Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 74


__ADS_3

Setelah sarapan, Lusi meminta semua orang berkumpul di ruang keluarga untuk berdiskusi tentang resepsi nanti! mereka pun mengangguk dan melaksanakan perintah Lusi itu, tapi Anderson, Daniel dan Alex tidak ikut dulu! mereka malah langsung ke ruang kerja Daniel untuk membicarakan masalah kantor.


Di sana yang aktif berbicara hanya Lusi dan Renata saja, bahkan Renata menunjukkan sifat ketidak sukaannya kepada Nayla terang-terangan membuat Nayla hanya diam saja tidak ikut berbicara, Sheryl sebenernya menyadarinya dan ingin sekali mengomeli teman dadynya itu, tapi Nayla selalu memegang tangannya ketika dia hendak berusaha, dan anehnya kenapa Lusi tidak menyadarinya.


"Oh iya Ren, diva sama David kapan ke sininya?" tanya Lusi kepada Renata.


"Mungkin sebentar lagi mom!" jawab Renata.


"Baiklah, momy udah kangen sama si kembar!" ujar Lusi.


"Makin menggemaskan dong mom!" ujar Renata.


"Mom, aku ke kamar dulu ya!" izin Nayla kepada Lusi.


"Iya sayang, nanti turun lagi ya!" jawab Lusi.


"Aku juga grandma!" ujar Sheryl mengikuti Nayla.


"Kamu mau ngapain?" tanya Lusi.


"Hehehe aku mau ngomong sesuatu sama Nayla dulu ya, tapi ini rahasia grandma jangan kepo." jawab Sheryl.


"Kamu ini kebiasaan sama orangtua." ujar Lusi.


"Hehehe dadah grandma, aunty." ujar Sheryl dan langsung pergi menyusul Nayla.


Setelah melihat Sheryl dan Nayla pergi, Renata pun langsung bertanya kepada Lusi.


"Mom, ko mom merestui ka Daniel nikah sama Nayla sih? padahal Nayla itu lebih pantas jadi anaknya Daniel dari segi usia!" tanya Renata.


Lusi pun tersenyum.


"Karena anak momy mencintainya! kamu tau, awalnya momy kurang yakin dengan pilihannya, tapi momy juga gak bisa melarang Daniel karena ini untuk kebahagiaannya! dan yang membuat momy tidak menyesal adalah semenjak menikah dengan Nayla, Daniel terlihat lebih bahagia, gairah hidupnya kembali seperti dulu lagi dan Nayla juga adalah anak yang baik jadi momy beruntung mempunyai menantu sepertinya." jawab Lusi.


"Tapi momy ini baru 3 Minggu kurang lebihnya, momy belum tau sifat aslinya, aku hanya takut dia hanya memanfaatkan kekayaan kak Daniel saja!" ujar Renata.


"Insyaallah feeling momy tak akan salah! kamu doakan saja ya atas pernikahan mereka, momy tau kamu sangat menyayangi Daniel layaknya kaka kandung kamu sendiri, momy juga memahami kekawatiran kepada Daniel, jadi kamu doakan saja mereka ya!" jawab Lusi sambil tersenyum karena benar-benar tidak tau tentang perasaan Renata yang sesungguhnya.


"Sial." umpat Renata dalam hati.


"Iya momy semoga saja." jawab Renata pura-pura.

__ADS_1


"Oh iya kamu sendiri gimana nih sekarang? apa sudah ada pria yang membuatmu jatuh cinta?" tanya Lusi.


"Hehehe ada momy, malah aku tuh dari dulu sudah sayang dan cinta banget sama dia! tapi sayang laki-laki itu tidak pernah peka momy." jawab Renata.


"Ya ampun, kenapa kamu gak bilang saja langsung sama orangnya?" ujar Lusi.


"Hem....tanpa aku bilang juga kayanya dia juga tau momy, tapi dia pura-pura gak tau!" jawab Renata.


"Apakah momy kenal orangnya? kalau kenal nanti momy bantuin!" tanya Lusi.


"Hehehe sekarang orangnya sudah menikah momy!" jawab Renata dengan raut wajah yang sedih.


"Ya ampun, kamu jangan sedih ya! banyak laki-laki yang mungkin lebih baik dari orang itu, kamu cantik sayang! momy yakin kamu akan mendapatkan jodoh yang terbaik." ujar Lusi menghibur Renata.


"Iya momy, amin." jawab Renata sambil tersenyum.


"Tapi momy hati ini tidak bisa berpaling dari Daniel!" ujarnya hanya bisa mengucapkannya dalam hati.


Lalu mereka pun asyik mengobrol kembali menceritakan perjalanan Renata yang sekarang telah sukses menjadi desainer ternama di New York.


****


Sedangkan di kamar Nayla dia langsung mendudukkan badannya di sofa lalu menghela nafasnya.


"Apakah mas Daniel tau? kalau mas Daniel tau, kenapa mas Daniel tidak menikah dengan mbak Renata? padahal dari segi apapun mbak Renata lebih sempurna di bandingkan aku sendiri." lanjutnya.


