Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 52


__ADS_3

Ketika jam 2 malam, alarm ponsel Daniel berbunyi membuat Daniel membukakan matanya! ya semalem Daniel sengaja memasang alarm di Jam 2 karena memang Daniel dan Nayla belum melaksanakan solat isya dan tentunya ada maksud tertentu.


Setelah beberapa menit Daniel pun mencoba membangunkan Nayla untuk melaksanakan solat isya.


"Sayang bangun!" ujar Daniel sambil mencoba menciumi pipi Nayla.


"Hem..."


"Ayo bangun! kita belum melaksanakan solat sayang." ujar Daniel masih mencoba membangunkan Nayla dengan menciumi pipinya.


Nayla pun mencoba membuka matanya.


"Emang ini jam berapa mas?" tanyanya pada Daniel.


"Sudah jam 2 lewat sayang." jawab Daniel.


"Huh..... baiklah mas." ujar Nayla sambil bangkit dari tidurnya.


"Mas sudah solat?" tanyanya.


"Belum sayang, kita berjamaah ya? kamu duluan saja yang ke kamar mandi!" jawab Daniel.


"Baiklah mas." ujar Nayla.


Nayla pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi.


Setelah mereka selesai mengambil air wudhu, mereka pun melaksanakan solat berjamaah.


Setelah selesai solat seperti biasa Daniel akan memberikan tangannya untuk Nayla kecup punggung tangannya lalu Daniel pun mengecup keningnya.


"Sayang kamu sudah mengantuk lagi belum?" tanya Daniel pada Nayla.


"Belum mas, kalau sudah terbangun biasanya akan susah untuk tidur lagi! memang kenapa mas?" jawab Nayla.


"Hehehe..... kita ibadah yuk sayang?" ajak Daniel.


"Hah.... mas apa kamu tidak lelah?" jawab Nayla.


"Untuk urusan itu mas tidak akan lelah sayang." ujar Daniel sambil membuka mukena Nayla dan mengelus pipi Nayla.


Nayla bisa melihat kabut gairah dari wajah Daniel, tapi tiba-tiba saja dia teringat sesuatu, dia masih penasaran dengan gempa yang di bicarakan Sheryl waktu di Raja Ampat kemaren.


"Tapi mas tunggu dulu, aku masih penasaran gempa yang Sheryl bilang waktu kita di pulau Mansuar! apa benar ada gempa? masa yang ngerasa hanya Sheryl saja ya mas? apa kita terlalu lelah? dan kenapa juga Sheryl pindah kalau memang ada gempa?" tanya Daniel.


"Ya ampun sayang kamu masih ingat saja, mungkin benar katamu kita terlalu lelah! sudah jangan di ingat lagi." jawab Daniel bingung, karena kalau di jelaskan pasti Nayla akan malu ketika besok ketemu dengan Sheryl.


"Tapi mas aku masih pena...." ujar Nayla terhenti ketika Daniel tiba-tiba saja mengecup bibir Nayla.

__ADS_1


"Sudah, sekarang kita ibadah dulu ya! mas Idha gak tahan." ujar Daniel sambil menggendong Nayla.


Nayla pun hanya mengangguk saja, karena kalau menolak Daniel akan kaitkan dengan dosa dan ini itu, kalau sudah seperti itu mana bisa Nayla menolak.


****


Adzan subuh sudah berkumandang dan Nayla pun sudah mandi dan melaksanakan solat subuh, sungguh dirinya lelah sekali! Daniel benar-benar tidak memberinya istirahat dari jam 2 sampai subuh Daniel terus menggaulinya sampai-sampai Nayla begitu lelah dan juga menikmatinya.


"Mas Daniel minum apa sih sampai staminanya kuat sekali." ujar Nayla pada dirinya sendiri karena saat ini Daniel sedang ke dapur untuk mengambil air minum.


Nayla pun tersenyum ketika ingat setiap habis berhubungan Daniel selalu mengucapkan "Aku mencintaimu Nayla." membuat Nayla merasa di istimewakan.


"Aku pun sekarang sudah sedikit menaruh rasa padamu mas, semoga rasa cinta yang sangat besar di hati ini akan segera datang." ujar Nayla dalam hati.


Tak lama Daniel pun datang dengan membawa air minum di botol minum yang sering di gunakan.


