
Setelah Nayla dan Renata duduk di halaman belakang mansion, mereka berdua terdia lalu Renata pun memulai membuka suaranya.
"Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Renata tanpa basa basi.
Nayla pun tersenyum
"Baiklah, apa mbak begitu tidak menyukaiku hingga ingin cepat selesai berbicara denganku?" jawab Nayla sambil bertanya kembali kepada Renata.
"Aku tidak suka berbasa-basi, menurutku untuk apa aku berpura-pura menyukai seseorang jika memang kita tidak menyukainya! munafik sekali, jadi cepat Katakanlah apa yang akan kamu katakan Nayla!" jawab Renata.
"Tapi aku harap mbak Renata tidak menyela pembicaraan saya ketika saya menceritakannya." ujar Nayla dan Renata pun mengangguk.
"Mbak tidak tau kan awal pernikahanku dengan mas Daniel seperti apa? karena itu sekarang aku ceritakan agar mbak mengerti dan bisa menerima pernikahanku dengan mas Daniel." ujar Nayla.
"Dan apa yang akan aku ceritakan tidak ada yang tahu bahkan Sheryl yang notabenya sahabat aku sendiri." lanjutnya sambil menghela nafas.
"Bukan tidak percaya kepadanya hanya aku tidak ingin dirinya kecewa dan marah kepada dadynya." ujar Nayla sambil tersenyum.
"Awalnya aku menikah dengan mas Daniel karena terpaksa, mas Daniel mengarang cerita kepada keluarganya dan keluargaku bahwa kami memiliki hubungan secara tersembunyi! padahal saat itu aku mencintai laki-laki lain, jangan menyela ceritaku mbak!" ujar Nayla ketika melihat Renata akan membuka suaranya dan kembali terdiam saat Nayla memperingatinya.
"Mas Daniel dan keluarganya melamarku bahkan meminta kami menikah di hari itu juga saat aku berkunjung ke kampung orangtuaku! awalnya aku kesal tapi tidak bisa berbuat apa-apa, aku di ancam mas Daniel agar menerima lamaran dan menikah dengannya hari itu juga kalau aku tidak ingin membuat Sheryl menjauh dan membenciku! selain itu aku juga tidak ingin mengecewakan Sheryl karena sangat berharap aku bisa menjadi istri dadynya dan mencintai dadynya! lalu aku pun menyetujuinya dan kami pun menikah dan aku pun berdoa dan berjanji akan mencoba untuk mencintai mas Daniel! lambat laun mas Daniel begitu mencoba untuk membuatku mencintainya dengan segala perhatian dan curahan cintanya yang dia berikannya walau terbilang cukup singkat dengan waktu belum satu bulan lamanya aku mulai melupakan sosok yang dulu aku cintai, sekarang aku mulai menyukainya walau aku yakin belum di tahap mencintainya! kamu tau kan mbak kenapa aku menceritakannya kepadamu?" ujar Nayla panjang lebar sambil bertanya kepada Renata, namun Renata hanya diam saja.
"Agar kamu mengerti, bahwa mas Daniel di sini sangat mencintaiku dan aku pun akan selalu mempertahankannya! kalau pun mbak berusaha untuk membuatku tak nyaman dengan sikap mbak, aku tak akan pernah takut karena ada mas Daniel di sisiku! tapi kalau mbak bersikap di luar batas, aku yakin mas Daniel yang akan marah bahkan menjauhi mbak bahkan mungkin membenci mbak! apa mbak ingin seperti itu?" tanya Nayla kepada Renata.
"Pasti tidak kan mbak! jadi aku kasih tau mbak, tolong terima pernikahanku dengan mas Daniel! walau mungkin menurut mbak sendiri aku tidak pantas untuk mas Daniel, tapi tidak bagi mas Daniel! aku pun tidak akan tinggal diam jika mbak masih bersikap seperti itu, ingat mbak jika mbak mencintai seseorang dengan tulus pasti mbak akan bahagia melihat orang yang kita cintai bahagia dengan pasangan pilihannya." ujar Nayla dengan suara tegas.
"Apakah benar seperti itu? apa ini hanya karangan ceritamu? kenapa kamu begitu percaya diri sekali mengatakan bahwa ka Daniel begitu mencintaimu dan akan membenciku jika aku melakukan sesuatu dengan pernikahan kalian?" tanya Renata dengan nada mengejek walau dalam hatinya merasa goyah.
"Yang di katakan Nayla benar! aku memang sangat mencintainya bahkan aku tidak ingin kehilangannya! aku memang akan membencimu jika kau melakukan sesuatu dengan pernikahanku." ujar Daniel yang tiba-tiba saja datang membuat Nayla dan Renata terkejut.
