Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 91


__ADS_3

Di perusahaan Atmaja.


Sheryl lebih dulu tiba di perusahaan Daniel, karena semua orang sudah mengetahui siapa Sheryl, semua karyawan pun menyapa dan menunduk kepada Sheryl! Sheryl yang sudah terbiasa dengan suasana ini pun hanya membalas dengan senyuman ramahnya, lalu berjalan masuk ke dalam perusahaan dadynya dan naik lift menuju ruang kantor dadynya.


Tak lama di susul dengan daniel yang juga Sampai di perusahaannya, dan langsung masuk begitu saja ke dalam perusahaan.


"Sheryl!" panggil Daniel ketika sampai di ruangannya.


Sheryl yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponsel pun melirik dan tersenyum.


"Iya Dady." jawabnya.


"Kamu gak apa-apa kan? terus sudah lama ya nungguin Dady?" tanya Daniel.


"Gak apa-apa! aku juga belum lama sampai ko dad!" jawab Sheryl.


"Baiklah, jadi kamu mau bicara apa?" tanya Daniel karena penasaran apa yang akan Sheryl katakan.


"Dad, emmmm......." jawab Sheryl ragu ketika akan memulai pembicaraannya.


"Emm.... apa?" tanya Daniel lagi.


Sheryl pun menghela nafasnya.


"Teman yang kemaren nemuin aku itu adalah Rangga dad! orang yang Nayla cintai, dan dia sekarang kembali." jawab Sheryl pada akhirnya.


Deg..deg...deg... Daniel diam mematung, apa dia gak salah dengar? Rangga telah kembali? apa Rangga kembali karena mendengar Nayla menikah dan akan mengejarnya kembali? begitu banyak pertanyaan yang ada dalam diri Daniel, kini Daniel sedikit merasa takut, karena bagaimana pun Rangga adalah orang yang di cintai Nayla! sedangkan dirinya adalah orang yang memaksa Nayla menikah dengannya, walau pun sudah Daniel rasakan bahwa Nayla kini sudah mulai membuka hatinya sedikit demi sedikit namun ada sedikit ketakutan juga jika Rangga kembali, Nayla pun akan kembali mencintai Rangga.


"Dady tidak apa-apa?" tanya Sheryl karena dadynya tidak merespon apa-apanya, dan hanya diam mematung.


Daniel pun tersadar bahwa dirinya malah melamun sendiri.


"Dady tidak apa-apa! hanya saja dady....." jawab Daniel terhenti.


"Dady apa?" tanya Sheryl.


"Dady hanya takut, jika Rangga kembali.....Nayla pun akan mencintai dia kembali karena dady pun sekarang tidak tau perasaan Nayla!" jawab Daniel menunduk.


"Dady!" ujar Sheryl langsung memeluk Daniel.

__ADS_1


"Dady gak boleh sedih! justru dady harus tetap semangat buat Nayla jatuh cinta sejatuh-jatuhnya, Sheryl yakin dady pasti bisa!" lanjutnya menyemangati Daniel.


"Walaupun ketakutan dady sama denganku." ujar Sheryl dalam hati.


"Iya semoga saja Nayla saat ini sudah mulai mencintai dady walau tidak sebesar dia mencintai Rangga!" ujar Daniel.


"Amin.. aku yakin Nayla akan mencintai dady!" ujar Sheryl.


Saat sedang asyik menyemangati dadynya, ponsel Sheryl berbunyi menandakan bahwa ada pesan masuk ke dalam ponselnya.


"Sheryl ini aku Rangga! bisa kah kita bertemu lagi." isi pesan tersebut.


Sheryl pun langsung terdiam, dia tidak tau harus merespon apa? dia hanya takut Rangga memintanya untuk bertemu Nayla.


"Siapa yang kirim pesan?" tanya Daniel.


"Ini teman aku dad." jawab Sheryl, entah kenapa dia tidak mau dadynya tau Rangga menghubunginya.


"Baiklah, dady mau mengerjakan pekerjaan dady dulu! apa kamu mau tetap di sini atau pergi keluar?" tanya Daniel.


"Aku mau di sini aja dulu dad! dady kerjain aja kerjaan tidak apa-apa! oh iya apa nanti momy akan ke sini?" jawab Sheryl.


"Hem... tidak tau dady! dady jangan hubungi momy dulu ya!" jawab Sheryl.


"Iya sayang! ya sudah kalau begitu." ujar Daniel.


****


Di suatu tempat.


