Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 65


__ADS_3

Hari H pun datang juga, kini keluarga Daniel pun sudah sampai di kampung orangtua Nayla! mereka telah berkumpul dan bersiap-siap di rumah bibi Nayla, ada banyak orang yang ikut mengantar kelurga Daniel besan, dari keluarga besar Anderson, Lusi juga jajaran para petinggi perusahan begitu juga dengan sahabat Daniel Alex, dia sengaja datang dari New York agar bisa menyaksikan hari kebahagian Daniel.


Sebenernya Daniel punya 3 sahabat Laki-laki 2 dan perempuan 1, tapi yang bisa datang hanya Alex saja.


"Wah duda kita ini sekarang sudah sold out ternyata!" ujar Alex ketika sampai di dekat Daniel.


"Alex! hahaha iya dong." jawabnya sambil mengedipkan matanya dan memeluk Alex.


"Dan yang lebih bikin aku kaget, kau begitu cepat mendapatkan sekertarismu itu hem....." ujar Alex.


"Kau kan tau, tidak ada yang bisa mengalahkan pesona Daniel." jawabnya sombong membuat Alex mencebikkan bibirnya.


"Cihh.... sombong sekali kau!" ujar Alex.


"Hahaha..... kau apa kabar bro?" tanya Daniel.


"Ya seperti yang kamu lihat! dan aku sedikit kesal, kau akan mendahuluiku menikah!" jawabnya.


"Semoga cepat menyusul, kalau ada yang kau sukai cepat Pepet dia jangan kau lepaskan!" ujar Daniel.


"Tapi sayang belum ada yang menyentuh hati." jawab Alex.


Saat Daniel akan menjawab perkataan Alex, Lusi keburu menyelanya.


"Daniel! apa kamu sudah siap?" tanyanya.


"Sudah dong my!" jawab Daniel.


"Ya sudah ayo kita berangkat! sebentar lagi acaranya akan di mulai." ujar Lusi.


"Baik my." jawab Daniel.


Dan rombongan besan pun berangkat dari rumah bibi Nayla yang tak jauh dari rumah orangtua Nayla sendiri.


Setelah rombongan Daniel berada di dekat rumah orangtua Nayla, seperti adat kampung pada umumnya! keluarga Nayla memasang petasan untuk menandakan bahwa besan telah datang, setelah itu keluarga Nayla menyambut rombongan keluarga Daniel.


Berbagai acara-acara telah di lakukan hingga ijab kobul yang kembali Daniel ucapkan di hadapan penghulu dari Kantor Urusan Agama atau yang sering kita kenal dengan KUA agar pernikahan mereka terdaftar di dalam negaranya.


Setelah selesai berbagai macam acara akhirnya Nayla pun di bawa keluar dan duduk di samping Daniel untuk menandatangani semua berkas-berkas, Daniel yang melihat Nayla begitu terpesona! lagi-lagi Daniel memuji diri Nayla dalam hatinya, betapa cantik wajah dan hati Nayla.


Setelah selesai menandatangani semua berkas, Nayla dan Daniel pun di giring ke arah pelaminan untuk melakukan sesi sungkeman kepada kedua orangtua mempelai, saat melakukan sesi sungkeman Nayla, Daniel dan kedua orangtua mereka menangis, begitu juga dengan semua orang yang berada di sana termasuk Sheryl sendiri.


Setelah selesai mereka pun melakukan sesi foto keluarga juga keluarga besar mereka.

__ADS_1


"Akhirnya mas bisa bertemu denganmu." ujar Daniel setelah selesai melakukan sesi foto dan duduk yang sengaja dia rapatkan di dekat Nayla.


"Kamu ini mas, kaya gak ketemu satu bulan saja!" jawab Nayla sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Bagi mas satu hari tidak bisa melihatmu serasa satu bulan." ujar Daniel.


"Hah...." Nayla hanya tersenyum geli mendengar perkataan Daniel, karena merasa aneh juga bos yang dia kenal begitu dingin dan datar kini menjelma menjadi seorang penggembala ulung.


"Kamu gak percaya sayang?" tanya Daniel ketika Nayla hanya tersenyum saja tanpa menjawabnya.


"Iya...Iya... aku percaya ok!" jawab Nayla.


"Ya memang kamu harus percaya!" ujar Daniel memeluk Nayla tanpa malu mereka sedang menjadi tontonan semua orang.


