Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 101


__ADS_3

Masih di ruang keluarga...


"Baiklah, ayo kita dengarkan! mas juga penasaran, rekaman apa itu." ujar Daniel.


"Iya mas." jawab Nayla.


Lalu Nayla pun menekan tombol putar di alat perekam itu, lalu muncullah suara yang sangat Daniel kenali.


Daniel pun mengerutkan keningnya.


"Ini kan suara Renata! kenapa kamu mempunyai rekaman suara ini sayang?" tanya Daniel.


Rekaman suara itu masih terdengar dengan suara Renata dengan seorang lelaki yang entah siapa.


"Entahlah mas, aku hanya menemukan ini di dalam tas! padahal aku gak merasa punya ini, makanya aku ingin tau isinya apa? tapi takut kalau sendirian! makanya aku ngajak kamu dan Sheryl.


Daniel pun mengangguk mendengar penjelasan Nayla, padahal Nayla telah berbohong dan dalam hatinya merasa bersalah.


Hingga suara Renata yang mengungkapkan rahasia Daniel dan Sheryl pun terdengar yang membuat semua yang ada di sana begitu terkejut! begitu pun dengan Nayla, dia melirik ke arah Daniel dan Sheryl yang juga tengah menatapnya.


"Saya...." ujar Daniel terhenti ketika Nayla menekan jari telunjuknya di mulutnya sendiri tanda bahwa Daniel jangan berbicara dulu.


hingga Nayla mengulang rekaman beberapa detik yang lalu, hingga suara Renata terdengar kembali ketika mengungkapkan rahasia mereka, membuat Nayla menutup mulutnya dan mendengarkannya dengan seksama.


Daniel begitu takut Nayla marah dan akan meninggalkannya jika tau rahasianya ini! begitu juga dengan Sheryl, dia begitu takut Nayla akan kecewa kepadanya dan menjauhinya.


"Jadi kalian....." ujar Nayla terhenti.


Daniel dan Sheryl terdiam, mereka tidak tau harus berbicara apa? semua begitu mendadak, dan seketika Sheryl menyadari sesuatu, dan sekarang dirinya bisa menebak dari mana Nayla mendapatkan rekaman itu?


"Rangga! ya ampun..." ujar Sheryl dalam hati, sambil memejamkan matanya.


"Sayang mas bisa jelasin." ujar Daniel sambil menggenggam tangan Nayla.


Perlahan Nayla melepaskan genggaman tangan Daniel.


"Penjelasan seperti apa mas? kalian tega sekali bersekongkol seperti itu! bahkan kamu juga ikut Sheryl, padahal aku udah percaya banget sama kamu." ujar Nayla.


"Maafin aku mom!" ujar Sheryl sambil menunduk.


"Kamu tau Sheryl! aku merasa bersalah kepadamu, Dady juga momy karena harus pura-pura mencintai dadymu! yang padahal kalian sendiri tau itu." ujar Nayla.


"Aku kecewa sama kamu Sheryl!" lanjutnya lagi sambil berdiri dan pergi dari sana, tapi sebelum itu Nayla menolehkan kepalanya terlebih dahulu kepada Daniel.

__ADS_1


"Aku gak tau harus berkata apa lagi mas! yang pasti aku kecewa dengan kalian semua." ujarnya, lalu berlalu pergi dan masuk ke dalam kamarnya.


"Dady gimana ini?" tanya Sheryl dengan raut wajah sedih dan sedikit meneteskan air matanya.


"Gak apa-apa sayang! biarkan Dady yang bicara dengan Nayla, Dady harap dia mau mendengarkan Dady dan memaafkan kita." jawab Daniel.


Sheryl pun mengangguk, dia pun merasa bersalah dan menyesal kenapa dia tidak jujur saja kepada Nayla agar Nayla tidak sekecewa sekarang.


"Tapi Dady bingung! darimana Nayla bisa mendapatkan rekaman itu? kenapa Renata berbicara seperti itu kepada orang lain? dan siapa laki-laki itu!" tanya Daniel.


"Dady maaf, tadi aku tidak izin dulu terhadapmu." jawab Sheryl.


"Tadi siang, Rangga meminta izin untuk bertemu dengan Nayla dan memintanya berbicara hanya berdua dengan Nayla setelah kami makan siang! awalnya ku kira semua baik-baik saja karena Nayla kembali dengan tersenyum dan bilang sama aku kalau Rangga mau menerima pernikahannya dengan Dady, tapi Nayla tidak membicarakan tentang rekaman ini yang ku pikir semua baik-baik! dan sepertinya Tante Renata pun tidak tau menahu tentang rekaman itu." ujar Sheryl lagi.


"Astagfirullah....." hanya itu yang keluar dari mulut Daniel sekarang.


"Dad, maafkan aku!" ujar Sheryl merasa bersalah kepada dadynya.


"Iya." jawab Daniel sambil tersenyum dan mengangguk.


"Sekarang, kamu masuk kamar gih! jangan tidur malam-malam, Dady akan coba bicara dengan Nayla." ujar Daniel.


