
Setelah sekian lama Nayla dan kedua mertuanya mengobrol santai di ruang keluarga sambil menunggu Daniel membujuk Sheryl yang sedang merajuk, Daniel pun datang dengan Sheryl yang bergelanjut manja di pundak Daniel. Sheryl juga sudah tidak cemberut lagi seperti tadi, kini dia justru seperti senang karena dari tadi Sheryl terus tersenyum! entah apa yang di katakan Daniel hingga Sheryl bisa tersenyum seperti itu.
"Tuh kan apa kata momy! nanti juga Sheryl akan terbujuk rayuan maut Daniel." ujar Lusi ketika melihat kedatangan Daniel dan Sheryl.
"Iya mom, aku juga heran mereka sering debat dan juga cepat sekali baiknya!" jawab Nayla
Lusi pun tersenyum.
"Itulah mereka walau sering berdebat, tapi saling menyayangi dengan tulus dari hati." ujar Lusi.
Ketika sampai di hadapan Nayla Daniel pun langsung menyuruh Nayla siap-siap!
"Sayang ayo kita siap-siap!" ajak Daniel.
"Lalu Sheryl?" tanya Nayla karena merasa tidak enak juga.
"Tidak apa-apa mom, aku gak jadi ikut." jawab Sheryl sambil tersenyum.
"Kamu benar-benar tidak apa-apa?" tanya Nayla lagi.
"Iya mom sayang, karena dady sudah menjanjikan sesuatu." jawab Sheryl sambil mengedipkan matanya.
"Baiklah, maaf ya!" ujar Nayla.
"Iya tidak apa-apa mom." jawab Sheryl sambil memeluk Nayla.
"Ya sudah mom, dad kami siap-siap dulu ya!" izin Nayla pada kedua mertuanya.
"Iya sayang." jawab kedua mertua Nayla.
Daniel dan Nayla pun langsung pergi sambil bergandengan tangan menuju kamar mereka.
Saat sampai di kamar, Nayla yang penasaran apa yang di janjikan Daniel kepada Sheryl? hingga Sheryl cepat sekali setuju ketika dia tidak jadi ikut pun bertanya kepada Daniel.
"Mas kamu tadi menjanjikan apa sama Sheryl? hingga dia setuju!" tanya Nayla.
"Rahasia dong." jawab Daniel sambil mencubit pipi Nayla.
"Ihh mas, apa sih? aku penasaran." ujar Nayla.
"Nanti juga kamu tau!" jawab Daniel sambil mengeluarkan koper kecilnya untuk dia isi dengan bajunya agak banyak agar nanti pas resepsi dia tidak membawa baju ganti lagi.
"Ihhh mas kamu jangan menjanjikan yang aneh-aneh ya! awas saja." ujar Nayla sambil menatap garang kepada Daniel, membuat Daniel malah tertawa karena gemas.
"Iya sayang, mas kalau macam-macam hanya sama kamu saja." jawab Daniel sambil mengedipkan matanya menggoda Nayla.
"Ish.... mas pasti bicaranya ke situ Mulu." ujar Nayla membuat Daniel terus tersenyum karena gemas kepada Nayla.
Nayla pun mulai menyiapkan apa saja yang akan dia bawa, dia hanya membawa baju ganti satu saja itu pun dia titipkan di koper daniel karena Daniel entah mau membawanya kemana dulu hari ini.
__ADS_1
Setelah selesai mereka pun turun ke bawah dan berpamitan kepada semua orang.
Karena ada panggilan telpon yang sangat penting dari kantor pusat, Anderson tidak ikut mengantarkan anak menantunya sampai depan mansion, dia langsung pamit ke ruang kerja kepada Lusi dan Sheryl saat Daniel dan Nayla masih sibuk siap-siap, Anderson juga menitipkan salah hati-hati darinya untuk Daniel dan Nayla.
Lusi dan Sheryl pun mengantarkan Daniel dan Nayla sampai depan saja.
"Momy bakal kangen kamu, kamu hati-hati ya sayang! dan jaga kesehatan di sana! sampai ketemu nanti di resepsi pernikahan." ujar Lusi sambil memeluk Nayla agak lama tanda mereka akan berpisah untuk sementara.
"Iya momy, momy juga jaga kesehatan! makan yang banyak agar tetap sehat ketika pergi besan nanti." jawab Nayla.
"Salam sama dady ya mom.
"Iya sayang." ujar Lusi.
Lalu Nayla pun menghampiri Sheryl juga dan memeluknya.
"Aku pergi dulu ya Sher, kamu juga jaga kesehatan jangan bergadang dan jangan keluyuran." ujar Nayla.
"Siap momy, momy sama dady hati-hati di jalan!" jawab Sheryl.
Nayla pun menjawab dengan anggukan sambil tersenyum.
"Mom aku pergi dulu." pamit Daniel sambil memeluk Lusi dan mencium kening Lusi, lalu berpindah kepada Sheryl.
"Dady pergi dulu ya sayang." ujarnya pada Sheryl sambil memeluk dan mencium kening Sheryl.
