
Setelah di nyatakan sah Nayla pun di suruh keluar dari kamar untuk menghampiri sang pengantin pria.
Saat ini Nayla keluar yang di tuntun oleh Sheryl dan juga Laela, semua mata orang yang ada di Sanah tertuju padanya, bahkan mereka pun begitu terpana dengan kecantikan Nayla, begitu juga dengan Daniel dia tak bisa mengedipkan matanya. Hatinya begitu bahagia dan deg degan, kini wanita yang dia cintai, wanita yang dia kagumi sudah sah menjadi istrinya walau untuk sementara hanya sah di mata agama aja.
"Masya Alloh begitu cantik istrinya ya pak." ujar sang ustad.
"Kini kalian sudah sah menjadi suami istri dan kalian sudah halal untuk beribadah bersama." ujar sang ustad lagi.
Daniel hanya membalas dengan tersenyum.
Setelah sampai di depan Daniel, Nayla langsung di dudukan di sebelah Daniel.
Sang ustad pun menyuruh Daniel memasangkan cincin kawin mereka masing-masing dan Daniel yang mencium kening Nayla.
"Alhamdulillah." ujar semua orang.
Lalu Daniel dan Nayla di suruh untuk bersalaman kepada semua orang tanda meminta restu semua yang ada di sana.
Saat sedang berhadapan dengan ayahnya, ayah Nayla menangis haru, melihat putri semata wayang kini telah memilik suami, bayi kecil yang sering dia gendong kini bukan lagi tanggung jawabnya.
"Ayah!" ujar Nayla sambil meneteskan air mata.
"Sekarang putri kecil ayah sudah besar ya, sudah mempunyai suami! ingat nak pesan Ayah, kamu bukan lagi tanggung jawab ayah, tanggung jawabmu kini telah berpindah kepada suamimu setelah ucapan suci yaitu akad nikah, kamu harus mematuhi suamimu, kamu juga harus menghormati suamimu, cintai dia, sayangi dia, dan layani dia dengan sepenuh hatimu, insyaallah kelak kamu akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat." ujar ayah sambil mengelus kepala Nayla dan mencium kening nya.
"Dan untuk mu wahai menantuku, jagalah putri ayah seperti ayah menjaganya, bahagiakan dia, cintai dia, sayangi dia seperti ayah menyayangi nya, ayah titip Nayla kepadamu, bimbing dia jika nanti dia berada dalam jalan yang salah, dan jika nanti kamu sudah tak mencintainya jangan kau sakiti dia! cukup kau antarkan saja putri ayah kepada ayah! maka pintu rumah ayah akan selalu terbuka." ujar ayah kepada Daniel.
"Baik ayah Daniel janji akan menjaga Nayla, mencintainya , menyayanginya sampai akhir hayat Daniel, Daniel janji ayah!" ujar Daniel.
Ayah hanya mengangguk dan memeluk Daniel tanda dia percaya dengan perkataan menantunya.
Lalu mereka berdua berpindah ke ibu Nayla .
__ADS_1
Ibu pun sama menangis haru akan pernikahan putrinya dia pun berkata
" Berbahagialah kalian berdua, doa ibu menyertai kalian berdua." ujar ibu.
"Hanya itu yang bisa ibu katakan."
Lalu ibu memeluk Nayla dan Daniel bersamaan.
Setelah itu Nayla dan Daniel menghampiri dady dan momynya Daniel.
Selamat datang sayang di keluarga kami, semoga kamu dan Daniel bahagia dan semoga kamu betah menjadi menantu momy." ujar Lusi sambil memeluk dan mencium kening Nayla.
Nayla tersenyum dan mengangguk.
"Dan kamu awas saja kalau berani menyakiti menantu momy ini." ujar Lusi pada anaknya.
"Yang jadi anak momy itu aku atau istriku sih mom?" ujar Daniel di sertai dengan kekehan kecil membuat yang berada di sana pun ikut tersenyum, lalu momy dan Daniel pun berpelukan.
