
Pagi telah tiba, setelah bangun tidur langsung mandi dan solat.
Nayla langsung ke dapur untuk membuat sarapan, karena nanti dia akan mampir ke mansion Daniel sekalian melihat Sheryl yang sedang tidak enak badan.
Saat Nayla asik memasak, dia mendengar pintu apartemen terbuka, itu tandanya Sheryl yang datang, Nayla mematikan kompor terlebih dahulu untuk melihat siapa yang datang.
"Sheryl!" ujar Nayla .
Sheryl pun menghampiri Nayla dan langsung memeluk Nayla, membuat Nayla bingung sendiri.
"Sheryl bukankah kamu sedang tidak enak badan?" tanya Nayla.
" Kamu kata siapa?" jawab Sheryl heran.
" Maaf semalem karena kawatir sama kamu, aku telpon dady mu untuk menanyakan keadaan kamu, taukah kamu aku begitu mengawatirkanmu, aku telpon kamu tidak aktif nomernya, membuat aku tidak tenang Sheryl." ujar Nayla.
" Iya maaf Nayla, ponsel aku lupa aku isi dayanya,terimakasih kamu memang sahabat aku yang perhatian." ujar Sheryl sambil tersenyum.
"Oh iya aku lagi masak nasi goreng seafood kesukaan kamu, tadinya sebelum ke kantor aku mau mampir ke mansionmu, mau melihat kamu sekalian anterin sarapan kamu, eh karena kamu udah di sini, ayo kita sarapan bareng! kamu duduk saja di tempat makan, biar aku yang siapkan." ujar nayla.
__ADS_1
"Baiklah." jawab Sheryl.
Mereka pun berjalan bersama, Sheryl menuju tempat makan dan Nayla menuju dapur.
"Lihatlah dady, orang yang kamu cintai begitu tulus menyayangi aku, andai Nayla tidak mencintai Rangga, aku pasti senang Nayla menjadi istri dady walau usia kami sama, tapi aku tidak berani menyakiti Nayla dengan mendekatkan dady dengannya, aku juga gak ingin dady terluka karena kenyataannya Nayla mencintai orang lain, aku harus bagaimana jika begini? aku sayang kalian berdua." ujar Sheryl dalam hati.
Ingin sekali Sheryl menceritakan apa yang ada dalam hatinya kepada Nayla, tapi Sheryl juga tidak ingin Nayla jadi kepikiran soal itu. Entahlah untuk saat ini Sheryl hanya ingin mendinginkan suasana dulu agar dia bisa berpikir lebih jernih.
Nayla pun datang dengan 2 piring nasi goreng, lalu dia letakan di hadapan Sheryl dan yang satunya untuk sarapan dia sendiri.
"Ayo Sher kita sarapan! kamu harus banyak makan sama istirahat, jangan sampai badan mu gak enak lagi." ujar Nayla.
Mereka pun sarapan bersama dengan lahap. Nayla sesekali melirik ke arah Sheryl, dari matanya Nayla bisa menebak kalau ada sesuatu yang terjadi kemaren atau ada sesuatu yang sedang Sheryl pikirkan.
Nayla pun melanjutkan makannya, biarlah dia akan bicara nanti setelah sarapan.
Setelah sarapan Nayla membereskan bekas makan mereka berdua dan langsung mencuci piringnya, sedang kan Sheryl duduk di atas sofa sambil menonton televisi karena Nayla menyuruh Sheryl jangan membantunya . Setelah selesai Nayla menghampiri Sheryl yang berada di sofa, dia pun duduk di sebelah Sheryl.
"Kamu tidak ke kantor Nay?" tanya Sheryl.
__ADS_1
"Mau sebentar lagi aku siap-siap, kamu gak pergi kuliah?" jawab Nayla.
" Sepertinya tidak aku ingin istirahat nay." ujar Sheryl.
Nayla pun menatap Sheryl lalu mengambil tangan Sheryl sambil diusap-usap.
"Kamu kenapa? aku perhatikan kamu seperti sedang ada masalah, kamu seperti sedang memikirkan sesuatu? jujur sama aku, kamu ada apa cerita sama aku? siapa tau aku bisa kasih kamu solusi." tanya Nayla.
"Tidak ada apa-apa Nay, aku hanya sedikit lelah dan tak enak badan, aku ingin beristirahat dulu hari ini." jawab Sheryl sambil tersenyum.
Nayla pun terdiam, lalu dia menatap Sheryl tak lama langsung menghela napas.
"Baiklah aku siap-siap dulu ya, kalau ada apa-apa kamu hubungi aku ok!" ujar Nayla pada akhirnya.
"Baik Nayla." ujar Sheryl tersenyum.
Nayla pun bangkit lalu berjalan menuju kamar nya untuk siap-siap berangkat ke kantor.
" Maaf Nay aku belum bisa cerita sama kamu. " ujarnya dalam hati sambil menatap punggung Nayla yang berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1