
Setelah Sheryl berkata jujur tentang perasaan Renata untuk Daniel kepada Nayla, mereka pun lanjut mengobrol dengan asyiknya hingga tak sadar jika Daniel membuka pintu kamar dan menghampiri mereka.
"Pantas mas cari di bawah gak ada! ternyata sedang asyik mengobrol di sini hem.." ujar Daniel membuat Sheryl dan Nayla kaget.
"Astagfirullah mas! kamu ini ngagetin aja." ujar Nayla.
"Tau nih dady, hampir aja jantungku jatuh ke lantai." ujar Sheryl menambahkan.
"Alah lebay sekali kamu!" ujar Daniel kepada Sheryl.
"Lagian kalian asyik banget ngobrolnya, sampai dady buka pintu pun tidak menyadari." lanjutnya.
"Hehehe maaf mas! apa mas sudah selesai diskusi sama dadynya?" tanya Nayla.
"Sudah, oh iya ayo kita turun lagi! sebentar lagi David dan Diva akan datang, mereka sedang di perjalanan." ajak Daniel.
"Baiklah mas." jawab Nayla sambil berusaha bangkit.
"Dady, apa aku boleh di kamar saja?" tanya Sheryl.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Daniel tanpa menjawab pertanyaan Sheryl.
"Aku hanya ingin istirahat dulu sejenak." jawab Sheryl.
"Baiklah, dady dan momy turun ke bawah duluan ya! nanti kamu nyusul!" ujar Daniel.
"Baik dady." jawab Sheryl.
"Kamu istirahat di kamar saja! tidak apa-apa." saran Nayla.
"Siap momy terimakasih." ujar Sheryl sambil tersenyum.
Lalu Daniel dan Nayla pun kuat dari kamar dan turun ke bawah, setelah melihat kedua orangtuanya keluar, Sheryl pun menghela nafasnya.
"Di saat kumpul keluarga begini, aku merindukanmu mom! walau kamu sudah mengecewakan aku, tapi aku tetap anakmu yang selalu merindukanmu! semoga momy tetap bahagia dengan laki-laki pilihan momy." ujar Sheryl sedih karena dirinya saat ini tengah mengingat dan merindukan momy kandungnya sendiri.
Sedangkan Nayla dan Daniel yang turun ke bawah kini sudah sampai di ruang keluarga, dan di sana sudah ada Alex juga Anderson.
"Dimana marmut kecilku?" tanya Alex pada Daniel ketika melihat Daniel datang hanya dengan Nayla saja.
"CK.... jika ada saja kau selalu menggodanya!" jawab Daniel.
"Itu tanda sayang Niel!" ujar Alex sambil mengedipkan matanya.
Saat Daniel akan menjawab ucapan Alex mereka semua mendengar adanya suara mobil di halaman mansion.
"Mom kayanya itu mereka!" ujar Renata.
"Ya sudah ayo kita sambut mereka!" jawab Lusi dengan antusias.
"Kalian saja ya, dady tunggu di sini!" ujar Anderson.
"Iya mom, kita tunggu di sini aja sih! mereka juga tau kalau kita tengah berkumpul di ruangan ini." ujar Daniel.
"Iya betul mom, aku setuju dengan Daniel." ujar Alex menambahkan.
"Yah momy kan udah kangen ama si kembar!" jawab Lusi.
"Grandma si, grandpa son!" ujar dua orang anak sambil berlari menghampiri Lusi dan Anderson.
__ADS_1
"Nah itu dia!" ujar Daniel.
"Aduh cucu grandma." ujar Lusi ketika salah satu anak itu menghambur memeluknya.
"Ah cucu grandpa." ujar Anderson karena satu anak itu menghambur memeluknya juga, lalu Anderson pun menggendongnya.
Lantas semua orang pun berdiri menyambut kedua sahabat Daniel yang telah mempunyai pasangan itu.
"Assalamualaikum." ujar Diva.
"Waalaikumsalam." jawab semua orang bersamaan.
Diva dan David juga pasangan mereka pun berpelukan dan saling jabat tangan, saat sampai depan Nayla, Nayla tersenyum dan dalam hatinya takut bahwa Diva juga akan seperti Renata ketika awal bertemu dengannya.
"Hay salam kenal aku diva!" ujar Diva mengenalkan dirinya kepada Nayla sambil mengulurkan tangannya.
"Hay salam kenal juga! aku Nayla." jawab Nayla sambil menerima uluran tangan Diva.
Kemudian Diva tersenyum lalu tanpa Nayla duga, Diva menarik badannya untuk memeluk dirinya membuat Nayla seketika Tersenyum karena diva mau menerimanya.
"Selamat datang di persahabatan kami, Daniel sahabat kami! karena kamu istrinya jadi otomatis menjadi sahabat kami juga." ujar Diva membuat Nayla tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Oh iya ini istrinya David, namanya Rosella." ujar Diva memperkenalkan istrinya David.
"Hay." ujar Rosella.
Nayla pun tersenyum dan menjawab.
"Hay juga." ujarnya lalu mereka pun berpelukan.
