas juga sama kamu doang." jawab Daniel sambil memegang tangan Nayla dengan lembut.


"Awas saja ya mas! kalau mas sampai jajan di luar akan aku potong punyamu itu." ujar Nayla sambil meragakannya.


Daniel pun bergidik ngeri kenapa Nayla sekarang jadi galak seperti ini, salahnya juga tadi yang asal bicara.


"Iya maaf sayang, tadi mas cuma bercanda." ujar Daniel sambil menggaruk lehernya yang tak gatal.


"Ya sudah aku keluar dulu ya mas, gak enak berduaan di kamar terlalu lama." ujar Nayla.


"Iya sayang, mas nanti saja menyusul." jawab Daniel.


Nayla pun mengangguk dan langsung keluar dari kamarnya.


"Kenapa Nayla jadi garang begitu, ahhh.... tetap saja walaupun dia garang tetap menggemaskan." ujar Daniel sambil tersenyum.


☘️Sekian dulu ya.☘️


Sebenernya ini belum ada konflik ya, aku kasih bocoran sedikit jadi nanti konfliknya itu setelah Nayla menyadari telah jatuh cinta sama Daniel dan mengutarakan cintanya kepada Daniel, namun kebahagian itu hanya sebentar karena ternyata konflik rumahtangganya itu malah mulai berdatangan....


Nah yang penasaran seperti apa konfliknya, ikutin terus cerita Nayla dan Daniel ini ya...


Jangan lupa dukungan untuk author agar semangat dalam menulisnya.

__ADS_1


Terimakasih. 🤗🤗😊


__ADS_2