
Setelah kepergian Daniel, Renata termenung sendiri! dia benar-benar syok, jadi percuma saja dia membuat Nayla tak nyaman dengan statusnya! harapannya benar-benar pupus, benar kata Diva dirinya harus menerima Nayla! karena kalau tidak, dia tidak hanya kehilangan Daniel tapi semua orang yang menyayanginya, termasuk momy Lusi yang begitu sangat menyayanginya bagaikan putri kandungnya sendiri.
"Sakit sekali rasanya jika seseorang yang kita cintai hingga belasan tahun, namun dia malah mencintai gadis yang baru dia temui." ujarnya dalam hati sambil memegang dadanya yang terasa sesak.
"Ka Diva benar aku harus bisa menerima Nayla! karena ka Daniel begitu mencintainya, aku harus merelakannya! walau rasanya begitu sesak, pelan-pelan pasti bisa." lanjutnya.
Renata kini menyadari bahwa memang benar, cinta tidak bisa di paksakan walau pun Daniel memaksakan perasaannya pada dirinya, pastilah dia yang akan tersakiti.
Renata pun menghela nafasnya, dia ingin pergi kemana saja untung menenangkan dirinya! mungkin dia akan mengajak Alex untuk menemaninya nanti.
Renata pun bangkit dari duduknya, dia pun langsung masuk ke dalam mansion dan mengetuk pintu Alex.
Tok...tok....tok...
Ceklek.... suara pintu terbuka.
"Renata!" ujar Alex heran.
"Alex bisakah aku minta tolong kamu?" tanya Renata.
"Kamu mau minta tolong apa?" jawab Alex sambil bertanya.
"Temani aku keluar yuk! hanya berdua." ujar Renata.
"Apa kamu tidak salah hanya berdua?" tanya Alex heran.
"Iya aku mohon, jangan bilang sama siapa pun! bilang saja kita ada keperluan mendadak di luar." jawab Renata
Alex terdiam, ada apa dengan Renata? tak biasanya meminta pergi hanya berdua saja!
"Ku mohon!" ujar Renata menyadarkan Alex dari diamnya.
"Baiklah, tapi mau kemana kita sore begini?" tanya Alex pada akhirnya menyetujui permintaan Renata.
"Kita ke pantai, atau tempat alam yang indah." jawab Renata.
__ADS_1
Tuk... "Aw.." jerit Renata pelan karena Alex mengetuk jidatnya.
"Kamu ini, di kota B mana ada pantai! ya sudah ayo aku tunjukan tempat yang indah yang ada di kota ini ketika sore sampai malam hari." ujar Alex.
"Baiklah ayo!" ajak Renata.
"Kita izin dulu sama momy!" ujar Alex.
"Jangan! nanti saja kita telpon, bilang saja kita buru-buru." ujar Renata.
"Baiklah." jawab Daniel karena mengerti mungkin saat ini Renata memang butuh waktu untuk sendiri dan Alex juga tidak tau apa yang telah terjadi.
Mereka pun lantas keluar dan kebetulan semua orang sedang di kamar mereka masing-masing, begitu juga dengan Daniel dan Nayla! sepertinya mereka telah kembali ke dalam kamar mereka, jadi saat ini Alex maupun Renata merasa lega karena tidak ada yang bnyak bertanya kepada mereka, biarlah nanti di perjalanan Renata akan menghubungi momy Lusi.
Setelah di halaman mansion, Alex meminta supir keluarga Daniel untuk mengeluarkan salah satu mobil Daniel di dalam garasi karena dia akan meminjam mobil ketika berada di sini.
Setelah mobil berada di depannya, Alex dan Renata pun masuk ke dalam mobil tak lupa juga mereka mengucapkan terimakasih kepada sang supir, lalu Alex pun menancapkan gas ke arah salah satu cafe yang bernuansa alam yang indah.
Setelah sampai di tempat yang di tuju Alex, Alex pun membelikan setirnya dan masuk ke dalam parkiran sebuah cafe yaitu Kampung Daun Celture & Cafe, sebuah wisata yang bernuansa cafe dengan pemandangan alam yang indah, di sana banyak sekali berbagai macam kuliner khas bandung.