Kini Rangga berada di sebuah danau, dia sedang ingin mendinginkan hatinya agar dia bisa tetap waras menerima kenyataan bahwa Nayla kini milik orang lain, tapi walau begitu dia ingin sekali berbicara berdua dengan Nayla agar hatinya juga sedikit tenang! jika memang Nayla mencintai dadynya Sheryl, maka dia akan iklas menerima pernikahan Nayla! apalagi jika hidup Nayla bahagia dengan Daniel. Dia ingin meminta bantuan Sheryl agar Nayla mau berbicara dengannya, karena menurutnya dari sifat Nayla selama kenal dengannya, Nayla tidak akan mau berbicara berdua dengan laki-laki yang bukan suaminya. Memang tidak hari ini dia ingin bertemu dengan Nayla, tapi nanti ketika dia tau semua apa yang terjadi dan bawahannya sudah menemukan apa yang dia ingin ketahui tentang semaunya termasuk orangtuanya.


"Kenapa Sheryl tidak membalas pesanku?" tanyanya pada diri sendiri, ketika pesannya belum juga Sheryl balas.


"Apa dia takut aku menghancurkan rumahtangga sahabat dan juga orangtunya? picik sekali pikirannya." ujar Rangga.


Lalu Rangga pun mengirimkan pesan lagi agar Sheryl mau menemuinya di sebuah resto yang telah dia kirim alamatnya kepada Sheryl.


"Nayla! aku harus bagaimana? sungguh rasanya itu sangat menyakitkan! aku harus mengikhlaskanmu, tapi aku juga harus pastikan sesuatu terlebih dahulu!" ujar Rangga sambil menatap pada danau, lalu bangkit dan berjalan menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh di sana, dia akan pergi ke resto yang sudah dia janjikan kepada Sheryl, entah nanti Sheryl datang atau tidak.

__ADS_1


****


Kembali di kantor Daniel.


Sheryl sedang asik menonton drama Korea kesukaannya, kini jam menunjukkan pukul 11.10 yang pasti sebentar lagi adalah waktunya istirahat dan makan siang. Sheryl pun berencana untuk makan di kantor dadynya saja bersama Nayla nanti, saat Sheryl akan menghampiri Daniel yang sedang serius membaca dokumen di meja kerjanya seketika itu menghentikan niatnya kala melihat ada sebuah pesan dari nomor yang sama yang tadi mengiriminya pesan, siapa lagi kalau bukan Rangga.


"Aku tunggu kamu di cafe Cemara sambil makan siang bersama, dan aku berharap kamu mau menemuiku agar aku berpikir kamu masih sahabatku." isi pesan Rangga kepada Sheryl.


Sheryl pun menghela nafasnya, karena tau maksud Rangga mengirim pesan tersebut. Kalau Sheryl sampai tak datang maka Rangga tidak menganggapnya sahabat lagi dan akan berakibat dengan Rangga yang akan nekat menghancurkan rumahtangga orangtuanya.


Sheryl pun membalas pesan Rangga.


"Baiklah, aku akan datang." balasnya.


Lalu Sheryl pun kembali mendudukkan dirinya di sofa kantor daniel, lalu menghela nafasnya.


Tak lama dia pun bangkit kembali dengan tas slinbagnya yang dia pakai di bahu dan membawa konci mobil.


"Dad, sepertinya aku akan makan siang di luar saja! mendadak Friska temanku mengajak makan siang bersama." izin Sheryl kepada Daniel dengan tersenyum agar Daniel percaya padanya.


Daniel yang sedang membaca dokumen pun langsung melirik ke arah Sheryl.


"Baiklah, hati-hati di jalan!" ujarnya.


"Iya dad." jawab Sheryl lalu mengecup pipi Daniel.


Sheryl pun keluar dari kantor Daniel dan pergi menuju tempat dia dan Rangga berjanji bertemu.


"Semoga saja tidak ada permintaan aneh kamu untuk Nayla." ujar Sheryl sambil menerawang jauh ke atas langit sebelum dia masuk ke dalam mobil yang telah di keluarkan dari tempat parkir oleh satpam yang berjaga di sana.


☘️ sekian dulu ya.☘️


Mohon maaf lahir bathin ya dari author...


Marhaban ya Ramadan, semoga kita di berikan kesehatan agar bisa menjalani puasa dengan lancar.


Jangan lupa, tetap dukung author ya, dengan like, vote dan komennya.


Terimakasih....🥰🥰🤗

__ADS_1


__ADS_2