Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 93


__ADS_3

Di kantor Daniel.


Nayla dan Daniel kini telah selesai makan siang bersama, Nayla pun merapikan kembali bekas makanannya dan membersihkan meja depan sofa di ruangan Daniel, Daniel sempat melarang karena nanti ada OB yang membersihkannya! namun namanya Nayla tangannya tak enak diam, karena baginya hanya merapihkan bekas makan mereka itu adalah hal yang gampang yang bisa dia lakukan sendiri.


Setelah selesai, Nayla pun berpamitan kepada Daniel untuk kembali ke rumah.


"Mas aku pulang dulu ya!." pamitnya.


Daniel yang kala itu habis mendapatkan panggilan pun menarik tangan Nayla.


"Kita solat berjamaah berdua dulu ya!" ajak Daniel.


"Baiklah." jawab Nayla.


Daniel pun mengajak Nayla masuk ke dalam kamar kantor yang sengaja Daniel buat untuk dirinya bisa istirahat.


Mereka berdua pun melaksanakan solat Dzuhur berjamaah, Nayla pikir Daniel hanya mengajaknya menunaikan ibadah solat saja! namun nyatanya setelah selesai solat Daniel mengajak Nayla ibadah suami istri di siang bolong seperti dan juga di kantor. Awalnya Nayla menolak, namun bukan Daniel namanya jika dia tidak merayu apalagi dengan berkata dosa menolak ajakan suami, Nayla bisa apa kalau sudah seperti itu. Dan entah kenapa Nayla merasa sentuhan Daniel sekarang berbeda, dari sorot matanya Daniel ketika menatapnya, Nayla bisa melihat sesuatu kegelisahan namun Nayla tidak bisa menebak itu apa! biar nanti dia tanyakan kepada suaminya itu ketika di rumah. Karena kelelahan Nayla pun tertidur pulas di kamar kantornya Daniel, setelah merasa cukup dia memandang istrinya yang tertidur lelap sekali karena ulahnya, Daniel pun bangkit tapi sebelum itu dia mencium kening istrinya terlebih dahulu sambil mengucapkan "Aku mencintaimu." di kuping Nayla.


Lantas setelah itu Daniel pun membersihkan diri dan mulai bekerja kembali, untung saja Daniel sudah menyiapkan baju dia dan Nayla di lemari yang ada di kamar itu karena sewaktu-waktu mereka pasti membutuhkannya seperti saat ini.


Saat sedang asyik membaca laporan dan berkas-berkas yang harus dia selesaikan, satu motif pesan masuk ke dalam ponselnya.


"Dad, apa momy masih di kantor?" isi pesan dari Sheryl.


"Masih, momymu sedang tidur di kamar." jawab pesan dari Daniel.


"Ok baiklah, lain waktu aja deh dad." balas Sheryl.


"Ada apa?" pesan Daniel.


"Tidak apa dad, ya sudah aku pulang duluan ke rumah ya! dady dan momy jangan lupa pulang jangan berduaan terus!" pesan balasan dari Sheryl.


"Anak ini." ujar Daniel sambil tersenyum tanpa membalas pesan Sheryl lagi, dia pun melanjutkan pekerjaan yang tadi sempat tertunda.


Waktu pun cepat berlalu, tidak terasa kini jam menunjukan pukul 15.20, itu artinya sebentar lagi wantunya adzan asar, Daniel pun merapihkan pekerjaannya dan langsung masuk kembali ke kamar yang sekarang ada Nayla yang tertidur pulas sekali.

__ADS_1


"Apa istri mas ini lelah sekali, hingga tidur sampai lelap sekali hemmm...." ujar Daniel sambil mengusap kepala Nayla dengan lembut.


" Sayang!" panggil Daniel kepada Nayla.


Namun sang empu masih saja terus terlelap, Daniel pun memajukkan wajahnya dan memainkan hidungnya di wajah Nayla membuat Nayla berdehem dan membuka matanya.


"Hem.... mas!" ujarnya.


"Ayo bangun sayang!" ajak Daniel.


"Ini udah jam berapa mas?" tanya Nayla.


"Sudah mau ashar!" jawab Daniel.


"Hah.." ujar Nayla kaget dan langsung bangkit tanpa menyadari bahwa dirinya kini tidak memakai apapun karena selimutnya tertarik kebawah, hingga terlihat jelas belahan dadanya di depan Daniel.


