
"Jadi kalian akan pergi ke Raja Ampat hanya berdua saja?" tanya Sheryl ketika Daniel mengutarakan niatnya kepada semua orang yang ada di rumah orangtua Nayla.
"Iya sayang, yah hitung-hitung bulan madu juga sekaligus foto prewedding." ujar Daniel.
"Masa aku gak di ajak sih dad! aku juga kan mau jalan-jalan bareng Nayla." ujar Sheryl sambil cemberut.
Grandma pun mencubit pipi Sheryl pelan lalu berkata.
"Kamu itu mau ganggu pengantin baru hem..! biarkan dady mu mempunyai waktu berdua dengan Nayla." ujar Lusi.
"Nanti sehabis resepsi pernikahan baru kita liburan bersama ke Bali, gimana mau gak?" ujar lusi lagi.
"Asyik... mau dong grandma!" ujar Sheryl membuat semua orang tertawa.
"Kalian pergi saja berdua biar urusan di sini jadi urusan dady, momy dan keluarga Nayla! jangan cemaskan di sini!" ujar Anderson.
"Iya Nayla, serahkan semuanya pada kami, sudah sana kamu siap-siap apa yang akan di bawa!" ujar ibu.
"Iya gak usah nunggu besok, hari ini saja tidak apa-apa!" ujar Anderson.
"Ini beneran?" ujar Daniel.
"Iya kalian habiskan saja waktu seminggu di sana, ingat pelan-pelan ya Niel! kasian Nayla." ujar Anderson sambil mengedipkan matanya pada Nayla, membuat Nayla menjadi malu dan pipi nya berubah menjadi merah sepeti kepiting rebus.
"Sudah dad jangan goda Nayla terus!" ujar Lusi.
Semua orang yang di sana pun tertawa terkecuali Riyan, dia masih ragu dengan pernikahan Nayla dan Daniel.
****
Sesuai yang diperintahkan para orangtua mereka, akhirnya Daniel dan Nayla pun berangkat hari ini juga ke Raja Ampat, kini Nayla dan Daniel sedang berada di pesawat.
__ADS_1
Nayla yang enggan berbicara kepada Daniel pun hanya diam saja dan wajahnya dia arahkan ke jendela.
Setelah sampai di Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, Papua.
Daniel pun langsung memesan tiket pesawat lagi untuk menyebrang ke Raja Ampat, karena lewat udara akan lebih cepat sampai di bandingkan lewat jalur laut.
Daniel pun memesan penginapan privat di salah satu penginapan elit di sana.
Setelah sampai di penginapan Daniel mengajak Nayla makan terlebih dahulu yang sudah Daniel pesankan sebelum mereka sampai.
"Ayo kita makan terlebih dahulu Nay!" ujar Daniel.
"Iya." jawab Nayla singkat.
Daniel pun menghela nafasnya.
"Baiklah setelah makan kamu boleh mengutarakan isi hatimu padaku Nay, walau pernikahan kita ini dadakan, aku ingin pernikahan ini menjadi awal yang baik." ujar Daniel.
"Baiklah di sini aku harus lebih sabar dan mulai perjuangan untuk menaklukan hati istri." ujar Daniel dalam hati.
Mereka pun makan dalam diam.
Setelah selesai makan mereka pun masuk ke dalam kamar mereka.
Di sana kamar pun sudah di hias dengan indah! kasur yang sudah di taburi dengan kelopak bunga yang di bentuk love.
Nayla pun duduk di sofa diikuti dengan Daniel yang duduk di sisinya.
"Jadi apa yang akan bapak jelaskan?" ujar Nayla langsung tanpa basa basi.
"Ya ampun masih saja manggilnya pak!" ujar Daniel.
__ADS_1
"Sudahlah tinggal jawab saja!" ujar Nayla dengan raut wajah yang datar.
"Baiklah, sebelum nya aku minta maaf karena sudah memaksamu menikah dengan ancaman! tapi jujur saja sungguh ini bukan pernikahan mainan, ini pernikahan sungguhan karena aku mencintai kamu Nayla, aku ingin memiliki mu seutuhnya." ujar Daniel sambil menatap Nayla.
"Tapi kenapa harus dengan cara seperti ini? bapak bisa kan mengutarakannya langsung kepada saya, kenapa harus dengan cara seperti ini?" ujar Nayla sambil meneteskan air matanya.
"Apakah dengan saya mengatakannya kepadamu, kamu akan langsung menerimanya? tidak Nayla! aku hanya tidak banyak waktu untuk segera memilikimu Nayla, aku janji aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku dan menyayangimu, membahagiakanmu sampai aku tiada nanti." ujar Daniel.
Nayla diam, benar apa yang dikatakan daniel, jika seandaikan Daniel mengutarakannya dari awal, akankah dia menerima Daniel sedangkan hatinya masih terpaut dengan Rangga? sepertinya memang benar mulai saat ini Nayla harus bisa menerima Daniel.
"Kamu sudah pahamkan?" tanya Daniel.
"Iya walau pun aku menolak sungguh ini sudah terlambat, kamu sudah menjadi suamiku! jadi mau tak mau aku harus menerimamu." ujar Nayla.
"Baguslah, sekarang ayo kita solat bersama lalu melakukan malam pertama kita yang tertunda." ujar Daniel sambil menggoda Nayla.
"Apa! apa kita akan langsung melakukannya?" ujar Nayla.
"Iya dong Nayla, jangan kamu pikir aku akan menundanya seperti cerita di novel ya! no itu tidak akan pernah terjadi." ujar Daniel.
"Tapi pak aku belum siap." jawab Nayla.
"Jangan panggil pak tapi mas! ingat Nayla siap atau gak siap kamu harus siap, walaupun tidak sekarang pasti nanti juga terjadi, lalu apa bedanya sekarang dan nanti." ujar Daniel.
Benar yang di katakan Daniel siap gak siap aku harus siap! mau sekarang atau nanti sama saja.
"Baiklah pak." ujar Nayla.
"Mas Nayla!" perintah Daniel.
"hemm... iya mas." ujar Nayla.
__ADS_1
"Bagus." jawab Daniel sambil mengusap kepala Nayla, lalu mengajak Nayla untuk solat berjamaah bersamanya.