
Setelah selesai melakukan olahraga malam, Daniel pun mengecup kening Nayla dan mengatakan.
"Aku mencintaimu." ujarnya sambil membelai pipi Nayla.
"Semoga kamu cepat tumbuh di perut momymu ini!" Lanjutnya sambil mengelus perut Nayla lalu merebahkan dirinya di samping Nayla yang sedang mengatur nafasnya.
Setelah nafasnya sudah beraturan, Nayla pun bangkit dari tidurnya.
"Mas ayo kita langsung mandi!" ajaknya pada Daniel.
"Iya sayang." jawabnya sambil bangkit juga.
Mereka pun memakai baju kembali dan mengambil handuk, mereka pun keluar kamar dengan pelan takut membangunkan orang yang sedang istirahat.
"Kita mandi barengan saja sayang! biar cepat." ajak Daniel dengan suara pelan.
"Gak ah mas! yang ada malah makin lama." jawab Nayla.
"Gak sayang mas janji bener!" ujar Daniel.
"Ini sudah jam 3 sayang, takut keburu orang-orang bangun nanti mas juga yang di salahin." lanjutnya.
Nayla pun akhirnya mengiyakan ajakan daniel karena memang ada benarnya juga, mereka pun akhirnya masuk ke kamar mandi bersama-sama.
Setelah selesai mandi, mereka pun kembali ke kamar mereka! saat mereka sampai di dekat pintu kamar mereka tiba-tiba saja teh Laila keluar dari kamar yang ada di sebelah kamar Nayla.
"Cie.... pengantin mah mandinya malem gak subuh lagi." ujarnya menggoda Daniel dan Nayla.
Pipi Nayla pun langsung memerah dan Daniel hanya menggaruk lehernya yang tak gatal sambil nyengir saja kepada teh Laila.
"Akh.... kamu sih mas!" ujar Nayla.
"Hahaha gak apa-apa sih Nay udah halal ini." ujar teh Laila.
"Ah teteh." ujar Nayla malu.
"Teteh mau ngapain malam-malam begini?" tanyanya.
"Oh ini teteh mau ke dapur, mau ambil minum!." jawab Laila.
"Oh, teh jangan bilang siapa-siapa ya!" pinta Nayla pada Laila.
"Iya siap." jawab Laila.
"Ya sudah aku ke kamar duluan ya teh! ayo mas!" pamitnya pada Nayla dan mengajak suaminya masuk ke kamar.
Setelah masuk Nayla pun langsung mencubit pinggang Daniel.
"Aw... sakit sayang! kenapa mas kamu cubit?" tanya Daniel sambil mengusap bagian yang Nayla cubit.
"Tau ah mas ngeselin! kan aku jadi malu sama teh Laila, kalau dia bilang-bilang sama yang lain giman?" ujar Nayla sambil mendudukkan dirinya di atas kasur.
__ADS_1
"Ya gak apa-apa sayang kita sudah halal ini, lagian kamu itu aneh! sekarang aja marah-marah karena malu, lah tadi lagi melakukannya malah menikmati." jawab Daniel.
Blush... pipi Nayla memerah lagi.
"Massa!!!" ujarnya membuat Daniel tertawa karena senang sekali jika sedang menggoda Nayla.
"Sudah...sudah kita tidur lagi saja! lumayan masih ada 1 jam setengah lagi sebelum subuh." ajak Daniel.
"Cuma tidur aja kan?" tanya Nayla.
"Iya sayang, tapi kalau kamu mau dengan senang hati mas layani." jawab Daniel sambil mengedipkan matanya.
"Ish...." ujar Nayla dan langsung merebahkan dirinya membelakangi Daniel.
Daniel pun hanya tersenyum melihat Nayla dan ikut merebahkan dirinya di belakang Nayla sambil memeluk Nayla.
****
Tiga hari sudah Daniel, Nayla, Sheryl juga kedua orangtua Daniel berada di kampung tempat kelahiran Nayla, rencananya hari ini mereka akan berangkat ke kota B, karena 10 hari lagi keluarga Atmaja juga akan mengadakan resepsi besar-besaran, tentunya akan lebih banyak undangan para pengusaha dan keluarga besar serta sahabat keluarga Atmaja.
"Kamu sudah beres siap-siapnya sayang?" tanya Daniel.
"Sudah mas, aku gak bawa banyak baju karena di apartemen juga masih banyak baju aku! biar yang di sini buat nanti aku berkunjung ke rumah ibu agar tidak banyak membawa barang." jawab Nayla.
"Ya sudah, ayo kita sarapan dulu! ibu sudah memanggil kita dari tadi." ajak Daniel.
"Iya mas, apa Sheryl juga momy dan dady sudah berkumpul juga?" tanya Nayla.
"Ya ampun kenapa mas gak bilang dari tadi?" ujar Nayla sambil buru-buru bangkit.
"Kan aku jadi gak enak!" lanjutnya.
