Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 99


__ADS_3

"Apa maksudmu Rangga?" tanya Nayla.


"Seperti yang aku katakan, mereka juga telah menipumu!" jawab Rangga.


Nayla terkekeh.


"Kamu bicara melantur saja Rangga! aku percaya bagaimana Sheryl? dia tidak akan pernah menipuku! jangan hanya karena kamu sakit hati denganku kamu jadi memfitnah mereka." ujar Nayla.


Rangga tersenyum.


"Ya kau memang benar Nayla! kau lebih tau Sheryl seperti apa di bandingkan diriku yang hanya tau tentang dirimu! tapi Nayla aku pun mengatakan semua ini bukan untuk memfitnah mereka namun semua ini adalah kenyataan yang aku temukan saat menyelediki tentang bagaimana komunikasi kita bisa terputus." ujar Rangga.


"Kau hanya perlu mendengarkan apa yang aku jelaskan agar hatiku juga merasa tenang! aku juga tidak akan memaksa mu untuk percaya, semua aku serahkan kepadamu bagaimana nantinya." ujar Rangga lagi.


Nayla hanya diam saja, dia juga bingung harus bicara apa? ingin sekali dia sekarang ini langsung pergi saja karena apapun yang akan di jelaskan Rangga tidak akan mengubah apapun dalam dirinya dan Rangga, karena sekarang dia telah menjadi istrinya Daniel! namun dalam hatinya dia juga penasaran tentang putusnya komunikasi mereka dan apa yang Rangga maksud dengan mereka yang telah menipunya.


"Aku artikan diamnya kamu dengan setuju, baiklah aku akan mulai dengan penjelasan ku." ujar Rangga.


Rangga pun menjelaskan semua yang terjadi padanya dan juga penyebab dari putusnya komunikasi mereka tanpa dia tutupi sedikit pun bahwa orangtuanya lah penyebabnya dan alesan mereka melakukannya, awalnya Nayla kaget karena tidak menyangka bahwa mamahnya Rangga tidak menyukainya karena selama ini dia terlihat biasa saja. Namun dari penjelasan Rangga dia bisa mengerti semuanya.


"Aku tau bahwa penjelasan ini tidak akan mengubah apapun tentang dirimu dan om Daniel yang telah sah menjadi pasangan halal, namun aku juga berhak untuk menjelaskan semuanya terhadapmu agar kita bisa benar-benar selesai." ujar Rangga sambil menatap inten Nayla.


"Aku juga ingin memastikan bahwa di matamu masih ada kah cintamu untukku? namun yang aku lihat, rasa itu sudah lenyap di gantikan dengan perasaan bersalah! aku mengikhlaskanmu Nayla, hiduplah bahagia dengan pasanganmu!." ujar Rangga membuat Nayla langsung menatap Rangga dengan tatapan berkaca.


"Rangga! maaf dan terimakasih." ujar Nayla.


"Dan ya.....sebelum itu aku ingin menunjukkan rekaman suara ini dulu, terserah kamu mau mendengarkannya kapan, namun kalau bisa kamu mendengarkannya dengan om Daniel juga Sheryl agar kamu juga bisa langsung meminta penjelasan mereka." ujar Rangga sambil memberikan alat perekam suara itu, lalu Nayla pun menerimanya.


"Baiklah Nayla! sudah cukup lama kita berdua di sini, aku pamit pergi! semoga kamu bahagia dengan pilihanmu! jika om Daniel menyakitimu, aku akan selalu ada di belakangmu Nayla." ujar Rangga.


"Rangga! sekali lagi terimakasih dan maaf, semoga kamu juga bisa mendapatkan jodoh yang lebih baik dariku." jawab Nayla.

__ADS_1


"Ya semoga saja!" ujar Rangga, lalu bangkit dari duduknya dan langsung pergi begitu saja karena tidak tahan dengan air matanya yang hampir menetes di depan Nayla.


Setelah cukup lama terdiam, Nayla pun mengabari Sheryl bahwa Rangga dan dirinya telah selesai bicara, tak lama Sheryl pun menghampiri Nayla dan duduk di depan Nayla.


"Bagaimana mom? apa dia macam-macam sama kamu?" tanya Sheryl dengan nada kawatir, karena sedari tadi dia tidak fokus.


"Alhamdulillah semua baik-baik saja Sher! dan Rangga pun sudah bisa menerima pernikahanku dengan dadymu." ujar Nayla dengan tersenyum.


"Benarkah?" tanya Sheryl seolah tidak percaya karena semua di luar prediksinya. Sheryl kira Rangga akan memaksa Nayla dengan kata-katanya atau apalah.


