Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 86


__ADS_3

Di restauran tempat Sheryl dan Rangga.


Sheryl dan Rangga makan dalam diam, sebenernya Sheryl tidak berselera makan hatinya begitu tak tenang apa yang harus dia katakan nanti pada Rangga! tapi dirinya lebih tidak enak lagi jika menolak ajakan Rangga. Begitupun dengan Rangga, hatinya sekarang begitu tak karuan! dia takut jawaban dari Sheryl akan semakin membuatnya merasakan sakit hati, tapi jika tidak bertanya maka dirinya pasti akan di landa rasa penasaran dan juga ceritanya dan Nayla akan dia anggap belum selesai.


Setelah selesai makan dan pelayan pun telah merapihkan bekas makan mereka dengan permintaan Rangga, Rangga pun mulai membuka suaranya.


"Jadi bisa kamu jelaskan semuanya?" tanya Rangga.


"Tentang apa?" jawab Sheryl.


"Kamu tidak usah pura-pura tidak mengerti Sheryl!" ujar Rangga.


"Iya, maksudku penjelasan dari mana dahulu yang ingin kamu dengar." tanya balik Sheryl kepada Rangga.


"Semuanya! dari mana berawalnya hingga Nayla bisa menikah dengan dadymu?" jawab Rangga.


Sheryl pun menghela nafasnya karena dirinya sendiri pun bingung harus mengatakan apa? tidak mungkin juga dia akan mengatakan semuanya dengan jujur, bagaimana Nayla bisa menikah dengan dadynya? dia tidak Inging menghancurkan kebahagiaan dadynya yang baru dia rasakan.


"Aku bingung harus menceritakannya bagaimana? namun kau juga pasti tau, Nayla bekerja menjadi sekertaris dadyku! mungkin di saat itulah mereka dekat hingga mempunyai perasaan satu sama lain tanpa aku ketahui, di tambah tidak ada kabarnya darimu Rangga! mungkin itu juga yang menjadi salah satu alasan Nayla membuka hatinya untuk dadyku." ujar Sheryl.


"Saat sebulan tidak ada kabar darimu, Nayla begitu murung dan sedih! hingga bulan berikutnya pun dia masih menyimpan rasa untukmu Rangga, itu yang aku lihat! namun hati mana kita tau kapan akan berpaling? saat dady bilang dia mempunyai hubungan dengan Nayla namamudan akan melamar lalu menikah dengan Nayla, aku pun sama syoknya Rangga! bagaimana bisa mereka menjalin hubungan di belakangku? dan kenapa Nayla tidak mengatakan jujur?." lanjutnya menghentikan dulu penjelasannya lalu menghela nafasnya dan memulai lagi.


"Dady pun menjelaskan bahwa Nayla takut aku marah terhadapnya, dady memintaku untuk berpura-pura tidak tau untuk menjaga perasaan Nayla sampai aku merestuinya! aku pun melakukannya karena dalam hatiku, aku masih meragukan perasaan Nayla kepada dady karena aku tau sendiri bagaimana perasaan Nayla terhadapmu! aku mencoba untuk melihat ketulusan Nayla hingga aku menyadari bahwa mungkin sedikit demi sedikit tergantikan dengan nama dady, hingga aku yakin untuk merestui mereka." ujar Sheryl sambil menatap Rangga.


"Maaf Rangga aku berbohong padamu." ujar Sheryl dalam hatinya.

__ADS_1


"Rangga aku mohon, kamu jangan marah terhadap Nayla dan juga dady! kita tidak tau perasaan kita akan cepat berubah? apalagi saat itu kamu memutuskan komunikasimu dengan Nayla hingga Nayla bisa membuka hatinya untuk dady! dan kita juga gak tau jodoh itu seperti apa? dan mungkin memang jodoh Nayla adalah dadyku." mohon Sheryl pada Rangga.


"Apa hanya karena alasan komunikasi putus saja Sheryl? itu mustahil Sheryl! aku tidak bisa percaya bahwa Nayla bisa melupakan perasaannya kepadaku hanya karena sebuah komunikasi! penjelasanmu sungguh tidak masuk akal, apalagi aku tidak berkomunikasi dengan Nayla tidak sampai setahun Sheryl." ujar Rangga benar-benar tidak bisa menerima penjelasan dari Sheryl.


"Hati manusia mana bisa kita tau Rangga? memang seperti itulah kenyataannya! dan sekarang aku bertanya kenapa nomor mu tidak bisa di hubungi dan kenapa kamu tidak menghubungi Nayla?" tanya Sheryl kepada Rangga.