"Gak apa-apa, mas takut ganggu kamu yang lagi siap-siap, ya sudah ayo!" jawab Daniel.
"Iya mas." ujar Nayla.
Setelah sampai di tempat keluarga berkumpul, Nayla pun langsung bergabung bersama ibu, Sheryl dan Lusi.
"Maaf ya kalian jadi menunggu lama!" ujar Nayla.
"Tidak apa-apa sayang." jawab Lusi.
Mereka semua pun langsung memulai sarapan ketika Daniel dan Nayla sudah bergabung dengan mereka.
Setelah selesai sarapan Daniel, Nayla dan keluarga Daniel pun memasukan koper mereka masing-masing ke dalam mobil dan berpamitan kepada keluarga Nayla.
"Ibu, ayah Nayla pamit ya, jaga kesehatan ibu dan ayah ya! doakan Nayla agar bisa menjadi istri yang baik untuk mas Daniel, ibu yang baik bagi Sheryl dan menantu yang baik untuk kedua orangtua mas Daniel." ujar Nayla sambil meneteskan air matanya.
"Iya sayang, doa ibu dan bapak selalu menyertaimu!." jawab ibu sambil mengecup kening Nayla dan pipinya lalu memeluk Nayla.
Ayah pun sama dia tidak berkata apa-apa pada Nayla, ayah hanya mencium kening Nayla dan memeluknya erat.
__ADS_1
Ketika Daniel juga berpamitan dengan ibu dan ayah, kini ayahlah yang berbicara kepada Daniel.
"Sekali lagi ayah titip Nayla ya! bimbing dia menjadi istri yang baik! jika kamu sudah tidak mencintainya, jangan kamu menyakitinya, kembalikan saja dia kepada ayah!." ujar ayah.
"Baik ayah, Daniel akan berusaha menjaga dan mencintai Nayla dengan sepenuh hati Daniel." jawab Daniel dan ayah pun memeluk Daniel.
Begitu juga dengan keluarga Daniel, mereka berpamitan kepada ibu dan bapak.
"Saya titip Nayla ya bu, kalau dia bikin ulah jewer saja telinganya!" ujar ibu bercanda kepada Lusi.
"Ish ibu.." ujar Nayla.
"Hahaha iya ibu insyaallah saya jaga Nayla, Terimakasih ya bu sudah menjamu kita dengan baik." jawab Lusi kepada ibu.
"Iya sama-sama bu, kapan-kapan berkunjung lagi ke sini ya! jangan kapok." ujar ibu.
Lusi pun tersenyum.
"Baik ibu." jawab Lusi dan mereka pun berpelukan.
"Oh iya nanti ibu kabari Daniel ya pas nanti mau ke acara resepsi di kota, kalau bisa seminggu sebelumnya ya atau minimalnya 4 hari sebelumnya agar mencoba dulu baju seragam untuk kita." ujar Lusi.
"Iya ibu insyaallah nanti kita hubungin Nayla atau Daniel, saya liat situasi di sini dulu!" jawab ibu sambil tersenyum
"Gak ada yang pamit sama aa nih?" celetuk Riyan menghentikan pembicaraan ibu Nayla dan Lusi membuat Nayla langsung menghampirinya dan memeluknya.
"Aku pamit ya aa, jangan kangen sama aku!" ujar Nayla sambil tersenyum.
"Ihh Geer siapa juga yang bakal kangen kamu?" jawab Riyan sambil mencubit hidung Nayla.
"Akh aa...." ujar Nayla membuat semua orang yang di sana tertawa.
"Bu cepatlah carikan aa jodoh! kasian tinggal a Riyan anak ibu yang belum nikah, nanti jadi bujang tua." ujar Nayla kepada ibu meledek Riyan.
"Awas ya kamu mentang-mentang sudah menikah." jawab Riyan sambil mengejar Nayla yang lari ke arah Daniel dan bersembunyi di belakang Daniel.
"Udah punya suami mah, ngumpetnya di belakang suami bukan di ayah lagi." ujar Riyan.
"Biarin wlee...." jawab Nayla sambil menjulurkan lidahnya membuat yang melihat pun tersenyum.
"Aku titip dia ya Daniel, kalau kau Samali menyakitinya akulah orang pertama yang akan menghajarmu." ujar Riyan sambil menepuk bahu Daniel.
"Iya a insyaallah." jawab Daniel.
Nayla yang mendengar perkataan Riyan pun langsung memeluk Riyan lagi.
"Terimakasih." ujar Nayla.
Setelah itu Daniel dan Nayla memasuki mobil, di ikuti Anderson, Lusi dan Sheryl yang naik ke mobil mereka, mereka naik mobil terpisah karena Daniel waktu itu tidak pulang lagi setelah mengantar Nayla, mobil pun mulai melaju meninggalkan kampung orangtua Nayla.
☘️ Sekian dulu ya.☘️
__ADS_1