"Mulai sekarang kamu punya tanggung jawab menjaga dua wanita yaitu istri dan anakmu, jangan kamu membedakan kasih sayangmu pada istri dan anakmu, satu lagi jangan terlalu di postir bekerjanya, sekarang ada istrimu yang butuh perhatianmu!" ujar Anderson pada Daniel.
Setelah itu Nayla dan Daniel menghampiri Sheryl yang sedang menangis bahagia.
"Nayla akhirnya aku punya momy dan momy nya itu kamu, aku bahagia sekali Nayla." ujar Sheryl sambil memeluk Nayla juga dadynya bersamaan.
Sebenernya jantung Nayla dari tadi begitu deg degan, entah kenapa sejak ucapan Sah dari para saksi itu hati Nayla begitu berdebar tak karuan, ada rasa aneh dalam relung hatinya namun Nayla mencoba menyembunyikannya, dia pun berdoa dalam hati semoga dia bisa menjadi istri yang baik dan ibu yang baik juga.
Setelah selesai berpelukan dengan Sheryl, Nayla dan Daniel juga menghampiri abang-abang dari Nayla, Nayla berpelukan dengan mereka dengan tangisan haru para abangnya.
Tak lupa Nayla dan Daniel juga menyalami semua orang yang ada di situ untuk meminta restu agar semakin banyak juga yang mendoakan pernikahan mereka.
Acara pun berakhir dengan acara makan-makan sederhana yang sudah Daniel siapkan secara mendadak.
__ADS_1
****
Kini waktu menunjukan sudah waktu isya, Nayla pun sudah membersihkan diri dan siap-siap untuk melaksanakan solat isya bersama keluarganya yang perempuan saja. Sedang para lelaki mereka berjamaah di mesjid.
Mereka juga belum pulang dari magrib karena tadi setelah selesai acara semua orang pulang dan para anggota keluarga yang laki-laki pergi ke mesjid dan belum pulang sampai sehabis isya.
Setelah selesai, ibu menyuruh Nayla menyiapkan teh hangat untuk semua anggota keluarga termasuk keluarga suaminya.
Nayla pun menurut di bantu oleh Sheryl, Nayla juga membuat cemilan goreng pisang karena yang ada hanya pisang.
Setelah selsai Nayla membawa teh hangat di teko juga goreng pisang ke ruangan depan di bantu Sheryl, ternyata di sana para lelaki sudah tiba, Nayla pun menyajikan teh dan pisang gorengnya di meja.
"Maaf nih besan kamar nya cuma ada 3, apa tidak apa-apa yang laki-laki tidur di luar? biarkan para perempuan tidur di kamar." ujar ayah.
Karena saat ini semua anaknya pun ada di sini otomatis yang laki-laki tak mungkin mendapatkan kamar.
"Boleh juga saya mencobanya, saya juga ingin merasakan kebersamaan seperti ini." ujar Anderson.
"Alhamdulillah, nak Daniel apa tak apa malam ini kamu tidur di luar dulu bersama kami?" tanya ayah.
Daniel pun tersenyum.
"Tidak apa-apa ayah, waktu ku masih panjang masih ada malam yang lainnya." ujar Daniel.
"Wah.... pengantin baru memang tidak mau mencoba?" ujar abang pertama Nayla.
"Tenang a sekarang puasa dulu, nanti kalo sudah berdua biar sekalian di hajar sampai pagi." ujar Daniel.
Nayla yang mengerti apa yang sedang di bicarakan suaminya pun wajahnya memerah.
"Hahaha.... hati-hati Nay, dia sudah berpuasa selama puluhan tahun, jadi kamu harus menyiapkan tenagamu." ujar mertuanya tanpa sungkan membuat semua yang berada di Sana tertawa.
__ADS_1
☘️☘️ Terimakasih semoga kalian suka dengan alur ceritanya.☘️
Jangan lupa dukung author dengan tinggal kan like, vote and komen Agar author semangat dalam menulis nya