Daniel pun meneguk salivanya karena tergoda dengan apa yang terpampang jelas di depannya.


"Sayang!" ujar Daniel dengan berat.


"Hehehe mas aku mandi dulu ya! nanti kita solat berjamaah lagi sebelum pulang." ujar Nayla sambil mencoba bangkit namun di tahan oleh Daniel.


"Kamu harus tanggung jawab sayang!" ujar Daniel, dan tanpa ba bi bu lagi, mereka melakukan lagi ibadah suami istri yang kedua kalinya di siang menjelang sore itu.


*****


Di lain tempat.


Rangga sedang mengendarai mobilnya tanpa arah, entah berada dimana dirinya saat ini! dari tadi pulang bertemu dengan Sheryl, Rangga mengendarai mobil berputar sana sini tanpa arah. Tapi karena sekarang waktu sudah menunjukkan waktu ashar dia pun melihat sebuah masjid, tanpa pikir panjang Rangga pun memarkirkan mobilnya di halaman masjid mengikuti naluri hatinya. Entah kapan terakhir kali dirinya masuk masjid, jujur saja selama dirinya tinggal di luar negeri, dirinya jadi melupakan Tuhannya, tidak pernah lagi melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim.


"Apa ini teguran darimu, karena aku sudah lupa terhadapmu ya Alloh! jadi engkau mengambil Nayla yang paling berharga dari hidup ini." ujar Rangga sambil mengasah ke atas langit di dalam mobil.


"Apa aku masih pantas datang ke rumahmu ya Alloh." lanjutnya.


Rangga pun diam cukup lama di dalam mobil, hingga pada akhirnya dia memutuskan untuk turun dan masuk ke dalam masjid, dia ingin memperbaiki dirinya dengan Tuhannya, agar hidupnya kembali tentram dan bahagia.

__ADS_1


Selepas menunaikan kewajibannya, ponsel Rangga pun berdering. Ternyata itu panggilan dari orang suruhannya yang dia suruh untuk menyelidiki semua yang terjadi termasuk juga kenapa Nayla sampai mau menikah dengan Daniel! walau Sheryl telah menceritakan semuanya kepada Rangga, namun ada sedikit keraguan di hati Rangga, karena Rangga merasa ada yang di sembunyikan oleh Sheryl.


"Ya, bagaiman?" tanya Rangga langsung to the poin ketika menerima panggilan bawahannya.


"Aku sudah menemukan informasinya semua, termasuk kenapa nona Nayla menikahi seorang Daniel." jawab bawahannya.


"Baiklah, kita bertemu di cafe fictoria di ruangan VIP." ujar Rangga.


"Baik pak." jawabnya.


Rangga pun mematikan panggilan telponnya dan masuk ke dalam mobil, lalu mengendari lmobilnya menuju cafe yang Rangga sebut tadi.


"Aku harap semua tidak seperti yang aku duga, agar aku tidak kecewa terhadap orangtua ku sendiri, dan aku harap tentang Nayla pun sama dengan yang Sheryl ceritakan agar aku bisa mengiklaskannya." ujar Rangga di sela dia mengemudikan mobilnya.


****


Di kantor Daniel.


Kini baik Nayla dan Daniel telah rapih kembali dan siap-siap untuk pulang ke rumah, Nayla sedikit cemberut karena kesal kepada Daniel kenapa Daniel harus melakukannya lagi? kan mereka jadi pulang telat dan pastinya Sheryl sudah menunggu di rumah.


"Tuh kan mas, langit hampir gelap! kasian Sheryl di rumah sendirian." ujar Nayla ketika mereka sampai di dalam mobil Daniel.


"Iya...iya... sayang maaf! abis mas gak nahan kalau udah sama kamu." ujar Daniel.


"Tau ah...." jawab Nayla.


Daniel pun makin gemas saja kepada Nayla, ingin sekali dirinya mencubit pipinya, tapi dia takut Nayla akan tambah kesel kepadanya dan akan berimbas dengan nanti malam! pasti Nayla akan berdrama tidur dengan Sheryl, no itu tidak akan terjadi, Daniel pun melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan karena jalanan sepertinya sedang senggang agar segera sampai di mansionnya.


☘️Sekian dulu ya.☘️


Mohon maaf jika ceritanya kurang nyambung.


Mohon dukungannya ya dengan like, vote dan komennya.


Terimakasih....🤗🥰😍

__ADS_1


__ADS_2