Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 51


__ADS_3

Setelah sampai di mansion, Lusi begitu menyambut Nayla! dia senang mendapat kabar dari Sheryl bahwa hubungan Nayla dan Daniel ada kemajuan dan sepertinya sebentar lagi mereka akan saling mencintai.


"Menantu momy!" ujar Lusi pada Nayla sambil memeluknya.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Lusi.


"Alhamdulillah momy baik, momy sendiri gimana kabarnya sama dady?" jawab Nayla.


"Alhamdulillah kami juga baik." ujar Lusi sambil tersenyum sambil mengusap kepala Nayla.


Nayla begitu bahagia mempunya momy mertua seperti Lusi yang menyayanginya dengan tulus.


"Dad sekarang grandma sudah punya menantu baru jadi kita sudah di lupakan ya!" ujar Sheryl dengan tiba-tiba saat Lusi hanya menyambut Nayla saja.


"Iya kita jadi kaya anak tiri yang tidak di inginkan." jawab Daniel.


"Alah syirik aja kalian sama menantu momy ini!" ujar Lusi sambil mengajak Nayla masuk.


Nayla pun menurut sambil tersenyum dan menjulurkan lidahnya kepada Daniel.


"Awas saja nanti malam, mas akan menghukummu!" ujar Daniel sambil menyusul Nayla.


"Palingan juga hukuman ranjang." ujar Sheryl kepada dadynya lalu menutup mulutnya sambil cengengesan dan menggaruk lehernya yang tak gatal ketika dady dan grandmanya melirik ke arahnya.


"SHERYL!" ujar Daniel dan Lusi bersamaan.


"Sorry." jawab Sheryl.


Lusi hanya menggelengkan kepalanya dan Nayla yang pipinya sedikit memerah.


"Kalian pasti laparkan karena belum makan? momy sudah masak ayo kita makan bersama! Dady juga sudah menunggu kalian." ujar Lusi.


"Iya mom." jawab Daniel.


"Nanti setelah makan baru kalian beristirahat! karena besok Nayla mau mamah ajak fitting baju untuk resepsi di sini." ujar Lusi lagi.


"Baik mom." jawab Nayla.


Mereka pun berjalan bersama dengan Lusi yang menggandeng Nayla dan Daniel dengan Sheryl yang berjalan beriringan.


Setelah sampai di ruang makan, terlihat Anderson sudah berada di sana menunggu mereka datang, Anderson yang melihat anak, menantu dan cucunya datang pun langsung berdiri.


ketika sampai dekat dengan meja makan, Anderson langsung memeluk Daniel dan menepuk pundak Daniel.


"Selamat datang, gimana apakah kamu masih kuat bermain dengan Nayla setelah lama menduda?" tanya Anderson sambil berbisik pelan.


"So pasti dad, yang ada Nayla yang kecapean karena aku terlalu bersemangat." jawab Daniel sambil tersenyum.


"Hahahaha." suara Anderson yang tertawa membuat Nayla, Lusi dan Sheryl merasa heran.


"Grandpa kenapa?" tanya Sheryl.


"Hem.... tidak, grandpa hanya senang saja." jawab Anderson Kikuk.

__ADS_1


"Ya sudah ayo kita mulai makannya!" ujar Lusi.


Mereka pun langsung menyantap makan malam yang masih sore.


"Mom aku sama Nayla sudah selesai makan! kamu ke atas duluan ya sudah lelah." ujar Daniel.


"Baiklah kalian beristirahat lah." jawab Lusi.


"Baik mom, ayo sayang!" ajak Daniel pada Nayla.


"Iya mas." jawab Nayla lalu berpamitan kepada kedua mertuanya dan juga Sheryl.


Ketika Daniel dan Nayla sudah ke atas, Sheryl pun langsung berkata.


"Grandma, grandpa kalian tau gak? dady bener-benar gila." ujar Sheryl.


"Maksud kamu!" jawab Lusi.


Sheryl pun menceritakan dari awal dia yang mau menjahili dadynya yang berujung dengan kenekatan Daniel.


"Sungguh aku tidak bohong grandma, dari situ aku tidak berani lagi minta untuk tidur bertiga." ujar Sheryl.


"Astagfirullah... Daniel... awas kau ya!" ujar Lusi setelah mendengar cerita dari sheryl.


"Lagian kamunya juga Sheryl ganggu pengantin baru saja! kan kamu jadi mendengar apa yang tidak boleh kau dengar." lanjutnya.


