Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 90


__ADS_3

Di mansion Daniel.


Pagi harinya, Nayla saat ini sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga kecilnya. Sebenernya Daniel melarang Nayla untuk mengerjakan pekerjaan sederhana itu karena di menjadikan Nayla istri bukan untuk di jadikan pembantu namun dia jadikan Nayla ratu di rumahnya, namun Nayla ngeyel kalau soal masak karena dia merasa bete sendiri jika tidak ada kegiatan sama sekali! apalagi memasak bagi Nayla adalah pekerjaan yang sangat dia sukai, apalagi sekarang dirinya sudah tidak bekerja di kantor Daniel karena Nayla Daniel berhentikan ketika Nayla Sudah menjadi istri Daniel. Tak lupa bi Sumi dan para maid lain juga membantu Nayla, setelah selesai Nayla pun pergi ke atas untuk mengajak Daniel dan Sheryl sarapan. Sebelum menuju kamarnya, Nayla ke kamar Sheryl terlebih dahulu.


Tok...tok...tok...tok...


"Sheryl!" panggilnya sambil mengetuk pintu.


Tak lama Sheryl pun membukakan pintu kamarnya, Nayla juga melihat Sheryl sudah rapih dengan setelah ala-ala anak kuliahan.


"Kamu ada kelas pagi?" tanya Nayla.


"Iya mom." jawab Sheryl sambil tersenyum.


"Ya sudah, ayo kita sarapan bareng! aku sudah memasak sarapan pagi." ajak Nayla.


"Iya siap mom." jawab Sheryl dan Nayla pun tersenyum.


"Ya sudah kamu duluan gih ke bawah! aku pangilkan Dadymu terlebih dahulu." ujar Nayla.


"Iya mom." jawab Sheryl, lalu melangkah pergi, begitu juga dengan Nayla yang langsung melangkah pergi menuju kamarnya. Setelah masuk kamar, Nayla melihat suaminya sedang serius menatap ponselnya.


"Mas!" panggilnya.


"Iya sayang!" jawab Daniel.


"Ayo kita sarapan! makanannya sudah siap, dan Sheryl pun sudah menunggu di bawah karena hari ini dia ada kelas pagi." ajak Nayla.


"Ok sayang! ayo." jawab Daniel sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celana, lalu mengajak Nayla turun ke bawah untuk sarapan bersama sambil menggandeng tangan istrinya.


"Assalamualaikum, pagi sayang!" ujar Daniel pada Sheryl yang tengah duduk di kursi makan karena menunggu Daniel dan Nayla.


"Waalaikumsalam, pagi juga dady." jawab Sheryl sambil tersenyum.


Lalu Nayla pun menyiapkan piring untuk Daniel dan mengisi piring dengan nasi dan lauk yang ada di sana, begitu juga dengan Sheryl! dia mengisi piringnya dengan nasi dan lauk pauknya. Di sana, Nayla makan sepiring berdua dengan Daniel, karena Daniel tidak mengizinkan makan pisah piring, Daniel juga menyuapi Nayla makan membuat senyuman Sheryl terbit, tapi tak lama senyuman itu hilang ketika dirinya mengingat Rangga.


"Aku harus segera bilang sama dady tentang Rangga! kalau aku cerita sama Nayla, aku takut hatinya goyah! aku tidak ingin kebahagian dady dan Nayla harus rusak karena kehadiran Rangga." ujar Sheryl dalam hati.


"Kalian ini, buat aku iri saja!" ujar Sheryl menggoda Daniel dan Nayla.


"Ya kamu nikah aja sama David." jawab Daniel.

__ADS_1


"Lah ko jadi ke dia sih dad?" ujar Sheryl cemberut.


"Karena kemaren dia melamarmu ke Dady!" ujar Daniel berbohong.


"Hah... enak aja ya, aku gak mau nikah sama dia! ketemu juga ogah." jawab Sheryl.


"Hahaha..." suara tawa Daniel membuat Nayla menggelangkan kepalanya dan Sheryl makin cemberut saja.


"Ya sudah, aku berangkat dulu ya mom dad! ini sudah selesai sarapannya." pamit Sheryl.


"Iya Sher, kamu hati-hati di jalan!" jawab Nayla.


Sheryl pun tersenyum dan mengangguk, lalu mencium tangan Nayla dan pipi Nayla, lanjut dengan mencium tangan Daniel dan pipinya juga.


"Hati-hati sayang!" ujar Daniel, Sheryl pun tersenyum dan mengangguk.


"Nanti mas mau di bawakan makan siang apa?" tanya Nayla ketika melihat Sheryl sudah tidak terlihat lagi.


"Apa aja! yang penting masakan kamu." jawabnya.


