
Di kantor di dalam ruangan Daniel, nayla sedang membantu mengobati luka Daniel, sebenernya Nayla agak risih juga namun mau gimana lagi, dia tidak bisa mengabaikan tanggung jawabnya.
"Sudah pak, lukanya sudah saya bersihkan! apakah ada yang lainnya lagi yang bisa saya bantu?" ujae Nayla.
"Tidak Nayla, cukup pesankan aku makan siang nanti dan kamu temani saya makan siang di sini." ujar Daniel.
"Dan tidak ada penolakan!" ujar Daniel lagi ketika melihat Nayla akan menjawab ucapan Daniel.
"Baiklah pak." ujar Nayla.
Tadinya dia mau protes tentang menemani dia makan siang di dalam ruangan, karena akan banyak omongan yang tidak menyenangkan jika rekan kerja yang lain tau, tapi Nayla bisa apa? di sini Daniel lah bosnya.
"Baiklah, sekarang kamu bacakan jadwal saya hari ini! " ujar Daniel.
"Baik pak, hari ini bapa hanya punya satu agenda keluar yaitu nanti jam 2 siang bapa akan bertemu dengan pak Danuarta untuk membahas perkembangan hotel yang berada di kota B di restauran xxx, dan selanjutnya bapak tidak ada agenda lagi hanya stand di kantor." ujar Nayla.
"Baik tolong batalkan dulu agendanya ganti dengan lusa, karena tidak mungkin saya datang dengan keadaan seperti ini. " ujar Daniel.
"Baik pak akan saya konfirmasikan dengan pak Danuarta." Jawab Nayla.
"Kalo begitu saya izin undur diri karena masih banyak kerjaan yang belum saya selesaikan. " ujar nayla lagi.
"Baiklah sana mulai kerja, yang semangat kerja nya dan terimakasih sudah membantu mengobati luka saya." ujar Daniel sambil tersenyum.
Dia akan mencoba menghilangkan sikap datarnya kepada Nayla walau nanti terkesan aneh, dan benar saja Nayla begitu aneh melihat Daniel bicara dengan nada lembut dan tersenyum membuatnya diam beberapa saat.
"Apa gara-gara dia jatuh sehingga menyebabkan otaknya langsung benar dan menjadi ramah?" ujar Nayla dalam hati.
Bukan tanpa sebab Nayla berbicara seperti itu, karena biasanya Daniel akan berbicara dengan tegas dan tidak pernah tersenyum dan tadi apa?.
"Nayla!" ujar Daniel menghentikan lamunan Nayla.
"Oh iya pak maaf, ada apa? " ujar Nayla.
Daniel tau mungkin Nayla merasa heran dengan sikapnya yang sekarang so ramah pada Nayla, namun Daniel tetap harus mencoba agar nanti terbiasa.
"Tidak, kamu boleh keluar untuk mengerjakan pekerjaanmu, dan terimakasih sudah membantu mengobati luka saya." ujar Daniel tidak mau mengulangi ucapannya yang tadi.
__ADS_1
"Oh iya pak maaf, baik saya pamit undur diri, sama-sama pak, itu sudah jadi tanggung jawab saya bapak terjatuh juga karena kecerobohan saya, sekali lagi saya minta maaf." ujar Nayla.
"Iya." jawab Daniel.
Nayla pun keluar dari ruangan Daniel.
Setelah Nayla keluar Daniel menghela napas. Tau kah Nayla? bahwa dari tadi hati Daniel bergetar, jantungnya dag Dig dug tak karuan ketika berdekatan dengan Nayla.
Apalagi tadi saat Nayla membersihkan luka di kening nya, begitu cantik di tatap dari jarak dekat. Ah.... ingin rasanya Daniel segera memiliki Nayla.
"Nayla kamu membuatku merasakan jatuh cinta lagi seperti aku masih muda." ujarnya dengan tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Rasanya Daniel begitu bahagia.