"Aku tau kamu pasti punya masalah tapi aku juga gak tau kamu punya masalah apa hingga tiba-tiba saja mengajakku keluar berdua saja, makanya aku ajak kamu ke sini! selain bisa memandang pemandangan yang indah kamu juga bisa sambil kuliner memesan makanan sebanyak mungkin yang belum pernah kamu cobain di sini! bukankah yang banyak masalah itu harus banyak makan?" ujar Alex sambil terkekeh.
"Terimakasih, aku janji setelah aku tenang aku akan bercerita padamu! tapi aku harus menghubungi momy Lusi terlebih dahulu, takutnya dia mencari kita." jawab Renata sambil tersenyum lalu mengeluarkan ponselnya.
"Iya baiklah." ujar Alex.
Lalu mereka pun memilih salah satu saung yang dekat dengan gemiricik air terjun yang ada di cafe itu, Renata pun berjalan sambil mencoba menghubungi momy Lusi dan mengabarinya bahwa dirinya dan Alex saat ini keluar dulu karena ada keperluan dan tidak perlu menunggu mereka untuk makan malam.
Setelah selesai menghubungi Lusi Renata pun menghela nafasnya.
****
Di mansion Daniel lebih tepatnya di kamar utama milik Daniel, Daniel sedang memeluk Nayla dari samping! saat ini Nayla sedang berbicara dengan orangtuanya melalu sambungan telpon, membicarakan kedatangan mereka yang akan datang 3 hari mendatang. Nayla begitu semangat saat berbicara dengan keluarganya, apalagi Riyan yang sesekali menggoda Nayla membuat Daniel gemas sendiri karena wajah Nayla selalu memerah ketika ada yang menggodanya.
Setelah panggilan selesai Nayla masih saja tersenyum, Daniel pun yang gemas langsung saja mencium pipi Nayla.
__ADS_1
"Kamu ini mas!" ujarnya.
"Abisnya mas gemas sekali!" jawab Daniel sambil tersenyum.
"Oh iya apa kamu sudah memerintahkan bi Sumi untuk masak makan malam?" tanya Daniel.
"Sudah mas! mungkin saat ini bi Sumi sudah memulainya." jawab Nayla.
"Oh iya mas! apa kamu tadi menguping semua pembicaraanku dengan mbak Renata?" tanya Nayla karena merasa tidak enak hati juga.
"Dengar, dan mas senang sekali dengan sikapmu tadi dengan tegas mengatakan semuanya kepada Renata! dan mas juga senang kamu sudah mulai menyukai mas walau belum tahap mencintai." jawab Daniel sambil tersenyum.
"Maaf!" ujar Nayla.
"Kenapa kamu meminta maaf?" tanya Daniel.
"Karena belum bisa mencintai mas dengan sepenuh hati! tapi aku janji akan terus mencoba mencintai mas." jawab Nayla.
"Tidak apa-apa, cukup dengan cinta mas saja! mas yakin suatu saat nanti kamu akan membalas cinta mas." ujar Daniel.
"Tapi mas apa mbak Renata akan menyadarinya dan mulai menerima pernikahan kita? atau malah semakin membenciku ya mas?" tanya Nayla.
"Mas yakin dia akan sadar sayang, dan dia akan menerima pernikahan kita karena pada dasarnya Renata itu memang orang baik, mungkin sebelumnya dirinya hanya merasa bahwa mas lebih pantas dengan dirinya yang lebih lama mas mengenalnya, daripada kamu yang baru mas kenal! jadi kamu tenang saja, mas yakin niatnya bersama kamu bukan untuk merusak rumah tangga kita, dia hanya ingin membuatmu tak nyaman menjadi istri mas." jawab Daniel panjang lebar menjelaskan semuanya.
"Syukurlah mas kalau begitu, aku hanya takut saja! gara-gara aku persahabatan kalian malah jadi renggang." ujar Nayla.
Daniel pun tersenyum, lalu memeluk Nayla dengan erat.
"Itu tidak akan terjadi!" jawab Daniel.
☘️Sekian dulu ya. ☘️
Maaf ya kalau ceritanya membosankan.
Ini juga author udah berusaha memikirkan idenya agar ceritanya menarik, tapi kembali lagi yang bisa menilai hanya kalian para pembaca setia cerita dari Nayla ini.
__ADS_1
Terimakasih untuk semuanya, jangan lupa dukung author dengan like, komen, vote dan poin koinnya untuk author ya. 🥰🥰🥰