"Ok siap mas." ujar Nayla.


Karena mereka sudah selesai sarapan juga, Daniel pun meminta bi Sumi dan maid yang lain untuk sarapan juga dan membereskan sisa sarapan keluarganya, lalu dia pun naik ke atas menuju kamarnya bersama Nayla untuk siap-siap pergi ke kantor. Setelah rapih, Nayla pun mengantarkan Daniel sampai depan rumah lalu mencium punggung tangan Daniel ketika Daniel hendak masuk ke dalam mobil dan di balas dengan Daniel yang mencium kening Nayla. Daniel pun mulai melajukan mobilnya, dan Nayla pun masuk ke dalam mansion setelah mobil Daniel sudah tidak terlihat.


****


"Aku tidak menyangka, akan jatuh cinta


yang kedua kalinya, apalagi aku akui saat ini aku begitu bucin." ujarnya pada diri sendiri sambil terkekeh.


Tak lama, ponsel Daniel berdering menandakan ada panggilan masuk di ponselnya, Daniel pun melihat nama Sheryl yang tertera di layar ponselnya dan merasa heran kenapa Sheryl menelpon di saat jam segini.


"Sheryl? kenapa telpon di saat jam kuliah? bukankah tadi izin pergi kuliah karena ada kelas pagi?" tanyanya pada dirinya sendiri, karena takut ada apa-apa, Daniel pun menyambungkan sambungan telponnya ke suara speaker mobilnya.


"Hallo assalamualaikum dady!" ujar Sheryl di sebrang telpon.


"Iya waalaikumsalam, kenapa sayang? apa terjadi sesuatu di kelas? karena ini pasti jam kelas pagi kamu." tanya Daniel.


"Gak ko dady, tidak terjadi sesuatu." jawab Sheryl.


"Lalu?" ujar Daniel.

__ADS_1


"Hehehe maaf dady, sebenernya aku gak ada kelas pagi! itu hanya alasan aku aja ke momy! karena ada yang ingin aku bicarakan dengan dady di kantor tanpa momy tau!" jawab Sheryl.


"Tumben kamu ada rahasia sama momymu? biasanya juga kalian tidak ada rahasia-rahasia." tanya Daniel.


"Hehehe ini penting dady, dady masih dimana? aku sudah sampai di kantor dady." jawab Sheryl.


"Baiklah, dady sebentar lagi sampai." ujar Daniel.


"Ok dady, hati-hati di jalan! aku tutup dulu telponnya, assalamualaikum." pamit Sheryl.


"Waalaikumsalam." jawab Daniel, lalu sambungan telpon pun terputus.


"Ada apa dengan Sheryl? apa yang mau di bicarakan dengan ku hingga Nayla gak boleh tau? apa ada kaitannya dengan firasat Nayla? karena memang jika di pikir-pikir Sheryl menjadi lebih pendiam semenjak dia bertemu temannya yang entah siapa?" tanya Daniel berbicara sendiri.


"Ya sudahlah, aku harus cepat-cepat sampai di kantor, semoga saja bukan hal yang buruk." ujarnya, lalu sedikit menaikan kecepatan mobilnya agar cepat sampai di kantor.


****


Di lain tempat, yaitu di mansion orangtua Rangga.


Rangga menuruni tangga dan berjalan menuju ruang makan keluarga untuk sarapan, di sana sudah ada mama dan papahnya Rangga.


"Rangga! apa kabar sayang." ujar papanya Rangga sambil memeluk anaknya itu.


"Alhamdulillah baik pah, maaf semalam Rangga sudah tidur ketika papah pulang, palah kabar?." jawab Rangga.


"Iya tidak apa-apa, papah baik sayang!." ujar papah Rangga.


Mamah Rangga yaitu Shermilla bertanya kepada Rangga karena Rangga terlihat sudah rapih dengan pakaiannya.


"Apa kamu mau pergi ke suatu tempat?" tanyanya.


"Iya mah, aku ada janji dengan Brian mau bertemu di cafe xxxx." jawab Rangga berbohong karena dirinya berniat pergi ke tempat kuliah Sheryl untuk berbicara kembali kepada Sheryl, agar dia bisa berbicara 4 mata dengan Nayla.


"Baiklah nak, jangan terlalu sedih! kami ada untukmu." ujar Milla menyemangati Rangga.


"Iya mah." jawab Rangga sambil tersenyum agar mamahnya tidak curiga dengan dia yang sedang menyelidiki dirinya.


Lalu mereka pun sarapan bersama dengan keheningan.


☘️ Sekian dulu ya.☘️

__ADS_1


Bantu terus dukungan untuk author ya, dengan like, komen dan vote. Terimakasih.🤗🤗🥰


__ADS_2