"Rasanya aku bisa gila Nayla, aku ingin segera memilikimu, tunggu 2 bulan lagi aku pastikan kamu sudah menjadi milik ku seutuhnya." ujarnya.
****
Setelah keluar dari ruangan Daniel, Nayla berjalan ke arah meja kerjanya di sana rupanya Yulia telah sampai.
" Nayla kamu sudah datang? aku kira kamu akan datang terlambat." ujar Yulia.
"Ya Alloh, terus kamu gak apa-apakan nay? kamu ada yang terluka gak?" ujar Yulia sambil memutar tubuhnya.
"Gak Yulia hanya sedikit lecet di siku, nanti juga sembuh sendiri." jawab Nayla.
"Terus pak Daniel?" tanya Yulia.
"Ya pak Daniel sih yang agak parah, makanya tadi aku bantu pak Daniel dulu mengobati lukanya jadi agak lama." jawab Nayla.
"Oh ya udah, syukurlah kalo kamu gak apa-apa." ujar Yulia dengan raut wajah lega.
"Iya Yul, ya udah ayok kita mulai bekerja! Nanti kalau ada yang melihat kita mengobrol, terus nanti bisa di bilang makan gajih buta! " ujar Nayla sambil terkekeh .
"Baiklah... baiklah... hihihi " balas Yulia sambil tertawa kecil juga.
****
__ADS_1
Setelah waktu makan siang tiba, Nayla meminta maaf pada Yulia karena gak bisa makan siang bersama. Dia telah berjanji akan menemani bosnya itu makan siang di ruangannya, sebagai tanggung jawab Nayla yang sudah membuat Daniel terluka.
Nayla pun memesan makanannya, sambil menunggu pesanan siap, Nayla bergegas ke musola yang berada di sana untuk melaksanakan solat.
Setelah selesai solat, dia mengambil pesanan makanannya dan langsung ke ruangan Daniel.
"Selamat siang pak, ini makan siangnya." ujar Nayla begitu sampai dalam ruangan.
Nayla melihat Daniel seperti telah melaksanakan solat Dzuhur juga, kemejanya di gulung sampai siku melihatkan lukanya yang tadi dia obati, wajahnya yang sedikit basah menambah kesan ketampanan Daniel di usianya yang tak lagi muda, Nayla sebenarnya sedikit terpesona dengan Daniel dan tiba-tiba saja hatinya begitu dag Dig dug.
"Duh ada apa denganku?" ujar Nayla dalam hati, ketika menyadari dia tadi malah terpesona dengan Daniel.
"Astagfirullah." ujarnya lagi dalam hati .
Daniel menghampiri Nayla yang berada di sofa dengan berjalan sedikit tertatih, Daniel pun duduk di sofa tunggalnya dan Nayla pun menyiapkan makan siang untuk Daniel.
"Ayo Nayla kita makan bersama!" ujar Daniel.
"Baik pak." ujar Nayla.
Nayla pun duduk di sofa panjang dan mengambil makanannya sendiri.
Mereka pun makan dalam keheningan, sesekali Daniel melirik Nayla dan tersenyum.
Setelah selesai makan, Nayla merapihkan bekas makanan mereka berdua dan membuang sampah ke tempatnya.
"Seperti seorang istri." ujar Daniel dalam hati.
"hem... Nayla, kamu bisa menyetir mobilkah?" tanya Daniel.
"Bisa pak, karena sesekali Sheryl suka menyuruh saya menyetir mobil, saya juga belajar darinya." jawab Nayla.
"Baik, tolong pulangnya kau antarkan aku ke mansion! lalu aku akan meminta Sheryl menjemputmu di mansion." ujar daniel.
"Baik pak." ujar Nayla.
Nayla mengerti Daniel itu tidak mau di bantah. Setelah selesai Nayla pun keluar dari ruangan Daniel untuk melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
~ Semoga suka ~
Dukung author yuk, tinggalkan like, vote and coment nya, biar author makin semangat menulisnya 😁🤗🤗