"Iya dad." jawab Sheryl sambil tersenyum.
"Mom aku titip Sheryl ya!" ujar Nayla pada Lusi ketika dia membuka kaca mobilnya.
"Iya siap." jawab Lusi.
Lalu Nayla pun melambaikan tangannya ketika mobil mulai melaju yang di balas oleh Lusi dan Nayla.
"Semoga mereka selalu bahagia ya grandma." ujar Sheryl.
"Amin.... oh iya kamu di janjikan apa sama dadymu hingga kamu cepat sekali di bujuknya?" tanya Lusi penasaran juga.
"Rahasia di grandma." jawab Sheryl sambil tersenyum.
"Dasar kamu itu ya." ujar Lusi sambil mencubit pelan pinggang Sheryl.
"Hahaha..... nanti juga grandma tau." ujar Sheryl sambil melenggang masuk ke dalam mansion meninggalkan Lusi
Lusi pun tak menjawab, dia hanya menggelengkan kepalanya saja.
****
Daniel pun kini telah sampai di tujuannya, ternyata Daniel membawanya ke suatu tempat dimana keindahan alam benar-benar terasa begitu indah di salah satu pelosok kota S.¹1
__ADS_1
"Wah..... kamu tau darimana mas tempat ini?" tanya Nayla kepada Daniel, karena dia saja yang terlahir di kota S tidak tau tempat ini.
"Rahasia dong, bagi suamimu ini tidak sulit untuk menemukan tempat istimewa." jawab Daniel sombong.
"Dih...." ujar Nayla sambil menggelengkan kepalanya.
"Ayo, mas sudah boking tempat ini untuk kita berdua." ujar Daniel.
"Hah... mas kamu ini, apa tidak takut hanya kita berdua?" tanya Nayla.
"Justru mas senang sayang, kita jadi bebas menghabiskan waktu berdua dan tentunya bebas mendesah sekeras mungkin." jawab Daniel sambil mengedipkan matanya kepada Nayla menggodanya.
Blush.... selalu saja pipi Nayla memerah kala Daniel menggodanya membuat Daniel gemas saja.
"Mas......" ujar Nayla.
"Hahaha kamu memang menggemaskan." ujar Daniel sambil mencubit pipi Nayla yang merah.
"Mas.... sakit." ujar Nayla.
"Wuluh.... wuluh.... sini mas cium biar tidak sakit." ujar Daniel sambil mengecup pipi Nayla bergantian kanan kiri.
"Ish.... mas....." ujar Nayla cemberut.
"Hehehe iya sayang." jawab Daniel sambil memeluk Nayla dan mengajaknya masuk ke sebuah rumah sederhana dimana di sekelilingnya di kelilingi kebun teh yang jauh dari jalan raya dan juga ada beberapa pohon buah-buahan seperti mangga, rambutan, jeruk juga ada beberapa tanaman sayuran.
Ketika masuk Nayla merasa nyaman dengan rumahnya, walau pun tidak besar tapi sederhana namun nyaman.
"Apa pemiliknya teman mas, hingga mas tau ada sebuah rumah di sini?" tanya Nayla.
"Hem... salah satu rekan bisnis mas sayang, karena tau mas sudah menikah dia menawarkan tempat ini sebagai hadiah untuk kita! ya mas terima saja, sayang mubazir kalau tidak di terima dan lumayan juga dong untuk kita nanti ke sini lagi ajak keluarga." jawab Daniel.
"Wah baik sekali rekan kerja mas itu." ujar Nayla.
"Bagi sesama pembisnis itu hal yang wajar sayang." jawab Daniel.
Nayla pun hanya mengangguk saja karena dia paham dengan jalan pikiran konglomerat.
"Tapi ini seperti terawat ya mas, apa ada yang tinggal di sini?" tanya Nayla lagi.
"Iya sayang, ada yang bertugas untuk membersihkan tempat ini seminggu 4x dan mengeceknya setiap hari, tapi khusus hari ini mas liburkan! hanya menyuruhnya membelikan beberapa kebutuhan memasak untuk kita makan sampai besok." jawab Daniel.
"Ya sudah ayuk kita lihat kamarnya! semoga kamu suka ya." ajak Daniel kepada Nayla sambil menggandeng tangan Nayla mesra.
"Iya mas." jawab Nayla sambil berjalan beriringan dengan Daniel dengan tangan mereka yang saling bertaut.
Ketika membuka pintu kamar, Nayla begitu takjub dengan apa yang ada di dalam kamar itu! dia tidak menyangka akan mendapat kejutan yang tidak akan dia lupakan seumur hidup padahal Daniel baru menjadi suaminya selama kurang dari 2 minggu.
☘️Sudah dulu ya! kira-kira kejutan apa yang Daniel siapkan untuk Nayla ya? 😊😊☘️
__ADS_1
Nantikan terus lanjutan cerita Nayla dan Daniel! jangan lupa dukungan untuk authornya ya, terimakasih.