
Setelah selesai sarapan pagi, keluar Daniel kini sedang bersantai di ruang keluarga.
"Mom, kalian jam berapa berangkat fitting bajunya?" tanya Daniel.
"Nanti saja jam 10 pagi Niel, oh iya Nayla kapan kamu anterin ke rumah ibu? acara di rumah Nayla kan seminggu lagi!" jawab momy sambil bertanya lagi.
"Aku sih pengennya nanti aja bareng sama Daniel, soalnya gak bisa jauh sama Nayla." jawab Daniel sambil menggombali Nayla.
"Dih Dady narsis banget." ujar Sheryl.
"Kamu ini ya gak bisa lah Niel!" ujar Lusi.
"Lalu pengantin wanitanya siapa kalau Nayla di sini." ujarnya lagi.
"Hehehe..... maklum mom pengantin baru." ujar Daniel.
Anderson yang mendengarkannya pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Dasar duda lapuk." ujar Anderson.
"Sekarang udah gak duda lagi dad." jawab Daniel.
"Dasar kamu ini ya." ujar Lusi.
"Jadi Nayla kapan kamu ke rumah ibumu kalau Daniel gak mau nganterin, tenang ada dadymu yang akan mengantarkanmu." tanya Lusi pada Nayla.
"Insyaallah dua hari lagi momy, kata ibu aku harus berada di sana 4 hari sebelum hari H nya." jawab Nayla.
"ok, berarti hari Rabu ya, karena hari ini hari Senin." ujar Lusi.
"Iya mom." jawab Nayla lagi.
"Ya sudah, jadi yang mengantar Nayla kamu apa dady nih?" tanya Lusi kepada Daniel.
"Aku saja mom, masa nyuruh dady! kan lumayan bisa melepas rindu dulu." jawab Daniel.
Wajah Nayla pun langsung memerah.
"Mas....." ujar Nayla membuat yang berada di sana tersenyum.
"Ya sudah, kamu siap-siap gih sayang! biar nanti jam 10 langsung berangkat.
"Iya mom." jawab Nayla.
Nayla pun lantas berdiri dan berpamitan sama semuanya untuk ke atas lebih dulu.
Daniel yang ingin mengikuti Nayla ke atas pun di hentikan Lusi.
"Kamu Daniel tetaplah di sini! momy ingin berbicara denganmu." ujar Lusi.
"Bicara apa mom?" tanya Daniel.
"Sudah duduk." jawab Lusi.
Daniel pun mendudukkan kembali dirinya di sofa.
"Sheryl kamu gak ikut sama kita?" tanya Lusi pada Sheryl.
__ADS_1
"Ikut dong grandma." jawab Sheryl.
"Ya sudah sana siap-siap!" ujar Lusi.
"Baiklah grandma." jawab Sheryl ketika menyadari bahwa momy dari dadynya itu ingin berbicara serius dengan dadynya.
Setelah melihat Sheryl sudah menaiki tangga pun Lusi bangkit menghampiri Daniel dan menjewer telinga Daniel kencang.
"Aduh mok sakit! kenapa aku jadi di jewer begini?" tanya Daniel sambil menahan rasa panas di telinganya karena Lusi belum melepaskan jewerannya.
"Dasar anak nakal, Sheryl sudah cerita apa yang terjadi di Raja Ampat kemaren! bisa-bisanya kamu nekat melakukan itu saat sedang ada Sheryl." ujar Lusi.
"Ya kan mom mana aku tau kalau Sheryl terbangun." jawab Daniel sambil berusaha melepaskan tangan momynya di telinga dia.
"Ya harusnya kamu tahan dulu dong, Sheryl itu sudah remaja dia akan mengerti apa yang sedang kamu lakukan dengan Nayla! untung saja dia bisa menahan untuk tidak menengok ke arahmu, kalau jadi momy sudah ganggu saja kamu." ujar Lusi.
"Yang momy takutkan gimana kalau dia malah terangsang juga, terus penasaran dengan rasanya dan dia nanti malah akan terjerumus! momy gak mau itu terjadi." ujarnya lagi.
"Iya momy maaf, dad tolong aku!" jawab Daniel karena Lusi belum juga mau melepaskan tangannya.
"Kamu tanggung saja sendiri, mana bisa dady melawan nyonya besar." jawab Anderson sambil menertawakan Daniel.
Lusi bukannya melepaskan tangannya malah semakin kencang menjewer Daniel hingga Daniel mengaduh minta ampun.
Karena kasian kepada Daniel, Anderson pun mencoba menolong Daniel.
"Sudahlah sayang kasian anak kita, dia juga sudah meminta maaf." ujar Anderson.