"Dan ini suamiku." lanjut Diva memperkenalkan suaminya.
Daniel yang melihat Diva begitu menerima Nayla pun senang, hanya saja dia nanti harus berbicara dengan Renata! karena Daniel tau Renata seperti tidak menyukai Nayla.
"Aku David, sahabat Daniel juga." ujar David sambil mengulurkan tangannya.
Namun Nayla hanya menangkupkan kedua tangannya.
"Salam kenal David." ujar Nayla.
membuat Alex dan Daniel tersenyum melihatnya karena David kini mematung melihat uluran tangannya tidak di terima oleh Nayla.
"Ayo semua kita duduk! oh iya Diva kemana anakmu yang ganteng itu?" tanya Lusi.
"Oh Farel ya mom! dia tidak ikut ke Indonesia mom, karena ada neneknya di rumah! jadi dia tidak mau ikut." jawab Diva.
"Yah padahal momy juga merindukannya." ujar Lusi sambil terus mencium pipi si kembar Arsya.
Semua orang di sana terlihat bahagia dan mengobrol ringan hingga berbicara tentang resepsi juga susunan acara dan lainnya, terkecuali Renata yang sedari tadi hanya memaksakan senyumannya yang hanya di sadari oleh Diva, Diva pun menghela nafasnya karena tau apa yang di rasakan Renata.
"Ya sudah gimana kalau para wanita kita memasak saja! biar para lelaki di sini saja!" ajak Lusi.
"Ayo mom, tapi kayanya mom di sini saja! biar aku, Renata, Nayla dan Rosella yang memasak." jawab Diva.
"Memang tidak apa-apa?" tanya Lusi.
"Iya mom, tidak apa-apa! mom bersama si kembar Arsya, Arsyi Aja ya." jawab Diva.
"Ya sudah, itu ide bagus!" jawab Lusi.
__ADS_1
"Ya sudah, ayo!" ajak Diva pada Renata, Nayla dan Rosella.
Mereka semua pun mengangguk, lalu bangkit dan berjalan mengikuti Diva.
Setelah sampai dapur, Diva semua pun menyapa bi Sumi.
"Bi Sumi apa kabar?" tanya Diva.
"Ya Alloh non Diva, Alhamdulillah bibi sehat! non Diva sehat?" jawab bi Sumi sambil menanyakan kabar Diva juga.
"Alhamdulillah bi sehat." jawab Diva sambil tersenyum.
"Oh iya bi kita mau masak nih, bibi bantuin ya!" ujar Diva.
"Siap non!" jawab bi Sumi.
"Oh iya Bu bahan-bahannya apa komplit semua?" tanya Diva.
"Alhamdulillah komplit non." jawab bi Sumi.
"Ya sudah ayo kita mulai!" ajak Diva.
Lalu mereka pun mulai melakukannya, sebenarnya Nayla merasa tak nyaman dengan Renata karena tatapan Renata yang begitu tidak menyukainya.
"Nayla kamu bisa masak Risotto khas itali?" tanya Diva.
"Maaf mbak, Risotto itu seperti apa?" tanya Nayla kembali.
"Yah dia mana tau makanan luar negeri ka Div! yang dia tau hanya masak ikan teri dan sambal." ujar Renata dengan nada pedas sekali.
"Huss.. kamu ini!" ujar Diva pada Renata.
"Emang kenyataannya KA Diva, aku aja heran kenapa kak Daniel mau sama dia." ujar Renata.
"Renata!" ujar Diva memperingatinya.
"Ya sudah tidak apa-apa Nay, sekarang aku ajari ya! soalnya itu salah satu makanan favoritnya Daniel! tolong maafkan Renata ya!" ujar Diva pada Nayla sambil tersenyum karena tidak enak hati kepada Nayla.
"Iya mbak Diva gak apa-apa." jawab Nayla sambil membalas senyuman dari Diva.
"Biar aku saja deh ka Div, karena aku lebih tau selera ka Daniel daripada dia." ujar Renata.
"Renata!" ujar Diva kembali memperingati Renata untuk menghargai Nayla sebagai istri Daniel.
"Ya sudah kalau tidak boleh, aku lebih baik bersama momy karena malas di sini ada dia!" tunjuk Renata pada Nayla lalu berlaluu pergi dari dapur.
"Astagfirullah." ujar Diva sambil mengelus dadanya.
"Maaf ya Nayla, dia itu kadang seperti itu kekanak-kanakan! karena memang di sini dialah yang paling muda." lanjutnya.
"Iya tidak apa-apa mbak Diva, aku ngerti ko." jawab Nayla sambil tersenyum.
"Ya sudah ayo, aku ajarkan kamu bikin Risotto!" ajak Diva.
Lalu mereka pun asyik membuat masakan dengan berbagai hidangan dengan di selingi candaan dan tawaan dari Diva, Rosella dan Nayla.
☘️Sekian dulu ya.☘️
Mohon maaf baru update, tau ini cerita nyambung apa tidak! harap di maklumi ya.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote nya ya! tidak lupa dengan poinnya juga, terimakasih 😁😁🥰🥰