Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 29


__ADS_3

Kini masalah persetujuan Sheryl telah selesai, sekarang Daniel tinggal memikirkan cara gimana agar Nayla jatuh hati padanya?


"Jadi sekarang apa yang akan Dady lakukan untuk mendekati Nayla Hem? " ujar Sheryl sambil memainkan alisnya tanda dia menggoda dadynya.


"Entahlah belum terpikirkan oleh dady." jawab Daniel.


"Tapi.." 


"Tapi apa Dady?" tanya Sheryl penasaran.


"Dady ada cara tapi tau kamu setuju atau tidak dan mau bantu dady atau tidak? karena cara nya sedikit ekstrim." ujar Daniel.


"Hah ekstrim gimana dady?" ujar Sheryl.


"Hemm.. sedikit dengan cara paksa, karena dady tidak ingin menundanya lama-lama." ujar Daniel.


"Iya tapi seperti apa? dady jangan buat aku penasaran." jawab Sheryl.


"Tapi kamu janji harus membantu dady, tanpa bantuanmu dady rasa rencana ini tidak akan terlaksana!" ujar Daniel lagi.


"Iya dady tapi apa dulu?" tanya Sheryl. 


"hemm.. begini Sheryl, kamu tau sendiri Nayla itu anti bersentuhan dengan yang bukan muhrimnya." ujar Daniel.


"Iya lalu?" ujar Sheryl begitu penasaran dengan rencana dadynya.


Daniel pun membicarakan rencananya kepada Sheryl dengan teliti.


"APA DADY!" ujar Sheryl kencang.


"Sttt... kamu itu bicaranya pelan saja, gimana kalo ada yang dengar?" ujar Daniel melotot pada sheryl.


"Hehehe maaf dady, tapi dady apa tidak ada cara lain? aku takut kalau Nayla tau dia jadi marah padaku, aku juga tidak bisa menghianati Nayla." ujar sheryl.


"Ya itu terserah kamu, hanya itu cara satu-satunya agar dady bisa segera menikahi Nayla, kalau urusan mencintai dady, setelah menikah dady akan buat Nayla jatuh hati pada dady dengan cepat." ujar Daniel yakin. 


"Dady bisa ya seyakin itu hemm..! " ujar Sheryl.


"Bisa dong, dady ini tampan walau usia tak muda lagi, dady juga banyak uang." ujar Daniel sombong. 

__ADS_1


Sheryl menggelengkan kepalanya, cinta memang bisa membuat orang gila! kalau bisa kenapa harus melakukan rencana Dady.


"Dasar Dady ini narsis banget, tapi biar Sheryl pikirkan dulu ya dady, Sheryl gak mau gegabah." jawab Sheryl.


"Iya nak, terserah kamu saja." ujar Daniel.


"Oh iya Dady, gimana sama grandma dan grandpa? apakah mereka akan merestui dady? bagaimana pun dady harus meminta izin pada grandma dan grandpa! Sheryl takut grandma tidak bisa menerima kekurangan Nayla yang berasal dari keluarga biasa." ujar Sheryl sendu. 


"Kalau soal itu, dady yakin kamu pasti bisa mengatasinya." ujar Daniel sambil memainkan alisnya.


"Ko jadi aku sih dady, kan yang mau minta restu dady bukan aku." tanya Sheryl heran.


"Karena grandma mu akan lebih mendengarkanmu, daripada dady anak ya." ucap Daniel sambil tersenyum.


"Hah...dady ini." ujar Sheryl menggelengkan kepala, tapi setuju juga dengan usul Daniel, karena yang bisa meluluhkan hati grandma nya adalah dia! Neneknya itu tidak bisa menolak permintaan cucu kesayangannya ini.


****


 Di luar Nayla telah selesai dengan pekerjaannya, tinggal memberikan kepada Daniel untuk di tandatangani, lalu nanti dia akan serahkan kepada bagian operator perencanaan untuk memulai sebuah projek.


"Huh... akhirnya selesai." ujar Nayla.


"Apa pak Daniel sama Sheryl telah selesai bicara ya, sepertinya Sheryl tak hanya sekedar ingin bertemu pak Daniel tapi ada yang harus dia bicarakan dengan pak Daniel." ujar Nayla dalam hati.


Dia heran biasanya ketika Nayla telah selesai dengan pekerjaannya dan tinggal meminta tanda tangan bosnya, dia akan langsung masuk ruangan Daniel. 


"Iya sebentar lagi Yul, soalnya ada Sheryl di dalam." ujar Nayla.


"Jadi di dalam ada putrinya pak Daniel itu?" tanya Yulia


"Kapan datangnya Nay?"


"Tadi saat kalian belum kembali dari meeting, kalau aku masuk sekarang takut mengganggu mereka." jawab Sheryl.


Yulia hanya mengangguk saja.


**** 


 Di dalam ruangan rupanya Daniel masih terus berbincang dengan Sheryl membicarakan setiap rencananya kepada Sheryl. 

__ADS_1


"Baiklah dady pokoknya akan aku pikirkan dulu, jika aku sudah menemukan jawabannya, aku akan segera memberitahukan dady ok." ujar Sheryl.


"Baiklah." jawab Daniel.


"Oh iya Dady gimana kalau aku pulangnya nanti bareng Dady? nanti aku ajak Nayla biar ikut bareng dan mengajaknya makan malam bersama." tanya Sheryl dengan semangat. 


"Baiklah terserah kamu, dady ngikut saja." jawab Daniel. 


"Ok hitung-hitung pendekatan dulu dady." ujar Sheryl dengan nada menggoda.


Daniel hanya tersenyum saja mendengar apa yang Sheryl ucapkan. 


Pada saat mereka sedang asyiknya berbicara, lebih tepatnya Sheryl yang menggoda dadynya terdengar seseorang mengetuk pintu dan berbicara meminta izin untuk masuk. 


Tok.. tok.. tok...


"Pak Daniel, ini saya Nayla! apa boleh saya masuk?" ujar Nayla.


"Cie... pujaan hati pun datang." ujar Sheryl menggoda Daniel . 


Daniel pun yang di goda merasa salah tingkah, dia bagaikan remaja yang baru jatuh cinta.


" Kamu ini." ujar Daniel sambil mencubit Sheryl pelan, membuat Sheryl tertawa.


"Ya Nayla, silahkan masuk!" ujar Daniel pada akhirnya.


Dia pun buru-buru duduk di kursi kebesarannya. 


Nayla pun masuk dan menyapa Daniel, tak lupa dia pun melirik Sheryl sambil tersenyum, Sheryl pun membalas dengan senyuman kembali. 


"Selamat siang pak, ini ada yang harus bapa tandatangani dulu agar saya bisa langsung kasih ke bagian perencanaan." ujar Sheryl. 


" Baik, berikan berkasnya padaku!" ujar Daniel. Seperti biasa dengan raut wajah datar dan dingin untuk menyembunyikan kegugupannya karena telah di goda oleh Sheryl, membuat Sheryl menepuk jidatnya. 


Baik pak." ujar Nayla.


Lalu memberikan berkasnya kepada Daniel .


Lantas menunggu sampai Daniel selesai menandatangani berkasnya. 

__ADS_1


~Rencana apa nih yang sedang di rencanakan Daniel? Seekstrim apa nih rencananya? yang penasaran terus ikutin cerita ini ya ~


Jangan lupa dukungan nya like, vote and komen ya biar author semakin semangat menulisnya dan memikirkan idenya. 😁🤗🤗


__ADS_2