"Ini sayang." ujarnya pada Nayla sambil menyerahkan botol minum.


"Iya mas." jawab Nayla sambil meraih botol minum yang Daniel berikan dan langsung meminumnya karena dirinya benar-benar haus.


"Mas setelah ini udah ya! aku mau istirahat." ujarnya lagi.


"Iya sayang, terimakasih yang tadi ya." jawab Daniel.


"Iya mas Sama-sama ini sudah kewajiban aku mas, oh iya mas nanti bangunin aku ya! aku takut kesiangan, gak enak sama momy." pinta Nayla pada Daniel.


"Baik sayang." jawab Daniel.


Daniel yang melihat Nayla yang sudah tertidur pulas pun tersenyum.


"Cantik." ujarnya sambil mengecup kening Nayla.


Daniel pun berjalan ke arah sofa dimana laptop dan ponselnya berada.


"Saatnya bekerja dulu." ujar Daniel.


Walaupun Daniel meminta libur selama sebulan, dia tetap bekerja ketika dia di rumah atau pun saat Daniel pergi kemaren, karena dia tau kalau dia lalai sedikit maka taruhannya adalah ribuan karyawan yang sedang menghidupi keluarganya.


Pagi pun menyapa tapi Daniel belum berani membangunkan Nayla karena merasa kasihan melihat Nayla yang terlihat lelah sekali apalagi dirinyalah selalu membuat Nayla lelah.


Setelah jam 7 pagi baru Daniel mencoba membangunkan Nayla karena memang mereka mau sarapan juga.


"Sayang...." ujar Daniel sambil menciumi wajah Nayla seperti biasa yang dia lakukan ketika membangunkan Nayla.


Nayla pun membuka matanya.


"Mas jam berapa ini?" tanyanya sambil mencoba mengumpulkan kesadarannya.

__ADS_1


"Jam 7 pagi sayang!" jawab Daniel.


Nayla pun kaget dan langsung duduk dari tidurnya.


"Kenapa mas baru membangunkan aku, aku kan jadi gak enak sama momy." ujar Nayla melototi Daniel.


"Tidak apa-apa, momy juga akan mengerti sayang! sekarang kamu cuci muka gih! kita turun ke bawah, yang lain pasti sedang menunggu." ujar Daniel sambil mencubit pipi Nayla dengan gemas.


"Sakit mas..." ujar Nayla sambil mengusap pipinya.


"Ya sudah mas." lanjutnya.


Nayla pun bangkit dari duduknya dan langsung berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


Setelah selesai Nayla pun menghampiri Daniel dan mengajaknya turun ke bawah.


"Ayo mas!" ajak Nayla.


Daniel pun tersenyum lalu bangkit dari duduknya dan menggandeng tangan Nayla untuk turun ke bawah.


Setelah sampai di ruang makan mereka pun menghampiri orangtua Daniel dan Sheryl yang sudah berada di sana.


"Maaf momy aku kesiangan, jadi tidak membuatkan kalian sarapan." ujar Nayla ketika sudah berada di dekat Lusi.


"Tidak apa-apa sayang momy memakluminya, apalagi kamu masih lelah." jawab Lusi sambil tersenyum dan memberikan pelukan paginya.


"Terimakasih momy." ujar Nayla membalas senyuman Lusi.


"Sama-sama sayang, ayo kita sarapan!" jawab Lusi.


Nayla dan Daniel pun duduk bersisian di hadapan Lusi dan Sheryl.


Nayla juga menyapa Anderson dan Sheryl sambil memberikan senyuman.


"Selamat pagi dad." ujar Nayla.


"Pagi sayang." jawab Anderson.


"Selamat pagi juga Sheryl." ujarnya lagi.


"Pagi juga momy." jawab Sheryl.


Lalu mereka memulai sarapan pagi mereka dengan hening karena Anderson lebih suka makan dengan khusu tanpa banyak pembicaraan.


☘️ maaf ya suka telat up terus, karena memang keadaannya, insyaallah jika waktunya ada nanti sore akan up lagi.☘️


Terima kasih kepada yang masih setia menunggu cerita Nayla.

__ADS_1


Pantengin terus ya karena ini ceritanya panjang.


Jangan lupa terus dukung author ya.😊😊🤗🤗


__ADS_2