Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 89


__ADS_3

Di mansion Daniel.


Saat ini Daniel dan keluarga kecilnya sedang makan malam bersama, saat sedang makan sesekali Nayla melirik ke arah Sheryl yang sedikit berbeda dari biasanya! Sheryl saat ini lebih pendiam semenjak dari tadi siang ketika dirinya izin pergi bersama temannya. Ingin sekali Nayla menanyakan keadaan Sheryl, namun Nayla tau saat ini mereka sedang makan.


Setelah selesai makan, Nayla meminta Sheryl untuk mengobrol bersama di kamar Sheryl karena ada hal yang ingin di tanyakan Nayla tentang masalah tas yang ingin Nayla beli, Nayla beralasan ingin meminta pendapat Sheryl mana yang cocok untuknya. Dan dengan terpaksa Sheryl pun mengizinkannya dengan senyuman walau sebenarnya hatinya ingin menghindar dari Nayla saat ini.


Setelah sampai kamar, Sheryl pun langsung bertanya ingin beli tas apa dan dimana? sebenernya Sheryl tau, Nayla ingin bicara tentang masalah tas yang akan di beli itu hanya alasan karena setahu dia Nayla tipe orang yang gak suka belanja yang memang tidak di perlukan, dia tau Nayla pasti ingin menanyakan sesuatu kepadanya.


"Momy beneran mau beli tas?" tanya Sheryl.


"Belinya dimana dan tas apa?" lanjutnya.


"Hehehe..... aku sebenarnya tidak mau beli tas, itu hanya alasan agar dadymu tidak ikutan nimbrung di sini!" jawab Nayla sambil memberikan senyumannya kepada Sheryl.


"Nah kan benar dugaanku." ujar Sheryl dalam hati.


"Terus momy mau bertanya apa?" tanya Sheryl sambil pura-pura heran.


Nayla pun menghela nafasnya.


"Kamu baik-baik aja kan? aku perhatiin dari tadi kamu seperti memikirkan sesuatu! kalau butuh solusi dan cerita, kamu cerita sama aku! walau kita sudah jadi ibu dan anak, tapi kita tetap sahabat dalam suka dan duka." jawab Nayla sambil bertanya balik kepada Sheryl.


"Aku tidak apa-apa momy, hanya kelelahan saja dan sedang memikirkan sidang skripsi untuk bulan depan." jawab Sheryl.


"Sungguh? tapi aku rasa kamu menyembunyikan sesuatu!" ujar Nayla.


"Sungguh momy sayanggg! beneran aku hanya kelelahan saja." ujar Sheryl sambil tersenyum karena dalam hatinya merasa terharu dengan Nayla yang bisa mengerti tentang keadaannya.


"Ya sudahlah, tapi gak apa-apa ya aku ingin di sini bersamamu! aku rindu kita bercanda bersama seperti dulu di apartemen." ujar Nayla meminta izin kepada Sheryl.


"Eh tapi kan kamu sudah lelah ya! pasti pengen istirahat." lanjutnya.


Sheryl pun tersenyum.


"Tidak apa-apa ko mom, aku juga kangen suasana dulu kita di apartemen." ujar Sheryl.


"Tapi kamu sedang lelah! kamu butuh istirahat." ujar Nayla.


"Tidak apa-apa, mom bolehkan aku tiduran di pangkuanmu?" izin Sheryl.


"Tentu saja, dengan senang hati." jawab Nayla sambil tersenyum.


Sheryl pun merebahkan kepalanya di pangkuan Nayla dan memejamkan matanya, lalu Nayla pun memijat pelipis sheryl seperti seorang ibu kepada anaknya.

__ADS_1


"Kamu sepertinya memang lelah sekali." ujar Nayla.


"Iya mom, enak sekali di pijitin sama momy!" jawab Sheryl.


"Mom bolehkan aku menanyakan sesuatu?" tanya Sheryl sambil membuka matanya.


"Iya sayang boleh, apa yang akan kamu tanyakan akan aku jawab dengan sepenuh hati." jawab Nayla sambil tersenyum.


"Bagaimana jika Rangga kembali ke Indonesia?" tanya Sheryl sambil memejamkan matanya kembali.


Pijatan Nayla di pelipis Sheryl pun berhenti sebentar hingga tak lama Nayla pun memijat kepala Sheryl kembali.


"Ya tidak apa-apa Sheryl, itu adalah haknya dan tidak mungkin aku melarangnya kembali ke tanah air, tempat kelahirannya." jawab Nayla.