"Iya, dan dia mendoakan kebahagian untukku dan dadymu! walau bisa aku lihat dari matanya, ada luka dan kekecewaan yang sangat besar dalam dirinya." jawab Nayla dengan sendu.


"Aku merasa menjadi wanita paling jahat terhadapnya, namun aku juga bisa apa? sekarang aku sudah bersuami, tidak baik memikirkan perasaan laki-laki yang jelas bukan pasangan halalku." lanjutnya lagi.


Sheryl pun menggenggam tangan Nayla memberikan kekuatan untuk momy sambung sekaligus sahabatnya itu.


"Tidak apa mom, semoga Rangga bisa mendapatkan pengganti seperti dirimu!" ujar Sheryl.


"Syukurlah semua baik-baik saja! aku kira Rangga akan nekat melakukan sesuatu." ujar Sheryl dalam hatinya.


"Namanya juga manusia mom, jadi menurut mom bagaimana? apa ada perasaan menyesal tidak menunggu Rangga?" tanya Sheryl.


"Kamu ini ngomong apa sih Sher? walau bagaimana pun dan penjelasan apa pun yang Rangga katakan tidak akan mengubah bahwa aku adalah istri dadymu! dan aku tidak menyesal karena kasih sayang yang kalian berikan kepadaku membuat hati ini menyayangi kalian berdua." ujar Nayla.


"Walau aku juga tak tau, apakah sudah mencintai dadymu atau belum? karena perasaan ini semakin hari semakin bertambah." ujar Nayla dalam hati karena tidak ingin Sheryl tau bahwa dirinya menikah dengan dadynya karena terpaksa pada awalnya.


Padahal tanpa Nayla tau Sheryl tau semuanya.


"Dan kami pun menyayangimu!" ujar Sheryl sambil memeluk Nayla.


"Andai kamu tau drama sebelum kamu menikah adalah rekayasa, dan semua tidak seperti yang kamu pikirkan? apa kamu akan memaafkan aku dan Dady? walau aku tau masalah ini tidak terlalu besar, namun bukan masalahnya tapi kepercayaannya yang telah aku nodai." ujar Sheryl dalam hati.

__ADS_1


"Ya sudah, ayo kita shoping!" ujar Nayla.


"Baiklah, ayo kita habiskan uang suamimu!" jawab Sheryl dan mereka pun langsung tertawa.


"Baiklah, nanti kita pulang langsung masak bersama ya! dan bilangin suamiku itu agar pulang tepat waktu." ujar Nayla.


"Siap." ujar Sheryl, lalu mereka pun bergandengan tangan berjalan menyusuri setiap toko yang ada di mall tersebut.


Dan entah berapa toko yang mereka kunjungi, namun keluar dengan tidak membawa belanjaan karena menurut Nayla tidak ada yang bisa menarik perhatiannya, tidak dengan Sheryl yang akan menenteng tas belanjaan di setiap keluar toko yang mereka kunjungi.


"Kenapa momy belum ada satu pun barang yang di beli? padahal semuanya itu tadi bagus-bagus." tanya Sheryl.


"Entahlah, semua tak ada yang menarik! ke toko buku saja yuk!" ajak Nayla.


"Mau membeli apa?" tanya Sheryl.


"Novel." jawab Nayla.


"Dasar, masih belum berubah kesukaannya." ujar Sheryl.


"Untuk mengisi kalau lagi jenuh saja di rumah, kalian kan selalu pergi tiap hari dengan kegiatan masing-masing." ujar Nayla.


"Baiklah momyku yang cantik." ujar Sheryl, lalu mereka pun berjalan menuju toko buku yang ada di mall tersebut.


Sedangkan di kantor Daniel, Daniel terus melirik ke arah ponselnya yang ada di atas meja di hadapannya, dia menunggu Nayla atau pun Sheryl mengirimkan pesan atau pun menelpon, namun tidak kunjung datang juga.


"Apa mereka sibuk belanja hingga tak ada yang sempat mengabari? menyebalkan, untuk aku sayang istri dan anakku itu." ujar Daniel menggerutu namun tak lama akan tersenyum kembali.


☘️Sekian dulu ya.☘️


Terimakasih yang masih setia membaca kisah nya Nayla dan Daniel, jangan lupa dukungannya ya, dengan like, vote dan komentarnya.

__ADS_1


Dan mohon maaf author belum bisa menjadi penulis profesional yang bisa tiap hari update...


Terimakasih.. 🥰🥰🤗


__ADS_2