Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 72


__ADS_3

Seperti yang di bilang Daniel tadi pagi kini Renata dan Alex telah sampai di mansion Daniel, Lusi dan Sheryl pun menyambut mereka.


"MOMY!" panggil Renata dan langsung memeluk Lusi ketika dia turun dari mobil yang di sambut oleh Lusi.


"Momy how are you?" ujarnya.


"Mommy is fine, Ren." jawab Lusi.


"I Miss You so much mom." ujar Renata sambil memeluk Lusi lagi.


"Momy juga rindu sayang, kita pake bahasa sini aja ya!" jawab Lusi karena tau semua sahabat Daniel bisa bahasa Indonesia.


"Ok mom!" ujar Renata.


"Hay Sheryl! kamu makin cantik saja." ujar Renata menyapa Sheryl yang sedari tadi hanya diam saja.


"Hay aunty!" jawab Sheryl sambil tersenyum.


"Hay Mom," sapa Alex ketika dia sampai depan Lusi karena tadi dia harus menerima telpon.


"Hay Alex, anak momy yang ganteng." jawab Lusi sambil memeluk Alex juga.


Sheryl yang melihat Alex pun membuang mukanya ke samping.


"Males banget ketemu dia!" ujarnya dalam hati.


Alex yang menyadari ada Sheryl pun langsung menyapa Sheryl.


"Hay marmut kecil!" sapanya sambil menggoda Sheryl.


"Marmut, marmut enak saja aku yang cantik ini di panggil marmut." jawab Sheryl dengan wajah cemberut.


"Hahahah iya marmut cantik!" ujar Alex.


Sheryl pun mendengus dan langsung masuk saja tanpa membalas ucapan Alex membuat Alex tersenyum melihatnya.


"Sudah.. sudah ayo kita masuk! kamu ini Lex masih saja suka menggoda Sheryl." ujar Lusi sambil menggandeng Renata masuk ke dalam mansion.


"Hehehe lucu aja mom, wajah ya itu menggemaskan kalau sedang di goda." jawab Alex membuat Lusi menggelengkan kepala.


Mereka pun masuk ke dalam mansion mengikut Sheryl, saat sampai di ruang tamu Renata menanyakan keberadaan Daniel kepada Lusi.


"Oh iya mom, Daniel kemana? kenap tidak keliatan?" tanya Renata antusias.


"Biasa dia masih pengantin baru jadi ngamar terus!" jawab Lusi.


Tanpa Lusi sadari jawabannya membuat Renata merasakan panas dalam hatinya namun Renata bisa menyembunyikan ekspresinya sebaik mungkin.


"Hehehe iya mom, apa aku boleh ke atas untuk memanggilnya mom! untuk memberikan kejutan." ujar Renata.

__ADS_1


"Boleh sayang!" jawab Lusi karena menurutnya Renata dan Daniel begitu dekat jadi tidak akan masalah jika Renata ingin memberikan kejutan kepada daniel.


"Baiklah mom, aku ke atas dulu." pamit Renata.


"Mom apa gak apa-apa Renata yang ke atas? kan sekarang sudah ada istrinya Daniel!" tanya Alex.


"Gak apa-apa, Nayla juga nanti akan mengerti! lagian bagus dong jadi mereka bisa langsung berkenalan, karena momy yakin mereka akan cepat akrab! menanti momy itu baik dan ramah sekali." jawab Lusi sambil tersenyum dan memuji Nayla.


"Hehe iya mom." ujar Alex lalu menghela nafasnya dengan pelan.


"Momy tidak tau saja perasaan Renata kepada Daniel." lanjutnya dalam hati.


****


"Mas bukannya teman mas sudah sampai? ayo kita sapa mereka!" ajak Nayla ketika mereka selesai melaksanakan kewajiban mereka.


"Baiklah, tapi kamu gak usah ngobrol-ngobrol sama Alex." pinta Daniel.


Nayla pun hanya bisa menuruti apa perkataan Daniel karena kalau di bantah Nayla tahu apa yang akan terjadi nantinya.


"Baiklah mas." jawabnya.


Mereka berdua pun lalu keluar kamar, namun saat baru beberapa langkah Daniel dan Nayla di kagetkan dengan seseorang yang memeluk Daniel sambil memanggil namanya.


"KA Daniel..... I Miss you." ujar Renata sambil memeluk Daniel erat.


Nayla yang melihat pun langsung melongo, di sampingnya kini ada seorang wanita yang memeluk suaminya.