"Yah mana aku tau grandma ujung akan seperti itu, lagian kasian Nayla gak di kasih istirahat sama dady, apa yang sudah lama menduda itu seperti itu grandma?" tanya Sheryl.


"Iya buas di ranjang!" ujar Sheryl membuat Anderson tersendak.


"Uhuk...uhuk....uhuk..." suara Anderson sambil menatap tajam pada Sheryl.


"Kamu tau dari mana Sheryl bahasa seperti itu?" tanya Anderson.


"Hehehe..... Sheryl hanya pernah dengar saja." jawab Sheryl kikuk.


"Besok-besok kau tidak boleh bicara sembarangan, atau dadymu akan marah." ujar Anderson.


"Siap.... oh iya aku sudah selesai makan jadi aku duluan ya grandma, grandpa! aku juga sudah lelah dan mengantuk.


"Ya sudah gihh! tapi jangan lupa ya solat magrib terlebih dahulu." ujar Lusi.


"Baik Grandma." jawab Sheryl.


Sheryl pun bangkit dari duduknya lalu mencium pipi Lusi dan Anderson secara bergantian, lalu lanjut naik ke atas menuju kamarnya karena sudah lelah.


Lusi yang melihat Sheryl sudah pergi ke kamarnya pun berbicara kepada Anderson.


"Lihat kan mas kelakuan anakmu itu, bagaimana kalau sampai Sheryl melihatnya langsung bisa bahaya." ujar Lusi kepada Anderson.


"Sudahlah sayang, mereka kan masih muda! mas pun kalau masih muda akan ikutan." ujar Anderson dan langsung mendapatkan cubitan dari Lusi.


"Aw....aw..... sayang!" ujar Anderson lagi.

__ADS_1


"Kenapa momy mencubit dady?" tanyanya.


"Bukannya sadar malah mendukung, kamu ajari Daniel kalau ada Sheryl harus menahan rasa sabarnya." ujar Lusi.


"Baiklah sayang." jawab Anderson karena para perempuan pasti tidak ingin kalah dala. berdebat.


****


Di kamar Daniel, Nayla mencoba merebahkan dirinya karena merasa lelah sekali.


"Sayang jangan tidur dulu! kita salat magrib dulu ya baru setelah itu tidur." ujar Sheryl.


"Baiklah mas." jawab Nayla sambil membuka matanya.


"Aku bereskan baju kita dulu saja ya?" tanya Nayla.


"Memang kamu gak cape sayang?" jawab Daniel.


"Sedikit mas, sambil nunggu adzan magrib saja." ujar Nayla.


"Baiklah mas bantu ya!" ujar Daniel.


"Itu lebih baik mas." jawab Nayla sambil tersenyum.


Mereka pun merapihkan baju Nayla bersam baju Daniel ke lemari pakaian mereka.


"Nah di sini tempat bajumu berasa nanti ya." ujar Daniel.


"Iya mas." jawab Nayla.


Adzan magrib pun telah mendengar, Nayla dan Daniel pun melaksanakan solat wajib yang di imami oleh Daniel.


Setelah selesai Nayla pun rebahan dari tidurnya mencoba memejamkan matanya.


"Mas aku lelah sekali, aku tidur duluan ya!" ujar Nayla pada Daniel yang sedang memejamkan matanya.


"Iya sayang." jawab Daniel.


Karena saking lelahnya Nayla pun tertidur dengan cepat sampai pulas.


Daniel yang memang masih ada yang harus di kerjakan pun hanya duduk di sofa sambil memegang laptopnya, setelah selesai karena memang dirinya juga lelah dan mengantuk Daniel pun menyelesaikan pekerjaannya dan mulai merapihkannya semua pekerjaannya, lalu menghampiri Nayla yang sedang tertidur.


"Cantik." ujar Daniel sambil mengelus pipi Nayla.


"Semoga kita bisa bersama sampai tua nanti." lanjutnya sambil mencium kening Nayla.


"Saat ini akan mas biarkan istirahat, tapi setelah nanti malam tidak ada kata libur." ujar Daniel sambil merebahkan tubuhnya di sisi Nayla dan memeluknya dari belakang.


☘️Mohon maaf ya belum bisa up 2 bab perharinya seperti janji saya.☘️


Mohon maaf juga bila dalam penulisan masih acak-acakan atau bahasanya yang kurang baik atau gak nyambung karena sambil menahan kantuk.


Terimakasih sama yang sudah mampir.

__ADS_1


__ADS_2