__ADS_1
Sebenernya Daniel sudah lama menguping pembicaraan Nayla dengan Renata, tadinya dia ingin menyusul Nayla karena lama sekali izin untuk pergi ke dapurnya! namun saat Daniel sampai di bawah, dia melihat Nayla mengikuti Renata ke arah belakang mansion jadilah dia mengikutinya karena takut Renata akan berkata yang menyakiti hati Nayla, tapi Daniel juga penasaran apa yang akan mereka bicarakan dan dia pun memutuskan untuk menguping pembicaraan mereka dulu, dan Daniel kaget ternyata yang mengajak mereka berbicara adalah Nayla! Nayla begitu tegas dalam berbicara memperingati Renata, dia juga senang bahwa Nayla kini mulai menyukainya walau belum tahap mencintainya tapi itu semua membuatnya cukup senang.
"Kak Daniel."
"Mas Daniel."
Ujar Renata dan Nayla bersamaan, mereka kaget karena Daniel tiba-tiba saja ada di sana.
Daniel pun menghampiri Nayla dan mengecup keningnya.
"Terimakasih karena sudah mulai menyukai mas?" ujarnya kepada Nayla tanpa memperdulikan Renata agar Renata sadar bahwa cinta Daniel hanya untuk Nayla.
Nayla pun tersenyum.
"Sudah kewajibanku mas untuk menyukai suamiku sendiri." jawab Nayla.
"Baiklah mas, aku tau kalian butuh waktu berdua untuk berbicara." jawab Nayla.
"Terimakasih karena selalu mengerti mas dan selalu mau berada di samping mas!" ujar Daniel.
"Iya mas." jawab Nayla sambil tersenyum.
"Ya sudah gih sana jangan menguping!" ujar Daniel sambil terkekeh.
"Kamu perintahkan bi Sumi saja agar memasak untuk makan malam kita yang banyak!" ujar Daniel.
"Baiklah mas, aku pergi dulu untuk menemui bi Sumi! tapi aku izin ya gak membantunya dulu hari ini." jawabnya.
"Iya sayang." ujar Daniel lalu Nayla pun pergi dari sana meninggalkan Daniel dan Renata.
__ADS_1
Setelah Daniel melihat Nayla sudah tidak lagi, dia pun langsung melirik menatap Renata dan menghela nafasnya.
"Kamu duduk saja! tidak mungkin kan kita bicara sambil berdiri?" ujar Daniel dan tanpa menjawab Renata pun duduk kembali yang ikuti Daniel yang duduk di sebelah Renata dalam dalam jarak agak berjauhan.
"Sebenernya aku tidak ingin membicarakan hal ini denganmu! namun karena Nayla sudah menceritakannya aku pun akan menceritakan sebagian yang tidak di ketahui oleh Nayla." ujar Daniel sambil menghela nafasnya lalu kembali berkata.
"Yang di katakan Nayla semua itu benar adanya tidak ada yang bohong, namun Nayla tidak tahu bahwa apa yang aku rencanakan Sheryl dan orangtuaku mengetahuinya!" lanjutnya.
"Jadi maksud ka Daniel, Sheryl dan momy juga dady tau kalau Nayla terpaksa menikah?" tanya Renata, dia kaget sekali menerima kenyataan ini setelah tadi di merasa cukup kaget juga dengan cerita Nayla.
"Ya mereka mengetahuinya, karena bagi mereka kabahagianku adalah yang pertama walau mereka harus ikut bersandiwara agar memuluskan rencananya waktu itu." ujar Daniel membuat Renata menyenderkan badannya yang karena lemas menerima kenyataan yang ada, jika seperti itu berarti cinta Daniel kepada Nayla tidak main-main.
"Jadi aku mohon sebagai suami Nayla kepada kamu sebagai seorang adik aku, tolong hargai perasaan Nayla sebagai istriku! aku sangat mencintainya, jangan membuat Nayla merasa rendah diri karena merasa tidak pantas untuk menjadi istriku! tolong hargai usahaku dan perjuanganku untuk mendapatkannya." ujar Daniel memohon kepada Renata.
Renata hanya diam saja, kini dalam dirinya ada sedikit rasa bersalah karena ingin memaksakan kehendaknya, dia tidak tau harus menjawab apa? dia hanya bisa diam dan memikirkan perkataan Nayla juga Daniel.
"Kaka harap kamu mengerti bahwa cinta itu tidak bisa di paksakan! jika seandaikan kaka menerima atau menikahimu, pasti kamulah yang akan terluka pada akhirnya! jangan membuat hubungan persahabatan kita menjadi renggang karena perasaanmu itu." ujar Daniel.
"Kaka pergi dulu, semoga kamu bisa memikirkan semua ini, agar kita masih bisa seperti dulu namun ada batasannya karena sekarang kaka mempunyai seorang istri." lanjutnya.
Lalu Daniel pun bangkit dari duduknya sambil menepuk bahu Renata dan meninggalkan Renata sendiri di halaman belakang mansion Daniel.
☘️Sekian dulu ya.☘️
Semoga kalian suka dengan jalan ceritanya.
Jangan lupa dukung author dengan like, komen, vote dan poin-koin nya agar author semangat dalam menulis.
Terimakasih. 🥰🥰🥰
__ADS_1