
Saat ini Sheryl dan Nayla sedang dalam perjalan pulang, dan tanpa terasa hari sudah beranjak sore! walau tadinya Nayla yang mengajak Sheryl belanja, nyatanya yang banyak belanja hanyalah Sheryl! Nayla hanya membeli beberapa baju muslimah saja.
Dalam perjalanan, di dalam hati Sheryl sangat bersyukur! kini masalah Rangga telah teratasi, nyatanya Nayla memilih dadynya walau sudah tau penyebab putusnya silaturahmi nya dengan Rangga. Sheryl pun berdoa semoga saja drama kebohongannya dengan keluarganya tidak pernah di ketahui oleh nayla. Tapi Sheryl tidak tau kalau Rangga lebih cepat bergerak darinya, karena rekaman isi suara Renata yang menceritakan semua drama itu ada di tangan Nayla.
"Mau mampir dulu gak mom?" tanya Sheryl pada Nayla.
"Mampir kemana lagi Sher? ini udah sore lho! mending kita pulang terus solat dan lanjut masak." jawab Nayla.
"Ya kali kamu ada yang mau di beli, bahan makanan atau apa gitu mom!" ujar Sheryl.
"Alhamdulillah, stok bahan masakan di kulkas masih banyak." ujar Nayla.
"Oh ya sudah." jawab Sheryl sambil melajukan mobilnya.
"Oh iya, apa kamu sudah mengabari dadymu?" tanya Nayla.
"Astagfirullah... ya ampun aku lupa sekali! pasti ngomel-ngomel nih!" jawab Sheryl.
"Ya sudah biar aku saja yang ngabarin!" ujar Nayla.
Sheryl pun mengangguk dan sedikit ada rasa takut, karena dirinya lupa mengabari dadynya.
Saat Nayla menyalakan ponselnya, matanya langsung menelpon melihat puluhan panggilan tak terjawab dari Daniel.
"Mampus aku." ujar Nayla dalam hati.
Nayla pun memeriksa ponselnya kenapa saat suaminya menelpon dirinya tidak menyadarinya, dan bisa Nayla lihat bahwa pengaturan di ponsel nya bahwa panggilan telpon telah di silent.
"Duh gimana ini Sher? ternyata ada puluhan telpon tak terjawab dari mas Daniel!" ujar Nayla.
"Gak apa-apa mom, coba mom telpon balik?" saran Sherly, padahal dalam hatinya juga merasa takut, karena pasti saja Daniel pun menghubungi ke ponselnya.
"Ya sudah." ujar Nayla.
Nayla pun mencoba menelpon Daniel dengan perasaan dag-dig-dug...
Tut..Tut...Tut....
Tak lama panggilan pun langsung terjawab.
"Assalamualaikum... sayang kamu kemana aja? kenapa tidak mengangkat panggilan telpon dari mas?" ujar Daniel di sebrang sana dengan nada kawatir hingga membuat Nayla merasa bersalah.
"Waalaikumsalam..maaf mas, mungkin tadi aku gak sengaja ke pencet silent pengaturan panggilannya, jadi saat berbelanja tadi aku gak ngerasa ada panggilan! begitu juga dengan Sheryl." jawab Nayla.
__ADS_1
Terdengar oleh Nayla saat ini Daniel sedang menghela nafasnya.
"Baiklah, yang penting kamu dan Sheryl tidak apa-apa." ujar Daniel.
"Iya mas alhamdulillah, kami baik-baik saja! ini sudah arah pulang, mas pulang jam berapa? tanya Nayla.
"Insyaallah gak terlalu malam, mungkin habis magrib sudah di rumah, karena memang pekerjaan nya hari ini gak terlalu berat juga gak terlalu ringan." ujar Daniel.
"Baiklah, aku siapin makan di sini ya mas!" ujar Nayla.
"Siap istriku!" jawab Daniel.
"Oh ya mas, setelah makan mari kita kumpul bersama dulu di ruang keluarga!" ajak Nayla kepada Daniel.
"Memangnya ada apa sayang! apa terjadi sesuatu?" tanya Daniel.
"Gak ada apa-apa mas, aku hanya rindu kumpul bersama saja! dan ingin mendengarkan sesuatu dengan kamu dan Sheryl." jawab Nayla sambil memberikan suara senyumannya.
"Baiklah, apapun yang istriku minta akan mas kabulkan." ujar Daniel sambil terkekeh.
"Baiklah mas, aku tutup dulu ya telponnya!" ujar Nayla.
"Iya sayang, assalamualaikum..." ujar Daniel.
"Waalaikumsalam.." ujar Nayla lalu panggilan pun berakhir.