Lusi pun melepaskan tangannya dari telinga Daniel karena ucapan Anderson juga benar, dia juga kasian sih sama anak satu-satunya ini.
Daniel yang merasakan tangan momynya sudah di lepas pun bernafas lega dan mengusap pelan telinganya yang terasa panas dan pasti memerah.
"Jangan dong mom, nanti momy gak bakal punya cucu lagi dari Nayla, terus nanti siapa yang bakal puasin Nayla di ranjang mom?" jawab Daniel.
"Biarkan saja, nanti momy tinggal cari suami baru buat Nayla." ujar Lusi asal.
"Enak saja." ujar Daniel.
"Sudah... sudah.... nanti kalau ada Nayla malu kalian malah ribut." ujar Anderson.
"Abis anakmu ini dad, apa yang sudah menduda lama itu begitu?" tanya Lusi.
"Ya mana dady tau, dady kan belum pernah jadi duda!" jawab Anderson.
"Jadi dady mau jadi duda?" ujar Lusi kesal.
"Lho ko jadi dady sekarang." ujar Anderson.
"Tau ah, momy mau siap-siap saja!" jawab Lusi sambil bangkit dari duduknya dan langsung pergi begitu saja menuju arah kamarnya.
"Apa momy lagi pms dad?" tanya Daniel.
"Gak, malah semalem dady melakukannya." jawab Anderson.
"Wah dady sama momy walau sudah berumur masih kuat juga ya!" ujar Daniel menggoda dadynya.
"Tentu saja dong, stamina dady lebih kuat darimu." jawab Anderson santai.
__ADS_1
"Paling juga dady minum obat kuat!" ujar Daniel sambil terus menggoda dadynya.
"Anak durhaka malah menggoda dadynya sendiri." ujar Anderson sambil melemparkan bantal sofa pada Daniel.
Mereka pun pada akhirnya tertawa lepas, membuat Sheryl dan Nayla yang baru saja datang merasa heran.
"Kalian sedang menertawakan apa? kayanya seru sekali." tanya Sheryl.
"Tidak ini urusan laki-laki sayang." ujar Anderson.
"Oh." jawab Sheryl lalu menyuruh Nayla duduk di sampingnya.
"Grandma kemana dad?" tanya Sheryl lagi.
"Grandma mu sedang siap-siap! kenapa kamu ajak istri dady duduk bersamamu?" jawab Daniel.
" Ya ampun dad hanya duduk lho! cemburuan amat." ujar Sheryl.
"Biarin Nayla istri Dady ini." jawab Daniel tak mau kalah.
"Ya ampun Daniel, kau ini seperti anak kecil saja." ujar Anderson.
"Iya tau itu Dady! manja banget." jawab Sheryl.
"Hehehe." suara Daniel sambil menggaruk lehernya yang tak gatal.
Anderson hanya menggelengkan kepala saja.
Tiba-tiba saja Lusi datang dan langsung mengajak Nayla dan Sheryl pergi.
"Ayo Nayla, Sheryl kita berangkat!" ajaknya.
"Iya mom." jawab Nayla.
"Mas aku pergi dulu ya sama momy, Dady Nayla pergi dulu ya." ujar Nayla pada Daniel dan Anderson yang hanya di angguki oleh Anderson.
"Lho mom ko aku gak di ajak mom? kan aku pengantin prianya." tanya Daniel.
"Kau di rumah saja, nanti baju pengantin prianya suruh tinggal di bawa ke rumah!" jawab Lusi.
"Tapi mom, aku juga mau liat Nayla mencoba baju pengantinnya." ujar Daniel tak mau kalah.
"Sudah kau di rumah saja temani dadymu, masalah itu biar jadi kejutan untukmu nanti! momy ingin pergi jalan bertiga saja dan ini urusan perempuan." jawab Lusi.
"Tapi mom nanti yang nyetir siapa? terus...." ujar Daniel terhenti kala Lusi sudah memotong dirinya berbicara.
"Sudah ada Sheryl yang bawa, momy juga bisa, Nayla juga sama bisa, kamu ini banyak tanya ini itu saja." ujar Lusi.
"Ayo Nayla, Sheryl kita pergi!" ajaknya pada Nayla dan Sheryl.
Sheryl pun menjulurkan lidahnya pada Daniel tanda dia meledek dadynya membuat Daniel kesal saja.
☘️ Segitu dulu ya, author lagi kehabisan ide nih.☘️
Mohon di maklumi ya kalau alur ceritanya sedikit typo dan dalam penulisan belum rapih! karena author juga masih pemula, masih dalam tahap belajar.
Mohon dukungannya dari kalian vote, like dan poinnya juga komentar.
__ADS_1
Terimakasih, salam sehat untuk kita semua.