"Ko kaka begitu? kaka gak kangen aku?" tanya Renata menghiraukan keberadaan Nayla membuat Nayla kesal dalam hatinya.


"Maaf Renata! di sini ada istri Kaka, dan kenalkan ini istri kaka nayla?" jawab Daniel sambil memperkenalkan Nayla kepda Renata.


"Hallo assalamualaikum, saya Nayla." ujar Nayla memperkenalkan dirinya kepada Renata sambil memberikan tangannya.


Namun sayang Renata tak membalas uluran tangan Nayla dia malah mengajak Daniel untuk segera turun ke bawah.


"Ya sudah ayo kita ke bawah, Alex sudah menunggumu." ujar Renata sambil berusaha meraih tangan Daniel, namun Daniel malah menghindar.


Nayla yang merasa dirinya di abaikan pun menurunkan tangannya dan beristigfar dalam hatinya, Daniel yang melihat itu pun langsung tak enak hati kepada Nayla tapi Nayla hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya tanda dia baik-baik saja.


"Kamu duluan saja Ren, aku nanti menyusul." ujar Daniel berusaha agar tidak emosi karena Nayla di perlakukan seperti itu.


Hati Renata sebenernya hancur melihat Daniel begitu perhatian dan sayang terhadap istrinya, dia pun mengepalkan tangannya lalu berkata.


"Baiklah kak aku duluan." pamit Renata dan langsung pergi begitu saja untuk turun ke bawah karena dia juga sakit hati melihat perhatian Daniel kepada Nayla.


"Awas kamu Nayla, aku akan membuatmu tak nyaman!" ujar Renata dalam hati.


Setelah melihat Renata menjauh dari mereka pun Daniel langsung memeluk Nayla karena merasa bersalah.

__ADS_1


"Maafkan sikap Renata ya! dia memang seperti itu jika belum mengenal orang, tapi percayalah sama mas hatinya itu baik." ujar Daniel sambil mengelus pelan kepalanya.


Nayla pun tersenyum.


"Iya mas tidak apa-apa, semoga saja nanti d


bisa dekat dengan sahabat mas yang lain!" jawab Nayla.


"Amin." ujar Daniel.


Lalu mereka pun turun ke bawah untuk menghampiri teman dan keluarganya yang sedang berkumpul saat ini.


"Hay Niel!" sapa Alex langsung berdiri ketika melihat Daniel menghampirinya, lalu mereka pun berpelukan.


"Hay Lex!" jawab Daniel.


"Hay Nayla!" sapa Alex kepada Nayla.


"Hay.." jawabnya singkat karena takut Daniel marah terhadapnya.


Mereka pun lantas mengobrol hingga waktu tak terasa sudah malam.


"Kalian istirahatlah dulu! pasti kalian cape kan?" perintah Lusi ketika melihat Renata beberapa kali menguap.


"Baiklah mom." jawab mereka berdua lalu bangkit dan menuju kamar tamu yang memang Daniel sediakan untuk para sahabatnya.


"Sayang ayo! kita juga sepertinya sudah mengantuk mom!" ujar Daniel sambil mengajak Nayla pulang.


"Cihh bahasanya mengantuk, bilang saja sudah tak tahan adik junior kamu itu!" jawab Lusi.


"Hehehe maklum mom kan pengantin baru!" ujar Daniel.


"Ya sudah sana, jangan terlalu sering kasian Nayla nanti bisa pingsan." peringatan Lusi.


"Baik momy." jawab Daniel dan langsung mengajak Nayla naik ke atas.


Nayla yang memang kurang fokus pun langsung kaget namun dia langsung tahan, Nayla sejak tadi diam saja karena sedang memikirkan tentang sikap Renata yang sepertinya memang tidak menyukainya.


Lalu sekarang dia harus apa? biarlah waktu nanti yang akan menjawab.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Daniel.


"Gak apa-apa mas!" jawabnya.


"Tapi dari tadi kamu gak fokus sayang!" ujar Daniel.


"Hehehe iya mas, tadi hanya sedang memikirkan ayah dan ibu." jawab Nayla berbohong.


Daniel pun hanya diam walau sebenarnya penasaran, lalu mereka pun kembali ke kamar mereka.

__ADS_1


☘️ Sekian dulu ya.☘️


Mohon maaf jika ada yang salah dalam penulisan bahasa Inggrisnya.


__ADS_2