Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 49


__ADS_3

Setelah berbicara dengan kru fotografer dan membiarkan mereka beristirahat karena sesi pemotretan di lakukan esok hari, Daniel pun kembali ke kamarnya Dimana anak dan istrinya berada.


Daniel pun melihat Nayla dan Sheryl telah berada di balkon dengan makanan yang terhidang di atas meja, dia pun menghampiri anak dan istrinya itu.


"Kalian lama menunggu ya?" tanya Daniel.


"Tidak ko mas! iya kan Sher?" jawab Nayla.


"Iya dady malah kami asyik mengobrol, ayo kita makan dad, Nayla! aku sudah lapar." ujar Sheryl.


"Kamu ko masih manggil Nayla? dady jadi ngerasa punya anak dua?" ujar Daniel protes.


"Terus aku harus manggil apa dad?" tanya Sheryl bingung tapi ada benarnya juga apa yang di katakan dadynya.


"Momy mungkin biar sama dengan dady pasangannya." jawab Daniel sambil tersenyum.


"Emang kamu mau Nay?" tanya Sheryl kepada Nayla.


"Terserah kamu saja!" jawab Nayla.


"Baiklah momy muda." ujar Sheryl sambil tersenyum.


Mereka pun langsung menyantap makanan mereka dengan lahap.


Setelah selesai karena waktu sudah pukul 8 malam, Nayla pun mengajak Daniel dan Sheryl solat berjamaah dan mereka pun melaksanakannya.


Setelah selesai nayla pun berganti pakaian begitu juga dengan Sheryl, lalu sama-sama merebahkan tubuh mereka di kasur, Daniel yang baru menyadari Sheryl masih di dalam kamar dan malah merebahkan tubuhnya di tempat tidur bersama Nayla, Daniel pun menghampiri Sheryl.


"Kenapa kamu masih berada di sini?" tanya Daniel kepada Sheryl.


"Aku mau tidur di sini saja dad, aku kangen sama Nayla eh momy, aku juga takut tidur sendiri di sini jadi biarkan aku tidur di sini ya!" jawab Sheryl.


"Mana bisa, kamu harus pindah sekarang!" ujar Daniel.


"Gak mau pokonya aku mau tidur di sini" ujar Sheryl sambil menutup seluruh badannya dengan selimut.

__ADS_1


"Gak bisa, ayo Dady antar ke kamarmu gadis manja!" ujar Daniel.


"Mas sudah, biarkan dia tidur di sini!" ujar Nayla membantu Sheryl.


"Tapi sayang, bagaimana dengan mas?" ujar Daniel terhenti Nayla sudah menyela.


"Hust..." ujar Nayla sambil menyimpan telunjuknya di mulut Nayla.


"Aku juga ngantuk mas mau tidur, mas bisa tidur di sofa atau di sini bareng kami." ujar Nayla lagi, lalu ikut menarik selimutnya.


Daniel pun terdiam dan menghela nafasnya, mana bisa dia libur malam ini, bisa-bisa dia tidak tidur karena menahan hasratnya.


Dengan terpaksa Daniel pun berjalan ke arah sofa.


"Bagaimana ini, mana bisa aku tertidur tanpa memasuki Nayla terlebih dahulu? lihatlah bahkan dia sudah menegang." ujar Daniel melihat ke arah intinya.


Setelah 2 jam berlalu, Daniel masih tidak bisa memejamkan matanya, jangan tanyakan yang di bawah sana yang masih menegang tidak bisa di ajak kerjasama.


Daniel pun melirik ke arah Nayla dan Sheryl, dia pun tersenyum setelah memiliki ide yang cemerlang agar bisa menuntaskan hasratnya kepada Nayla tanpa harus menyuruh Sheryl keluar kamar.


Setelah itu dia memutari tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di sisi istrinya itu juga membuka celana pendeknya, lalu masuk ke dalam selimut yang di pakai Nayla dan memeluk Nayla dari belakang.


Daniel mencoba merangsang Nayla dengan meremas bagian depan Nayla dan menciumi leher Nayla hingga membuat Nayla melenguh dan bangun dari tidurnya, Nayla pun kaget dengan apa yang di lakukan Daniel terhadapnya sedangkan Sheryl sedang tidur bersama mereka.


