
Nayla dan Keysa berjalan menuju tempat duduk sekertaris, ada satu sekertaris lagi di sana yang sedang fokus mengerjakan tugasnya.
"Ehem... Yulia, perkenalkan dia Nayla sekertaris baru yang nantinya akan menggantikan saya dan membantu pekerjaan kamu, dan Nayla ini Yulia dia sekertaris ke 2 pak daniel, aku harap kalian bisa bekerja dengan baik!" ujar Keysa pada keduanya .
"Baik kak Keysa, salam kenal Nayla semoga kamu betah bekerja di sini dan nyaman bekerja bareng aku." jawab Yulia dengan tersenyum ramah.
" Salam kenal juga kak Yulia, insyaallah." ujar Nayla.
"Panggil Yulia saja! sepertinya umur kita tidak jauh beda." ujar Yulia.
" Baiklah Yulia!" jawab Nayla.
__ADS_1
Yulia pun tersenyum dan kembali duduk melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda, begitupun dengan Keysa dan Nayla, Keysa pun menjelaskan dengan detail kepada Nayla apa yang harus di lakukan setelah nanti menjadi sekertaris pak Daniel, menjelaskan secara jelas biar nanti tidak ada kesalahan, Nayla pun mendengarkan dan menyimak apa yang sedang di jelaskan oleh Keysa.
" Baik Nayla, mulai lah ini kerjakan sesuai apa yang sudah saya jelaskan! semoga kamu cepat paham ya, kalau ada yang tidak mengerti boleh bertanya pada saya!" ujar Keysa kepada Nayla.
" Baik ka Keysa, terimakasih." ujar Nayla sambil tersenyum.
Nayla pun mengerjakan tugas pertamanya dengan fokus dan teliti, semoga di hari pertama dia bekerja dia tidak melakukan kesalahan.
Di dalam ruangan, Daniel menatap ke arah luar dimana Nayla berada, model kaca yang Daniel pasang di dalam kantornya itu, model kaca yang bisa melihat dengan jelas apa yang ada di luar namun tidak dengan sebaliknya, ketika di luar tidak bisa melihat apa yang ada di dalam.
Daniel sedang memandang Nayla dengan takjub melihat kecantikannya dan keseriusannya dalam bekerja membuat Daniel semakin kagum terhadap sosok gadis yang menjadi teman atau sahabat baik anaknya, karena sebenernya Daniel sudah kagum pada Nayla sejak awal mendapatkan informasinya mengenai putrinya yang selalu di jaga oleh Nayla dan tak lupa putrinya yang cerewet pun selalu bercerita mengenai kebaikan-kebaikan Nayla, tapi sayang mereka belum sempet bertemu karena Daniel sibuk harus memperbesar kantor cabang di kota B dan bolak balik Amerika-Indonesia karena kantor pusat berada di Amerika.
__ADS_1
Daniel semakin terlena memandang wajah Nayla.
"Astagfirullah Daniel sadar, kamu tidak pantas mengagumi wanita seusia putrimu." ujar Daniel dalam hati sambil mengacak rambutnya . Daniel juga tidak mengerti kenapa dirinya selalu mengagumi Nayla dalam diam, padahal hanya melihatnya dalam foto, karena pertemuan pertama mereka ya tadi pagi, Daniel mengenal Nayla hanya dari cerita yang sering Sheryl ceritakan dan informasi dari para mata-matanya.
"Aku takut rasa kagum ini lama kelamaan menjadi rasa yang ingin memiliki dan mencintai." ujar Daniel lagi di dalam hati.
_ Maaf baru up lagi_
~ Wah ternyata daddy nya sheryl sudah kenal Nayla~
Dukung terus aku ya, mohon maaf bila masih banyak kekurangan mau dari tulisan atau ceritanya maklum ini buku pertama saya semoga kalian suka.
__ADS_1
Oh iya pantengin terus cerita nya, tambah kan di favorit biar tau up terbarunya, karena ini cerita panjang juga, karena gak mau buru-buru biar lebih terkesan santai, biar jelas alur cerita nantinya, mudah-mudahan semua pembaca tertarik ya. salam sehat dari saya semoga kita di sehatkan selalu, amin.