"Lalu bagaimana jika dia meminta kembali bersama kamu?" tanya Sheryl lagi.


Nayla pun terdiam walau tangannya masih saja terus memijat pelipis Sheryl, Sheryl pun membuka matanya ingin melihat reaksi Nayla dari pertanyaannya. Bisa Sheryl liat dari mata Nayla yang melihat ke arah depan, ada rasa yang entah seperti apa di mata Nayla.


"Aku tidak mungkin kembali dengannya Sheryl! karena saat ini aku adalah milik mas Daniel, Rangga adalah masa lalu dan mas Daniel adalah masa depan! aku sudah mengubur perasaanku kepada Rangga dan membuka hati untuk mas Daniel." jawab Nayla dengan pandangan mata yang terlihat ada luka hati di sana yang Sheryl tangkap saat mereka saling tatap mata.


"Aku berjanji Sheryl, akan setia kepada mas Daniel dan mencintainya dengan sepenuh hati." lanjut Nayla sambil tersenyum.


"Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan tentang Rangga?" tanya Nayla.


"Itu sudah kewajibanku sebagai seorang istri." ujar Nayla.


"Apa kamu sudah enakan." tanya Nayla kepada Sheryl, karena Sheryl telah bangkit dari tidurannya.


"Sudah momy, terimakasih!" jawab Sheryl.


"Baiklah, kamu istirahat setelah ini ya!" ujar Nayla.


"Iya mom." jawab Sheryl.


"Ya sudah aku kembali ke kamar ya!" ujar Nayla.


Sheryl pun tersenyum dan mengangguk kepada Nayla dan Nayla pun keluar dari kamar Sheryl.


Saat Nayla sudah membuka pintu dia di kejutkan dengan suaminya yang bersembunyi di belakang pintu dan langsung memeluk nya dari belakang.


"MAS! ya Alloh kamu buat aku terkejut saja!" ujar Nayla.


"Abis kamu lama sekali sih yang! emang selama itu ya memilih tas?" tanya Daniel.

__ADS_1


"Iya mas, namanya juga wanita." jawab Nayla sambil melepaskan pelukan Daniel lalu berjalan ke arah tempat tidur.


Daniel pun mengunci pintu kamar, dan mengikuti Nayla.


"Tapi gak selama ini yang! apa kalian membicarakan mas?" tanya Daniel


"Dih mas ini pede sekali, buat apa membicarakan mas?" jawab Nayla.


"Ya kali yang, kalian membicarakan mas yang tampan ini!" ujar Daniel narsis.


"Dihhh...." ujar Nayla.


"Tapi mas, aku lagi mikirin Sheryl! sepertinya ada yang sedang dia pikirkan, tapi gak mau cerita sama aku!" ujar Nayla lagi.


"Benarkah?" tanya Daniel.


"Iya mas, coba besok mas tanyakan kepada Sheryl! siapa tau dengan mas di akan terbuka." pinta Nayla.


"Mungkin itu hanya perasaan kamu saja sayang! tapi besok mas coba." ujar Daniel.


"Baiklah mas, terimakasih.." ujar Nayla.


"Iya sayang, tapi ada syaratnya." ujar Daniel sambil mengedipkan matanya.


"Syarat?" tanya Nayla.


"Iya, malam ini puas-puasin beronde-ronde." jawab Daniel.


"MAS! kenapa ujung-ujungnya selalu ke situ." protes Nayla.


"Hehehe,,, ibadah sayang!" ujar Daniel sambil melanjutkan aksinya kepada Nayla dan terjadilah ibadah malam yang sangat menghangatkan, hingga terus berulang melakukan lagi ketika mereka beristirahat satu jam. Daniel benar-benar tidak membiarkan Nayla beristirahat lebih lama.


"Terimakasih sayang! mas mencintaimu, dan semoga adik kecil segera tumbuh di sini." ujar Daniel pada Nayla ketika mereka selesai melakukan kegiatan suami istri sambil mengelus perut rata Nayla dan mengecup kening Nayla.


"Amin." jawab Nayla sambil memejamkan matanya karena sudah benar-benar lelah dan tak lama langsung tertidur pulas sekali di dalam pelukan Daniel dengan berbantal tangan kekar Daniel.


☘️ Sekian dulu ya. ☘️


Semoga tetap suka dengan ceritanya ya!


Jangan lupa dukung terus author dengan like, komen, dan votenya! gratis lho.


Terimakasih. 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2