"Mas jangan, di sini ada Sheryl!" ujar Nayla mencoba menghentikan aksi Daniel.


"Mas gak bisa sayang, kamu bisa merasakan sendiri punya mas kan?" ujar Daniel sambil menempelkan badannya pada tubuh Nayla.


Nayla juga bisa merasakan milik Daniel yang sudah menegang, Nayla pun menutup mulutnya untuk menahan desahannya akibat dari tangan Daniel yang tidak bisa diam jangan lupakan bibirnya yang tidak berhenti menciumi leher Nayla.


"Tapi mas di sini ada Sheryl!" ujar Nayla sambil menahan nafasnya agar tidak mengeluarkan suara desahannya.


"Tidak apa-apa sayang, kita lakukan pelan-pelan! kita buka pakaian bawah kita saja lalu melakukannya dengan posisi seperti ini" ujar Daniel sambil mencoba melepaskan pakaian bawah Nayla di balik selimutnya.


"Anggap saja ini rintangan kita, ketika kita melewati hutan yang sangat seram." ujar Daniel di luar logika Nayla, Daniel juga meniupkan doa di ubun-ubun Nayla.

__ADS_1


"Tapi mas... ah..." ujar Nayla tertahan dan langsung menutup mulutnya ketika Daniel mulai memasukan miliknya ke dalam milik Nayla.


Pupus sudah harapan Nayla untuk beristirahat malam ini tanpa melakukan hubungan suami istri dengan cara mengizinkan Sheryl tidur bersamanya, namun ternyata suami mesumnya begitu banyak cara agar mereka tetap melakukannya.


"Sabar sayang, tahan ya suaramu! mas lakukan dengan perlahan." ujar Deni sambil memulai aktivitasnya.


Dan terjadinya pergumulan suami istri yang menegangkan, dimana Nayla harus menutup mulutnya agar Sheryl tidak mendengar suara anehnya dan Daniel yang harus melakukannya dengan hati-hati karena takut Sheryl terbangun.


Setelah selesai dengan mereka yang sama-sama merasakan nikmat, Nayla pun membalikkan badannya jadi menghadap Daniel dan mencoba mencubit pinggang suaminya.


"Kamu ini mas, tidak bisakah kamu libur dulu semalam?" ujar Nayla.


"Hehehe tidak bisa dong sayang, Gimana petualangannya seru kan?" ujar daniel sambil mengedipkan matanya.


"Tau ah kamu mas, untung Sheryl tidak bangun." ujar Nayla.


"Kamu seperti tidak tau Sheryl saja, dia akan tidur nyenyak jika sudah menempuh perjalanan jauh, jadi tenang saja." ujar Daniel.


"Iya juga ya." pikir Nayla.


Daniel pun bangkit dan mengambil celana pendeknya lalu memakainya kembali, dia juga mencoba mengambil celana tidur Nayla yang tadi di lemparkan ke lantai lalu membantu Nayla memakainya, Daniel juga merebahkan kembali tubuhnya di sisi Nayla lalu memeluk Nayla, Daniel juga meminta Nayla tidur menghadapnya jangan memunggunginya.


"Ya sudah sekarang kita tidur!" ujar Daniel sambil mengecup kening Nayla dan mengelus rambutnya.


Nayla yang memang begitu lelah, langsung memejamkan matanya lalu terlelap kembali di pelukan Daniel, Nayla juga memeluk pinggang Daniel dan menjadikan lengan Daniel sebagai bantalnya. Entah apa yang di katakan Sheryl ketika dia bangun mendapati mereka dengan posisi sekarang ini, semoga saja tadi Sheryl benar-benar terlelap dan tidak mengetahui aktivitas! bisa malu Nayla nanti sama Sheryl.


☘️ Duh author sebenernya deg degan nulis episode ini.🤭🤭☘️


Semoga kalian suka ya.


Dan semoga author bisa up tiap hari 2 bab ya dan terus menemukan ide-ide untuk kelanjutan ceritanya.


Terimakasih yang sudah baca cerita author, jangan lupa untuk tinggalkan like, vote dan komentarnya, kalau bisa kasih author hadiah juga ya agar author terus semangat menulisnya.


Mohon maaf atas kekurangan dalam menulis yang belum sempurna seperti senior-senior di sini 🙏🙏😊🤗

__ADS_1


__ADS_2