Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 32


__ADS_3

Keesokan harinya, Nayla sedang sarapan pagi bersama Sheryl sebelum berangkat ke kantor, Dan Sheryl pun kebetulan ada kuliah pagi. Rencananya mereka akan berangkat bersama.


"Nay kamu jadi nanti pulang ke kampung?" tanya sheryl.


" Kapan?" ujar Nayla heran.


"Ishhh yang kemaren kamu bilang, katanya dua bulan lagi kamu mau cuti pulang ke rumah ibu!" tanya Sheryl lagi.


"Eh iya insyaallah jadi, mudah-mudahan di ACC ya izin cutinya, emang kenapa Sher? " jawab Nayla.


"Amin mudah-mudahan di ACC, gak apa-apa, aku boleh gak nanti maen ke sana nyusul kamu?" tanya Sheryl.


"Boleh banget dong." jawab Nayla dengan semangat.


"Malah aku bakal seneng banget Sher."


"Beneran! ya udah deh nanti aku sekalian ajak Dady hehe.. " ujar Sheryl.


"Emang Dady kamu bakal mau di ajak ke kampung?" tanya Nayla.


"Pasti mau lah, apalagi aku yang ngajakin!" jawab Sheryl.


"Dan ada kamu yang pastinya Nay." ujarnya dalam hati.


"Ya udah nanti kalau jadi kabarin ya." ujar Nayla.


"Siap." jawab Sheryl.


Mereka pun melanjutkan sarapan dan setelah sarapan langsung berangkat bersama.


****

__ADS_1


"Aku masuk ya Sher, terimakasih udah nganterin aku." ujar Nayla ketika mereka sampai di depan kantor Daniel.


"Sama-sama, kamu yang semangat kerjanya." ujar Sheryl.


"Siap .... kamu juga hati-hati di jalan." jawab Nayla.


Sheryl pun mengangguk dan melajukan lagi mobilnya.


Nayla pun masuk dan berjalan menuju lift, karena tidak hati-hati dia tak sengaja kesandung roknya sendiri dan jatuh tepat ke belakang punggung Daniel membuat mereka terjatuh bersamaan .....


Bugh... suara mereka terjatuh dan Nayla mengaduh.


Nayla kaget dia terjatuh mengenai Daniel dan Daniel ikut terjatuh juga, dia pun lantas berdiri dan meminta maaf kepada Daniel, Nayla melihat Daniel terluka lebih parah daripada dirinya.


"Maaf maaf pak saya tidak sengaja! anda tidak apa-apa pak Daniel?" tanya Nayla tanpa berniat menolong Daniel, karena mau tidak mau nanti dia akan bersentuhan.


Daniel yang merasakan sakit di bagian lutut, jidat dan sikunya hanya meringis, karyawan laki-laki pun mencoba membantunya berdiri.


"Ini kesempatan" dalam hatinya.


"Duh gimana nih? " ujar Nayla dalam hati.


"Ya sudah pak nanti saya bantu." ujar Nayla pada akhirnya.


Dia tau di sini dia yang bersalah, jadi mau gak mau Nayla harus bertanggung jawab.


"Ya sudah kamu ikut saya ke ruangan saya." ujar Daniel.


Nayla pun mengangguk dan mengikuti Daniel yang berjalan sambil tertatih dan meringis. Mereka langsung masuk ke dalam lift dan naik ke lantai sembilan, lalu setelah sampai langsung masuk ke dalam ruangan daniel. Untung Yulia belum datang jadi tidak ada yang bertanya macam-macam.


****

__ADS_1


Di sebuah kampus, Sheryl melihat jam di pergelangan tangannya jam menunjukan jam sebelas siang, itu artinya di New York sudah pagi, Sheryl pun berencana menghubungi grandmanya.


Sheryl pun mencari cafe terdekat dari kampusnya untuk mencari suasana yang enak sekalian ngisi perutnya.


Tut ... Tut.... Tut ....


"Hello."


"Ya hello grandma." balas Sheryl.


"Sheryl how are you?" ujar grandma. (Bagaimana kabarmu?)


"I'm fine Grandma, how are you yourself?" (aku baik-baik aja, grandma sendiri gimana kabarnya?)


"Grandma is fine too, grandma miss you Sheryl." ( Grandma juga baik-baik saja, grandma rindu kamu Sheryl. )


"And Sheryl also miss grandma, Grandma I want to talk about Dady!" ( Sama aku juga rindu grandma, aku mau bicara tentang Dady! )


"What about your Dady Sheryl?" ( ada apa dengan dady mu Sheryl? )


"But grandma promise not to interrupt when i talk?" (Tapi grandma janji tidak akan menyela saat aku berbicara?)


"Yes grandma promise." (Ya grandma janji.)


Dan Sheryl pun menceritakan semua tentang perasaan dadynya, juga siapa Nayla, walaupun sebenernya grandma pernah bertemu Nayla saat berkunjung ke Indonesia! Sheryl menjelaskan semuanya dengan rinci termasuk rencana mereka dua bulan nanti. Awalnya grandma Sheryl syok bisa-bisanya anaknya itu jatuh cinta kepada sahabat anaknya sendiri, tapi dia tau cinta itu memang tak mengenal usia! Grandma sih senang senang saja akhirnya anaknya bisa membuka hati setelah lama menduda, tapi apa gak apa-apa dengan rencana Daniel ini? tapi ini sudah keputusan anak dan cucu nya. Dia hanya bisa mengikuti, mana bisa dia menolak permintaan cucu kesayangan nya ini. Dia pun dengan terpaksa mau mengikutinya dan akan ke Indonesia tiga hari sebelum rencananya di laksanakan. Telpon pun berakhir setelah mereka berbincang panjang untuk menghapus rasa rindu mereka dan tidak terasa menghabiskan waktu satu jam setengah.


Sheryl pun lantas mulai makan siang yang sudah dia pesan dari tadi yang sudah dingin.


"Tidak apa-apalah makanannya dingin, yang penting hati sudah plong jika sudah mengabari grandma." ujarnya sambil tersenyum.


~Maaf baru update ,semoga kalian suka ~ Mohon maaf jika penulisan bahasa Inggrisnya kurang baik terimakasih yang sudah mampir baca mohon dukungannya tinggalkan like, vote and komentar nya ya, agar author semangat dalam menulisnya. 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2