
Setelah semua orang melaksanakan solat magrib, mereka semua pun berkumpul kembali untuk makan malam bersama! satu persatu mereka datang, hingga Daniel dan Nayla menjadi yang terakhir datang.
"Gas terusssss pengantin baru mah bebas ya!" ujar David meledek Daniel.
"Yoi biar cepat dapat momongan!" jawab Daniel asal yang membuat Nayla mencubit pinggangnya.
"Aww.. sakit yang!" ujarnya membuat semua orang tersenyum.
"Karena semua sudah datang, ayo kita mulai makan malamnya!" ajak Lusi.
"Lho mom, Renata dan Alex belum ada!" ujar Diva.
"Oh iya momy lupa kasih tau, tadi mereka nelpon momy katanya mereka ada urusan dulu keluar jadi gak bisa ikut makan malam bersama Ama kita!" jawab Lusi.
"Oh, ko dia gak bilang sama kita!" tanya Diva heran karena biasanya Renata akan selalu bilang kepadanya saat akan pergi jika mereka sedang di mansion Daniel.
"Mungkin gak sempet, soalnya yang nelpon Renata dan dia bilang lagi pergi sama Alex." jawab Lusi.
"Ya sudah mom." ujar Diva.
Nayla yang mendengar itu pun jadi tak enak hati, karena dia mengira Renata pergi karena dirinya hingga tak sadar dia meremas baju Daniel, Daniel yang menyadari kalau Nayla sedang merasa tidak hati karena Renata pun mencoba menenangkannya dengan mengusap tangan yang sedang meremas bajunya dengan isyarat matanya yang menatap Nayla menandakan bahwa semua akan baik-baik saja, Nayla pun mengangguk dan mencoba melepaskan remasan tangannya pada baju Daniel.
****
Di lain tempat.
Renata sedang termenung sambil melihat air terjun sampai Renata tidak sadar jika Alex telah duduk di sampingnya.
"Apa kamu baik-baik saja Ren?" tanya Alex yang sedari tadi hanya bisa diam saja sambil memerhatikan Renata, kini mulai berani bertanya kepada Renata.
"Apa aku begitu terlihat menyedihkan?" tanyanya tanpa menjawab pertanyaan Alex.
"Aku yakin kamu tidak baik-baik saja! sebenernya ada apa denganmu? jangan kamu pendam sendiri! bicaralah padaku siapa tau itu bisa membuatmu lebih tenang." ujar Daniel.
Renata pun tak menjawab, dia hanya bisa menangis dengan pelan di samping Alex.
"Tidak apa-apa, menangislah sampai beban yang ada di hatimu sedikit lega." ujar Alex sambil menyenderkan kepala Renata di pundaknya.
__ADS_1
Tangis Renata pun semakin menjadi namun dia tidak mengeluarkan suaranya karena takut membuat semua orang salah paham kepada Alex. Hingga setelah 15 menit lamanya dia menangis, dia pun mulai menghapus air matanya dengan tisu.
"Apa sekarang hatimu mulai tenang!" tanya Alex.
"Ya sedikit! terimakasih karena mau menemaniku saat aku seperti ini." ujar Renata.
"Hey kenapa kamu berterimakasih? kaya kita berteman baru beberapa bulan saja!" ujar Alex sambil terkekeh.
"Sekarang apa kamu siap menceritakan semuanya padaku?" tanyanya.
"Ya, sebenernya aku malu! tapi aku juga tak bisa memendamnya sendiri." jawab Renata.
"Ya sudah katakanlah, siapa tau aku bisa membantumu! walau nanti aku tidak bisa membantumu yang pasti hatimu bisa lebih tenang karena isi hati sudah kamu curahkan kepada seseorang, dan aku berjanji akan menjaga semuanya yang kamu katakan." ujar Alex sambil menatap Renata dan tersenyum.
Renata pun membalas senyuman Alex.
"Ya seperti yang kamu tau, aku sangat mencintai ka Daniel dari belasan tahun yang lalu, namun sekarang kamu liat sendiri kan? dia menikah dengan orang lain yang bahkan dia baru mengenalnya! aku kira dengan aku mencoba mendekatinya dan mencurahkan semua perhatianku padanya akan bisa membuka hatinya, namun yang aku lakukan ternyata sia-sia! bahkan aku kalah dengan orang yang baru dia kenal yang lebih pantas menjadi adik ka Daniel atau anak ka Daniel." ujar Renata, dia pun menjeda ucapannya dan menghela nafasnya.
"Aku sakit Alex, sakit sekali rasanya! apalagi di sini momy Lusi, dady Anderson dan Sheryl begitu mendukung Nayla, kau tau sendiri kan aku seperti apa? jika aku tidak menyukai seseorang maka aku tak akan berpura-pura menyukainya sekali pun di hadapan orang lain! aku akan menunjukkan sikapku padanya tanpa menutupinya dari orang lain." lanjutnya, Alex tidak berani membuka mulutnya karena tau Renata belum selesai menceritakan semuanya.
Setelah beberapa saat terdiam, Renata pun memulai lagi ceritanya.
"Dan yang bikin aku syok, dia menceritakan rahasia yang mungkin tidak kita ketahui kepadaku semuanya tentang awal pernikahan mereka yang di lakukan Nayla dengan terpaksa tapi tidak dengan ka Daniel!" lanjutnya.