"Kenapa sekarang aku merasa insecure, ah sudahlah mungkin ini ujian pertama pernikahanku dengan mas Daniel, aku harus menghadapinya!" ujar Nayla.


Saat Nayla sedang asyik bicara sendiri, tiba-tiba Sheryl mengetuk pintu kamar Nayla.


Tok...tok...tok... "momy bolehkah aku masuk?" tanyanya.


Nayla pun bangkit dan langsung membuka pintu kamarnya.


"Masuklah Sheryl!" jawabnya sambil tersenyum.


Sheryl pun membalas senyuman Nayla dan masuk bersamaan dengannya.


"Apa momy tidak apa-apa?" tanya Sheryl.


"Memang aku kenapa?" tanya Nayla kembali tanpa menjawab pertanyaan Sheryl karena merasa heran.

__ADS_1


"CK..... aku tau momy gak nyaman kan sama aunty Renata?" tanya Sheryl.


"Ya sedikit, ku rasa mbak Renata tidak menyukai di sini! bahkan dia dengan terang-terangan menunjukkan semua itu, kamu juga pasti menyadarinya kan Sher?" jawab Nayla.


Sheryl pun memegang tangan Nayla dan mengusapnya lalu tersenyum.


"Boleh aku berkata jujur sama kamu? karena aku gak mau ada rahasia di antara kita! apalagi sekarang kita tak hanya sahabat tapi sudah menjadi keluarga." ujar Sheryl.


Nayla pun tersenyum.


"Tentu saja, justru aku senang jika kamu mau mengatakan sesuatu dengan jujur, karena aku pasti akan kecewa jika itu tau dari orang lain." jawab Nayla.


"Gini mom, sebenernya aunty Renata itu sudah lama mencintai dady, bahkan dari belasan tahun yang lalu setelah dady dan momy bercerai! padahal banyak sekali laki-laki yang mengejarnya, tapi cinta aunty Renata hanya pada dady! hingga dia rela menunggu sampai sekarang dia pun belum menikah! mungkin karena itulah sikapnya pada momy begitu, dia mungkin belum bisa menerima bahwa kamu yang di cintai dady yang notabenya sahabat aku dan baru bertemu dengan dady, sedangkan dia yang beliin dulu kenal dengan dady dan mencintai dady." ujar Sheryl dengan raut wajah sendu.


"Apakah dadymu tau akan perasaan mbak Renata." tanya Nayla.


Sheryl pun mengangguk.


"Ya dady tau aunty Renata mencintainya, tapi cinta itu tidak di paksakan jadi dady memilih untuk berpura-pura tidak mengetahuinya karena dady menyayangi aunty Renata dengan tulus hanya sebagai seorang kaka tidak lebih, makanya dady ikut pindah ke Indonesia bukan hanya untukku saja mom, tapi sebagian dari rencana dady untuk menghindari aunty Renata walau dady harus bolak-balik Indonesia-Amerika." jawab Sheryl.


"Padahal mbak Renata cantik, dewasa, pintar dan berasal dari keluarga berada! kenapa dadymu tidak membalas rasa cintanya? dan kenapa kamu gak mendukungnya? terus apa momy tau juga tentang perasaan mbak Renata?" tanya Nayla beruntun.


"Kan tadi aku sudah bilang mom, cinta itu tak bisa di paksakan! mungkin persi dady momy itu udah yang paling tepat untuk dady " jawab Sheryl.


"Nah kenapa aku di sini tak mendukung an


untu Renata? bukan aku tak mendukung mom, aku mungkin akan setuju dan mendukung dady karena pada dasarnya aunty Renata itu orang baik mom, tapi di sini dady tidak mencintai aunty Renata jadi aku hanya akan setuju dady menikah dengan orang yang dia cintai yaitu kamu mom, dan untuk grandma sepertinya dia belum menyadari perasaan aunty Renata pada dady karena yang grandma tau mereka saling menyayangi layaknya adik dan kaka." lanjut Sheryl.


"Apa kalau momy tau mbak Renata mencintai dadymu dia akan mendukungnya?" tanya Nayla dengan wajah lesu.


"Tentu saja tidak! grandma sama denganku, dia akan mendukung apa yang membuat anaknya bahagia, jika bahagianya dady bersamamu maka grandma akan selalu mendukungnya." jawab Sheryl sambil tersenyum.


"Syukurlah aku hanya takut saja!" ujar Nayla.


"Kamu tenang saja, di sini ada aku! aunty Renata itu baik mom, kalau kita dekati dia pelan-pelan pasti momy akan senang! aku pasti bantu ko mom, tapi ya begitu dia itu judes orangnya! jadi kamu jangan di masukin ke hati ya." ujar Sheryl.


"Baiklah, aku tau ini ujian pertama pernikahanku jadi harus bisa menghadapinya." ujar Nayla dengan semangat.


Sheryl dan Nayla pun tersenyum bersamaan lalu mereka saling berpelukan.


☘️ Sekian dulu ya.☘️

__ADS_1


Jangan lupa dukungan untuk akhirnya ya, dengan like, komen dan vote, juga jangan lupa kasih poinnya agar author semangat menulisnya. Terimakasih. 🤗🤗🥰


__ADS_2