
Setelah mandi, kini Nayla merasa segar kembali, dia pun mencoba menghubungi Sheryl untuk memberikan kabar bahwa dia telah sampai di rumah ibu dengan selamat. Sheryl pun senang, dia pun mengatakan akan menyusul lusa ke rumah ibu, Nayla pun dengan semangat mengatakan iya dan dia bersama keluarga menunggu kunjungannya.
Setelah itu Nayla pun berniat memberi tahukan ibu dan ayah tentang kunjungan Sheryl bersama Sheryl esok lusa.
"Ibu!" panggil Nayla.
Ibu yang sedang di halaman rumah pun menjawab
"ibu di depan Nay!" ujar ibu.
Nayla pun berjalan ke arah luar, menuju halaman dimana ibunya berada.
"Lho ada ayah juga di sini?" tanya Nayla.
"Iya, ibu dan ayah mu sekarang lebih suka diam di sini kalau sore sambil mengobrol ringan." jawab ibu sambil tersenyum.
"Oh iya ada apa Nayla kamu panggil-panggil ibu? bukannya kamu mau beristirahat?" ujar ibu lagi.
"Nanggung Bu sebentar magrib, Nay takut kebablasan, abis isya aja Nay baru istirahat." ujar Nayla.
"Ya sudah sini duduk sama ibu dan ayah sambil mengobrol." ujar ibu sambil menunjukan bangku yang masih kosong.
Nayla pun ikut bergabung duduk dengan ayah dan ibunya di bangku sederhana yang di hadapkan dengan taman di rumahnya. Sungguh indah dan segar menurut Nayla.
"Oh iya ibu aku hampir lupa, besok lusa sheryl dan Dadynya mau berkunjung kemari, katanya mau hiburan sekaligus silaturahim ke ibu sama bapa." ujar Nayla.
"Sheryl sama pak Daniel mau ke sini! wah istimewa banget ini, besok lusa ibu harus masak banyak yah, nanti anter ibu ke pasar ya pak? buat beli bahan-bahan masakan kebetulan sudah pada habis." ujar ibu antusias.
"Iya ibu, nanti ayah antar." ujar ayah pada ibu.
Nayla pun hanya tersenyum melihat ke antusiasan ibunya.
"Tapi Nay apa pak Daniel mau menginap di sini? apa dia bisa tidur ya di rumah sederhana ini." ujar ibunya.
"Aku tidak tau bu, mungkin nanti mereka akan menyewa hotel." ujar Nayla asal.
Mereka pun berbincang bersama sampai tidak terasa waktu telah masuk di waktu magrib, dan adzan pun sudah terdengar berkumandang di mesjid.
__ADS_1
"Ibu aku ke kamar dulu ya mau solat sekalian istirahat, mungkin aku gak turun lagi ya bhu." ucap Nayla.
"Ya sudah Nay gak apa-apa, kamu juga pasti cape." ujar ibu.
Nayla senang ibunya begitu menyayanginya.
Nayla pun pergi ke kamar mandi dulu untuk mengambil wudhu, karena di rumah ibunya hanya memiliki satu kamar mandi, baru setelah itu dia berjalan menuju kamarnya.
Setelah salat magrib, untuk menghilangkan rasa jenuhnya Nayla membaca Alqur'an hingga waktu isya tiba dia masih mengaji.
Lalu setelah suara di mesjid sudah tidak terdengar Nayla bergegas melaksanakan solat isya di kamarnya, baru setelah itu tidur karena Nayla sudah lelah jadi dia begitu cepat pules tidurnya.
****
Di mansion Sheryl sedang bersama Dadynya, dia sedang membicarakan tentang rencananya, bagaimana besok lusa mereka harus mempersiapkannya agar tidak gagal.
"Pokoknya dady serahin semua keperluannya pada kamu dan grandma mu ya." ujar Daniel.
"Iya dady bawel banget sih kaya gak pernah nikah aja, perasaan dari kemaren gak enak diem banget ya." ujar Sheryl sambil tersenyum.
"Ya maklum dady puber ke dua." ujarnya, sambil cengengesan.
"Oh iya grandma sama grandpa mu mana?" tanya Daniel.
"Ada dad, mereka lagi istirahat kasian." ujar Sheryl.