"APA!" ujar Alex kaget, karena setau dia Daniel memang menyukai Nayla terlebih dahulu, tapi tidak menyangka bahwa Daniel akan memaksa Nayla menikah dengannya.
"Iya Alex." ujar Renata, lalu dia pun menceritakan awal pernikahan Nayla dengan Daniel hingga dengan terpaksa Nayla menikah dengan Daniel.
"Tapi lambat laun, karena sikap ka Daniel yang hangat dan juga curahan kasih sayang dan cinta ka Daniel kepada Nayla pada akhirnya membuat Nayla mulai menyukainya walau belum sampai tahap mencintainya." lanjutnya.
"Lalu kamu tau apa yang semakin membuat ku syok?" tanya Renata, Alex pun hanya bisa diam karena dia juga tidak tau harus menjawab apa.
"Ternyata di balik cerita Nayla ada rahasia yang tidak Nayla ketahui! ternyata momy Lusi, Dady Anderson juga Sheryl mendukung rencana KA Daniel, mereka berpura-pura tidak mengetahui apa pun padahal mereka juga yang membantu ka Daniel! kamu tau kan Alex itu artinya cinta ka Daniel kepada Nayla tidak main-main, bahkan jika aku menolak Nayla atau aku menyakiti hati Nayla terus menerus bukan tidak mungkin aku akan kehilangan kalian sahabat aku, momy yang menyayangi aku juga Sheryl yang sudah aku anggap adik aku sendiri." ujar Renata sambil meneteskan air matanya.
Alex hanya diam saja karena dirinya pun sama merasa syok dengan cerita Renata, dia tidak menyangka bahwa pernikahan Daniel di awali dengan sebuah drama.
"Lalu sekarang apa yang akan kamu lakukan? tanya Alex setelah beberapa saat terdiam karena syok, kini bisa menguasai dirinya sendiri agar lebih tenang karena di sini ada Renata yang harus dia tenangkan hatinya.
__ADS_1
"Mungkin aku harus mulai menerima Nayla dan bahkan mengakrabkan diri dengannya seperti yang lain walau harus dengan pelan-pelan bahkan membutuhkan waktu yang lama! aku tidak ingin karena keegoisanku, aku pada akhirnya kehilangan semua orang yang menyayangimu juga yang aku sayangi." jawab Renata.
"Bagus, keputusanmu itu lebih baik untuk dirimu dan semua orang! kadang mencintai itu tak harus memiliki, cukup melihat dirinya bahagia bersama pilihannya itu sudah lebih cukup bagiku!" ujar Alex.
"Aku yakin kamu pasti bisa menemukan laki-laki yang lebih baik dari Daniel asal kamu mau membuka hatimu dengan sepenuh hati kamu! aku akan berada di sisimu dan mendukungmu!" lanjutnya sambil mengusap air mata Renata yang masih ada di pipinya.
Renata pun tersenyum kepada Alex.
"Terimakasih." ujarnya lalu memeluk Alex dan Alex pun mengelus punggung Renata untuk memberikan Renata kekuatan.
****
Di mansion Daniel lebih tepatnya di kamar utama Daniel.
Setelah makan malam tadi, Nayla langsung meminta izin untuk ke kamar terlebih dahulu tidak ikut bergabung dengan yang lain ke ruang keluarga dengan alasan ingin beristirahat ke lebih awal, Daniel yang merasa Nayla butuh teman pun meminta izin juga hingga membuat semua orang menyurakinya dan menggodanya namun Daniel tak menghiraukan mereka, dan kini mereka sedang duduk bersama di sofa.
"Mas gimana nih? aku jadi merasa gak enak sama mbak Renata!" ujarnya.
"Kamu tenang aja sayang! mas yakin Renata hanya butuh waktu sendiri dulu." jawab Daniel mencoba menenangkan hati Nayla dengan memeluk dan mengusap kepala Nayla.
"Tapi mas, gimana kalau terjadi sesuatu dengan Mbah Renata?" tanya Nayla.
"Hus... kamu ini jangan bicara seperti itu ya! kita doakan saja semoga semuanya baik-baik saja, lagian dia tidak pergi sendiri! tadi kan momy bilang dia pergi bersama Alex, mas yakin Alex bisa menjaga Renata." jawab Daniel.
"Aku hanya takut mas, karena mbak Renata pergi setelah bicara dengan aku dan juga mas! aku takut dia akan semakin tidak menyukaiku." ujar Nayla.
"Sudah, mas yakin itu tidak akan terjadi, ya sudah kita tunggu mereka pulang agar kamu bisa tenang." ujar Daniel sambil terus mengusap kepala Nayla, dan Nayla pun tak menjawab dia hanya mengangguk saja.
Sekarang Nayla hanya bisa berharap semoga apa yang di katakan suaminya itu benar.
โ๏ธSekian dulu ya.โ๏ธ
Mohon maaf baru up.
Semoga kalian suka. ๐๐๐ค
Jangan lupa dukungannya ya dengan like, komen, vote, dan koin poinnya untuk author ya.
__ADS_1
Terimakasih. ๐ฅฐ๐ค