"Mas malu di lihat orang!" ujar Nayla yang wajahnya sudah memerah.


"Woy....sabar dulu, di sini masih banyak orang! hargai para jomblo." teriak Alex membuat semua orang tertawa.


Daniel pun melepaskan pelukannya dan ikut tertawa juga.


****


Sore hari.


Malam pun tiba, acara pengajian pun telah usai! Daniel dan Nayla pun langsung izin masuk untuk masuk ke kamar terlebih dahulu karena mereka berdua sudah benar-benar Lelah, sedangkan Lusi, Anderson dan Sheryl pamit untuk ke rumah bibinya Nayla mereka akan tidur di sana.


"Akhirnya...." ujar Daniel sambil merebahkan badannya di kasur.


"Lelah banget ya mas?" tanya Nayla.


"Banget sayang, tapi mas juga sudah tenang sekarang!" jawab Daniel.


"Tenang?" tanya Nayla heran.


"Iya." jawab Daniel sambil menarik Nayla hingga Nayla terjatuh di atas badan Daniel.


"Akh..... mas!" ujar Nayla kaget dan langsung menutup mulutnya.


"Kamu ini mas!" ujarnya sambil mencubit pinggang Daniel.


"Hahaha....iya sayang, mas tenang sekarang karena kita sudah sah secara agama juga negara!" ujar Daniel sambil mengelus rambut Nayla.


"Semoga kita menjadi keluarga yang di ridhoi Alloh, di berkahi juga di rahmati, di kasih keturunan yang soleh dan solehah." ujar Daniel.

__ADS_1


"Amin.."


"Dan semoga kamu setia menemani mas hingga tua nanti, di saat susah maupun senang." ujar Nayla sambil menatap Nayla dan mengusap pipinya.


"Insyaallah mas, bimbing aku juga ya! jika aku salah tolong tegur aku!" jawab Nayla.


"Dan mas pun sama, jika mas melakukan kesalahan tolong tegur mas juga!" ujar Daniel.


Nayla pun tersenyum, dan mengangguk.


"Ya sudah kita tidur yuk sekarang! pasti kamu juga lelah." ajak Daniel.


"Iya mas." ujar Nayla.


Nayla pun menggeser tubuhnya agar turun dari atas badan Daniel dan menaruh kepalanya di tangan kekar Daniel dan langsung memejamkan matanya, tak membutuhkan waktu lama Nayla pun langsung tertidur pulas mungkin efek terlalu lelah! Daniel yang mendengar dengkuran halus Nayla pun menyadari Nayla telah tertidur pulas hingga dia mengubah posisi menyamping dengan tetap menaruh kepala Nayla di tangannya, agar dia bisa melihat wajah cantik Nayla.


"Cantik! mas semakin dan semakin jatuh cinta sama kamu." ujar Daniel sambil mencium kening Nayla dan ikut memejamkan matanya dan ikut tidur dengan Nayla.


****


Saat tengah malam tiba.


Nayla begitu nyenyak tidurnya hingga dia tak sadar Daniel saat ini sedang melakukan sesuatu dengan tubuhnya hingga dia mendesah tanpa dia tahan, Nayla pun membuka matanya karena sudah tak tahan dengan serangan Daniel.


"Mas!" ujarnya saat dia sudah membuka matanya melihat Daniel sedang memainkan dadanya dengan mulut Daniel.


Nayla pun melirik ke arah jam dinding waktu menunjukan pukul 1 dini.


"Sayang! mas sudah tak tahan!" ujar Daniel dengan suara beratnya.


"Tapi mas, nanti mandinya aku malu!" jawab Nayla.


"Saat selesai kita langsung mandi saja, pasti orang-orang juga sudah tidur." ujar Daniel sambil meneruskan aktivitas tadi yang tertunda.


Nayla pun sudah tidak bisa mencegah lagi dan membiarkan Daniel melakukan apa yang ingin dia lakukan, lagian dia juga takut berdosa bila menolak ajakan Daniel.


☘️Sekian dulu.☘️


Maaf ya kemaren author tidak up karena author lagi ada kesibukan.


Terimakasih yang masih setia membaca cerita author walau cerita ini belum sesempurna para senior.


Jangan lupa ya dukungan untuk authornya.

__ADS_1


__ADS_2