"Aku pun tidak tau kenapa Sheryl? aku pun sulit menghubungi Nayla dengan kartu apapun, pada saat itu aku sedang belajar berbisnis juga dengan papaku hingga aku tidak ada waktu untuk mencaritahu ada apa dengan ponselku? aku pikir aku bisa menanganinya ketika aku selesai dengan bisnis pertamaku, namun semua diluar dugaan aku malah membaca berita pernikahan Nayla dan dadymu yang membuat aku langsung terbang ke Indonesia pada saat itu juga! aku hancur Sheryl! hancur." jawab Rangga sambil meneteskan air matanya.


Sheryl bisa melihat kesungguhan Rangga dari matanya, Sheryl pun ikut meneteskan air matanya karena bagaimana pun juga Rangga adalah sahabatnya.


"Maaf aku merestui mereka tanpa memikirkan perasaanmu! tapi sekarang sudah terlanjur Rangga." ujar Sheryl sambil menundukkan pandangannya lalu tak lama dia pun langsung mengangkat kepalanya.


"Oh iya, ada alasan lain kenapa aku merestui Nayla dan dadyku dan kamu harus tau!" ujar Sheryl.


Rangga pun menatap Sheryl.


"Itu karena mama mu tidak menyukai Nayla dan tidak merestui mu dengan nayla!" jawab Sheryl.


"Maksud kamu apa? jangan libatkan orangtuaku atas semua ini! mereka tidak tau apa-apa." ujar Rangga dengan nada sedikit tinggi.


"Tapi itu adalah kenyataannya Rangga! apa kamu tidak menyadari bahwa komunikasi mu dengan Nayla terputus ada sangkut pautnya dengan orangtuamu?" ujar Sheryl.


"Cukup Sheryl kamu jangan mengada-ada! tidak mungkin orangtuaku seperti itu, dan apa kamu punya bukti?" tanya Rangga.


"Aku memang tidak mempunyai bukti Rangga! namun aku mendengar sendiri bagaimana pmama mu menjelek-jelekkan Nayla di depanku dan bilang bahwa menyuruhmu pergi kuliah di luar negeri adalah rencananya untuk menjauhkanmu dengan Nayla." jawab Sheryl.

__ADS_1


Rangga pun terdiam.


"Bagaimana bisa?" ujarnya.


Sheryl pun menceritakan pertemuannya dengan mama Rangga kepada Rangga secara detail agar Rangga tau, seperti apa mamahnya itu.


"Itulah salah satu alasan aku mau merestui mereka Rangga! karena aku menyayangi Nayla, aku tidak ingin Nayla hidup dengan orang seperti mamamu yang bisa bermuka dua di hadapanmu!" ujar Sheryl.


"Itu tidak mungkin Sheryl." ujar Rangga tidak percaya bahwa mamanya bisa bicara seperti itu.


"Tapi itu adalah kenyataannya Rangga! jadi aku mohon iklaskan Nayla untuk dadyku!" mohon Sheryl.


Rangga pun tidak menjawab, dia hanya mengacak rambutnya frustasi dengan mata yang mengeluarkan air matanya, sungguh hatinya hancur lebih hancur lagi menerima kenyataan jika mamahnya seperti itu, apalagi kalau sampai perkataan Sheryl benar bahwa komunikasinya dengan Nayla putus ada campur tangan orangtuanya.


"Aku tau hati kamu hancur Rangga! tapi semua sudah seperti ini, biakan Nayla bahagia dengan dadyku!" ujar Sheryl.


"Aku pamit dulu ya Rangga! sekali lagi aku minta maaf." ujar Sheryl lalu bangkit dari tidurnya dan menepuk pundak Rangga tanda untuk menguatkan Rangga.


Sheryl pergi meninggalkan Rangga yang sedang hancur hatinya.


Sheryl pun menengok kebelakang sekali lagi, untuk melihat Rangga yang sedang menundukkan kepalanya sambil memijat pelipisnya.


"Maaf Rangga! aku tau kamu hancur, tapi lebih baik seperti ini daripada kamu masih berharap dengan Nayla karena aku tidak akan membiarkan kamu menghancurkan kebahagian dady, maaf aku egois Rangga." ujar Sheryl dalam hati lalu kembali melanjutkan langkahnya untuk mencari taksi.


Sedangkan Rangga di dalam hanya bisa menangisi nasibnya yang harus benar-benar berpisah dan melupakan Nayla, sungguh saat ini hatinya hancur! dia berharap dalam hatinya bahwa saat ini dirinya sedang bermimpi, namun kenyataannya semuanya itu benar dan ini bukanlah mimpi dirinya benar-benar telah kehilangan Nayla.

__ADS_1


☘️Sekian dulu ya.☘️


Terimakasih yang masih setia membaca, jangan lupa dukung terus cerita ini ya! dengan like, vote, komen dan poin koinnya ya. 🥰🥰🤗


__ADS_2