
Jam makan siang kini telah tiba, Nayla pun merapihkan pekerjaannya sekalian menyiapkan berkas yang akan dia bawa untuk meeting bersama Mr.Alex.
Daniel keluar ruangan langsung menuju meja sekertarisnya.
"Yulia kamu handle urusan di kantor, kalau ada apa-apa hubungi Nayla! Nayla yang akan menemani saya menemui klien siang ini." ujar Daniel pada Yulia.
"Baik pak." jawab Yulia .
Daniel pun lantas berjalan menuju lift dengan Nayla yang mengekor di belakangnya.
Mereka masuk dalam lift bersamaan.
Nayla menekan tombol di mana area parkir berada.
Setelah sampai di parkiran Daniel berjalan bersama Nayla menuju mobilnya, Mereka masuk bersamaan, lalu Daniel melajukan mobil menuju tempat ia bertemu klien nya.
Mereka pun sampai si restoran xxx. Daniel dan Nayla turun, begitu masuk dalam restauran, pelayan langsung menyambutnya dengan ramah.
"Selamat siang, apakah sudah memesan meja terlebih dahulu?" tanya sang pelayan.
__ADS_1
"Iya, pesanan atas nama Daniel Atmaja Wiratama." jawab Nayla.
"Baik tunggu sebentar!" pelayan pun mengeceknya.
" Di sebelah sana pak, bu dan ada yang sudah datang 5 menit yang lalu. " jawab pelayan lagi.
"Baik terimakasih." ujar Nayla.
Lalu dia dan Daniel menuju meja yang di arahkan pelayan, disana sudah ada seorang laki-laki seumuran dengan Daniel bahkan mungkin lebih muda dari Daniel, mungkin dia yang bernama Mr.Alex dan yang Nayla dengar Mr.Alex bukan hanya rekan kerja tapi sahabat Daniel juga yang berada di Amsterdam.
"Maaf sudah lama menunggu brother." ujar Daniel menyapa Mr Alex, mereka pun berpelukan.
Mr Alex pun melirik ke arah Nayla dia terpesona dengan kecantikan nayla, pakaian nya yang sederhana, jangan lupa kan wajah nya yang natural tanpa make up tebal seperti sekertaris sekertaris lainnya. Karena Mr Alex yakin wanita yang datang bersama Daniel adalah sekertaris nya, karena Daniel sudah konfirmasi, dia akan datang bersama sekertarisnya.
"Alhamdulillah baik, kamu sendiri Lex? haha aku bukan tak mau pulang tapi lagi mengejar cinta tapi sayang yang di dekati tidak peka." sedikit menyindir Nayla, Namun yang di sindir biasa aja karena memang Nayla tidak tau kalau Daniel punya perasaan terhadap nya.
"Widih... punya gebetan baru Nih!" canda Alex,
" Oh iya kenalin dong sekertaris mu itu." ujar Mr.Alex.
" Oh iya Nayla, kenalkan ini Alex dia rekan kerja kita sekaligus sahabat saya ke depan nya kalian akan sering bertemu, karena proyek yang di kota P itu." ujar Daniel pada Nayla .
__ADS_1
"Hay cantik!" ujar Alex pada Nayla sambil mengulurkan tangan.
Daniel mendelik menatap tajam Alex, Alex yang di tatap tajam hanya menyeringai licik.
"Salam kenal Mr.Alex." jawab Nayla sambil membungkukkan badan tanpa menjabat tangan Mr.Alex, membuat Mr.Alex bingung dan segera menarik tangan nya.
" Jangan coba-coba dekati dia brother, dia bukan wanita sembarangan!" ujar Daniel pelan di telinga Mr Alex, membuat senyuman di Mr Alex terbit, dia tahu siapa yang dia maksud sedang mengejar cinta.
" Wah wah wah, ada yang akan melepas gelar duda hot nih sebentar lagi!" canda Mr Alex, membuat Daniel menatap nya tajam, lalu gelak tawa dari Mr.Alex pun terdengar membuat Nayla heran.
" Pak Daniel, Mr.Alex, biar saya pesan kan makanan dulu." ujar Nayla sambil melambaikan tangan kepada pelayan, pelayan menghampiri mereka, mereka pun memesan makanan.
Setelah pesanan datang mereka langsung menyantap makanannya, sesekali Daniel dan Alex berbincang. Alex pun kadang menjahili Daniel, membuat Daniel menatapnya tajam, lalu nantinya Alex yang akan tertawa, Nayla yang tidak mengerti hanya diam saja dia serius dengan makan siangnya hingga selesai makan.
Setelah pelayan sudah merapikan meja nya.
Daniel, Mr Alex dan Nayla mulai serius membicarakan proyek yang akan mereka kerjakan, Nayla juga begitu teliti dan jelas menjelaskan rancangan demi rancangan nya kepada Daniel dan Mr.Alex agar mendapat kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak, Mr.Alex pun terkadang menatap wajah Nayla dengan tatapan memuja, membuat Daniel menahan kesal dalam hatinya, baru kali ini ia bertemu dengan sahabatnya tapi ingin segera pulang biasanya mereka akan berbincang santai, penyebab nya tak lain adalah Nayla! dia tidak ingin Alex terpesona oleh Nayla, yang nanti nya ia bakal rebutan mencuri hati Nayla. Mr Alex pun tau Daniel kesal melihatnya yang menatap Nayla, namun dia sengaja ingin menjahili daniel.
Setelah selesai Daniel langsung buru-buru mengajak Nayla pulang, Nayla bingung karena di sini belum ada tanda tangan kerjasama mereka, Daniel menjawab biar nanti dia yang urus. Nayla pun bingung tapi dia tidak bisa membantah perintah atasan nya itu, langsung merapikan semua nya dan berjalan mengikuti Daniel untuk pulang ke kantor.
~ Ternyata menguras otak juga ya untuk bisa membuat bab bab berikutnya. Mohon dukungan nya ya , bantu like and vote nya jangan lupa tinggal kan komentar agar aku semangat memikirkan ide ide nya ~ 😁😁🙏🙏
__ADS_1