"Iya dad." jawab Sheryl, lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.


Sedangkan di dalam kamar Nayla menangis seorang diri, dirinya benar-benar kecewa dengan apa yang Daniel dan keluarganya lakukan sebelum pernikahannya dulu.


"Kenapa di saat aku mulai mencintaimu mas, kenyataan ini malah terungkap? kenapa kalian tidak jujur di awal pernikahan? agar aku tidak merasa sekecewa ini" ujar Nayla dalam hati.


"Aku tau kesalahan kalian tidaklah terlalu fatal, tapi aku hanya kecewa dengan keputusan kalian, ternyata perasaan bersalah dalam hati ini hanya percuma." lanjutnya lagi.


Karena takut nanti dirinya ketiduran, Nayla pun segera melakukan kewajibannya menunaikan solat isya, setelah selesai Nayla pun merebahkan dirinya di atas tempat tidur dan memiringkan badannya sehingga ketika Daniel masuk ke dalam kamar, dirinya tengah memunggungi suaminya itu.


Benar saja, tak lama Daniel pun masuk ke dalam kamar dan menghampiri Nayla.


"Sayang, apa kamu sudah tidur?" tanya Daniel.


Nayla hanya diam saja tak menyahut, dirinya bel tidur karena memang tidak bisa tidur.


"Sayang.... maafin mas! maafin keegoisan mas ini! kamu jangan nyalahin Sheryl, momy dan dady! mereka hanya mengikuti keinginan mas yang egois ini! mas tau mas egois, tapi sungguh mas sangat mencintaimu, mas takut kehilanganmu." ujar Daniel.


"Tolong mas, saat ini aku ingin istirahat." jawab Nayla.


Daniel pun menghembuskan nafasnya.

__ADS_1


"Baiklah selamat malam, selamat tidur." ujar Daniel lalu dirinya pun mengecup kening Nayla, lalu setelah itu bangkit dari duduknya dan keluar terlebih dahulu untuk melaksanakan kewajibannya juga.


Nayla hanya diam saja, tiba-tiba air matanya menetes lagi dan dia pun menangis dalam diam hingga tertidur.


Hingga pukul 11 malam, Daniel baru masuk ke dalam kamarnya dan melihat Nayla telah tertidur dengan air mata yang masih ada di pipinya.


Lantas Daniel pun mengusap air mata itu.


"Maafin mas sayang." ujarnya, lalu ikut merebahkan tubuhnya dan memeluk Nayla dari belakang.


Adzan subuh pun berkumandang, Nayla pun membuka matanya dan merasakan tangan Daniel yang melingkar di perutnya, tanpa berkata-kata Nayla pun melepaskan tangan Daniel di tubuhnya dan bangkit untuk ke kamar mandi, dan tak menyadari bahwa Daniel pun telah terbangun juga.


Hingga pagi, Nayla masih mendiamkan Daniel! saat sarapan bersama pun, Nayla masih tidak mengeluarkan suaranya! tak hanya kepada Daniel, Nayla pun bersikap seperti itu kepada Sheryl juga, sehingga sarapan pagi ini menciptakan keheningan yang biasanya ramai dengan suara Nayla dan Sheryl.


Setelah sarapan pun, Nayla langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa menyapa Sheryl atau bertanya-tanya kepada Sheryl seperti biasa yang selalu dia lakukan.


"Ternyata tidak enak di diamkan seperti ini!" ujar Sheryl.


"Ya, dan Dady mu pun sama." ujar Daniel.


Lalu mereka pun menghembuskan nafasnya.


"Kamu ada jam pagi?" tanya Daniel kepada Sheryl.


"Iya Dady, aku langsung berangkat aja ya dad." jawab Sheryl.


"Iya hati-hati." ujar Daniel.


Lalu Sheryl pun memeluk dadynya dan Daniel pun mengecup kening putrinya itu.


"Dady yang kuat ya! Sheryl yakin, momy hanya sedang kecewa saja kepada kita." ujar Sheryl menguatkan Daniel.


"Iya sayang!" ujar Daniel, lalu Sheryl pun berangkat.


Daniel pun menghembuskan nafasnya dan berlalu pergi naik ke lantai dua, untuk mengambil barangnya yang akan dia bawa ke kantor, andai pagi ini tidak ada hal yang sangat penting! mungkin dirinya akan tetap berada di rumah, tapi sungguh ini ada keperluan penting di kantor demi kelangsungan hidup karyawannya.


"Sayang mas berangkat ya!" ujar Daniel berpamitan kepada Nayla yang saat itu sedang memainkan ponselnya dan duduk di sofa kamarnya.


"Hem.." hanya itu yang keluar dari mulut Nayla.


Daniel pun menghampiri Nayla dan mencium kening Nayla.


Tidak ada respon dari Nayla, dia hanya diam saja! dan Daniel pun memakluminya. Daniel pun keluar dari kamarnya dengan perasaan yang sangat kacau...

__ADS_1


__ADS_2