"Alhamdulillah tidak apa-apa!" jawab Nayla.
"Syukurlah... oh iya ngomong-ngomong kamu ngajak kumpul di ruang keluarga sambil mendengarkan sesuatu, sesuatu apa?" tanya Sheryl penasaran dengan omongan Nayla.
"Oh itu ada saja, pokonya rahasia." ujar Nayla sambil tersenyum jahil.
"Ish..... momy gak seru!" ujar Sheryl lantas Nayla pun tertawa.
"Kalau aku mengatakan jujur kepadamu Sheryl! aku takut kamu akan melarangku untuk mendengarkannya! aku hanya ingin tau apa yang tidak aku ketahui" ujar Nayla dalam hati.
Tak lama mereka pun sampai di mansion, Nayla pun berkata bahwa dirinya akan langsung ke kamarnya untuk membersihkan diri dan melaksanakan kewajiban kepada Alloh, tapi sebelum itu dia ke dapur terlebih dahulu, dan memberi perintah kepada bibi dan yang lain untuk menyiapkan bahan-bahan yang akan dia pasak, termasuk menyiangi semuanya, agar nanti dirinya tinggal memasak karena waktu sudah begitu sore.
Karena memang nanggung dengan waktu magrib, Nayla pun tidak turun lagi ke bawah! dia memutuskan untuk solat magrib terlebih dahulu baru dia turun untuk menyiapkan makan malam keluarganya, yang penting nasi sudah di masak.
Setelah selesai solat magrib, Nayla pun turun ke bawah, dan melihat siapa saja yang belum solat biar melaksanakan kewajiban mereka dulu, dan mereka pun menunduk, karena bi Sumi telah selesai dari kewajibannya, Nayla pun menyuruh bibi membantunya agar cepat selesai.
Baru saja Nayla menata makanannya, Daniel pun langsung datang dan memeluk Nayla dari belakang.
__ADS_1
"Mas! astagfirullah kamu itu ngagetin aja! dan malu di lihat yang lain." ujar Nayla kaget.
"Gak apa-apa ya bi, kita kan sudah halal." ujar Daniel kepada bi Sumi, namun bi Sumi hanya membalasnya dengan senyuman, begitu pun dengan maid yang lain.
Blush.....pipi Nayla langsung memerah karena malu.
"Ish.... sudah sana, mas mandi dulu! abis itu kita makan malam, dan jangan lupa Sheryl langsung mas panggil ya!" perintah Nayla kepada Daniel.
"Baiklah sayangku." jawab Daniel sambil mencium pipi Nayla dekat bi Sumi dan para maid lainnya.
"Mas!" ujar Nayla dengan sedikit mengeluarkan suara yang kencang tanda dirinya memprotes.
Tapi tak lama wajahnya pun manampilkan senyuman karena tidak menyangka Daniel akan bersikap seperti itu.
Setelah Daniel membersihkan diri dan turun kembali bersama Sheryl, makanan pun telah tersedia di meja makan semuanya.
Nayla pun tersenyum menyambut suami dan anak sambungnya itu.
Seperti biasa nya Daniel akan selalu memuji masakan Nayla yang begitu lezat begitu juga dengan Sheryl, Nayla begitu senang karena apapun yang Nayla masak, Daniel pasti akan memuji masakannya hingga dirinya begitu semangat untuk memasak.
*****
Sesuai apa yang di katakan Nayla! setelah makan mereka pun berkumpul bersama di ruang keluarga, mereka pun nonton bersama seakan Nayla lupa dengan rekaman suara itu.
30 menit pun telah berlalu, Nayla pun menyadari tentang rekaman yang ada di dalam saku ya, dia pun langsung mematikan televisi yang mereka tonton membuat Daniel dan Sheryl mengalihkan pandangannya kepada Nayla.
"Kenapa mom?" tanya Sheryl.
"Iya sayang ada apa?" tanya Daniel dengan nada kawatir.
Nayla pun tersenyum.
"Tidak apa-apa mas, Sher, aku hanya ingin mendengarkan sesuatu dengan kalian." jawab Nayla.
"Oh iya, lalu mana kasetnya?" tanya Daniel.
"Bukan kaset mas, ini hanya alat perekam suara!" ujar Nayla kepada Daniel dana Sheryl sambil mengeluarkan alat perekam suaranya.
"Apa tuh mom?" tanya Sheryl.
"Momy juga gak tau, tapi momy ingin mendengarnya dengan kalian." ujar Nayla padahal itu semua bohong...
☘️ Sekian dulu ya.☘️
__ADS_1
Mohon maaf dan selalu author bilang maaf, karena belum bisa up setiap hari.
Salam sukses untuk kita semua