Ya orangtua Daniel datang, setelah Sheryl membicarakan rencananya dan kapan mereka harus datang. Mereka pun mendukung apa yang membuat anak dan cucunya senang, walau harus mengorbankan perasaan seorang gadis.
Tadi setelah Sheryl mengantarkan Nayla, dia ternyata bukan ke kampus tapi menjemput Grandma grandpanya di bandara.
"Ya sudah nanti kalo sudah kabari dady! dady gak ke kantor, nanti kalau grandma grandpa mu sudah bangun, panggilkan dady di ruang kerja!" ujar Daniel sambil berdiri.
"Ok siap." ujar Sheryl.
Lantas Daniel pun pergi meninggalkan Sheryl sendiri di ruang keluarga.
Setelah 3 jam kemudian grandma dan grandpa sudah bangun dari istirahatnya juga sudah terlihat segar kembali, Sheryl pun sudah dapat kabar bahwa Nayla telah sampai di kampungnya. Sheryl juga sudah mengabari bahwa dia lusa akan berkunjung bersama dadynya tapi Sheryl tidak bilang bahwa dia juga ke sana bersama grandma juga grandpanya.
__ADS_1
Setelah Sheryl memberitahukan dadynya bahwa semua orang telah siap, mereka pun pergi bersama untuk membeli semua keperluan untuk lusa. Di sini yang paling antusias adalah Daniel dan sheryl membuat kedua pasang paruh baya geleng-geleng kepala.
Oh iya nama dady Daniel adalah Anderson Atmaja dan momy Daniel adalah Lusi Atmaja. Anderson Atmaja berasal dari Amerika, nah kalau Lusi Atmaja sendiri asli orang Indonesia.
Karena lagi di Indonesia, mereka pun bicara pake bahasa orang Indonesia, karena kadang orang Indonesia itu kalau ada yang bicara pake bahasa Inggris di bilang belagu.
"Duh lelahnya, sudah beres kan grandma ini semua keperluannya?" ujar Sheryl bertanya pada neneknya.
"Iya sayang sudah kamu lelah ya? Daniel ayo kita cari tempat makan!" ujar Lusi.
"Iya mom." ujar Daniel.
Daniel pun menyuruh anak buahnya untuk membawa barang belanjaan mereka ke dalam mobil, dan menyuruh mereka membawa ke rumah terlebih dahulu, lalu memberikan uang sebagai tips sebagai tanda terimakasih.
"Ayo mom, dady, Sheryl! Kita cari yang ada di mall ini aja ya." ujar Daniel.
"Iya dad, aku mau makanan siap saji aja, udah laper banget! soalnya tadi lupa gak makan siang hehehe." ujar Sheryl.
"Kamu ini saking antusiasnya sampe lupa makan siang, untung gak punya penyakit magh." ujar neneknya.
"Heran yang mau nikah siapa yang heboh siapa!" sambungnya lagi.
"Hehehe aku senang grandma sebentar lagi punya momy, jadi ada yang nemenin tidur." ujar Sheryl.
"Enak saja, nikahnya sama dady masa tidurnya sama kamu?" ujar Daniel tidak terima.
"Gak apa-apalah dady, kalau Nayla nikah sama dady, otomatis aku jadi anaknya, jadi ada hak dong mau tidur sama momynya." ujar Sheryl tak mau kalah.
"No..no..no.. tidak bisa, dady tidak akan izinkan walau hanya semaleman." ujar Daniel dengan tegas.
"Yah Dady curang, kalau tau begitu aku gak mau bantuin dady." ujar Sheryl.
Membuat Anderson dan Lusi tertawa, ada-ada saja dady dan anak ini! meributkan sesuatu yang belum terjadi membuat Lusi heran, tapi Lusi bahagia akhirnya anaknya bisa membuka hati lagi. Walau Daniel mencintai wanita seumuran cucunya, Lusi bahagia dia berjanji akan menyayangi calon menantunya itu seperti dia menyayangi anaknya sendiri.
~ Wah wah wah rencana apa sih ya? ko jadi penasaran~
Ikutin terus yuk biar gak penasaran, jangan lupa dukung author dengan tinggalkan like, vote anda coment di sini ya.
__ADS_1
Biar author semangat nulisnya..