Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 105


__ADS_3

Di mansion Daniel.


"Mas coba kamu hubungi Sheryl, dan bilang kalau aku pergi dari mansion!" pinta Nayla pada Daniel


"Maksudnya sayang?" jawab Daniel.


Nayla pun tersenyum.


"Mas telpon Sheryl dan berpura-pura sedang panik, bilang kalau aku pergi dari mansion!" ujar Nayla.


"Tapi sayang apa tidak apa-apa?" ujar Daniel.


"Tidak mas, aku hanya ingin memberikan sedikit hukuman untuk Sheryl! apa tidak boleh?" ujar Nayla.


"Baiklah,,, mas memang tidak bisa menolakmu." jawab Daniel pada akhirnya.


"Terimakasih mas." ujar Nayla, lalu memeluk Daniel.


Daniel pun langsung menghubungi Sheryl, tapi tak kunjung di angkat oleh sang empunya! hingga panggilan ke empat, barulah Sheryl menerima panggilannya.


"Ya assalamualaikum dady." ujar Sheryl.


"Waalaikumsalam,, Sheryl kamu dimana?" tanya mas Daniel dengan berpura-pura panik.


"Aku mau otw pulang dad! ada apa dad?" jawab Sheryl.


"Itu Sheryl, Nayla pergi sayang... Nayla pergi..." ujar Daniel masih dengan nada paniknya.


"APA! pergi kemana Dady?" tanya Sheryl yang tak kalah panik dari dadynya.


"Dady gak tau sayang! kata bi Sumi, Nayla pergi dari pagi dan sekarang belum pulang, Sheryl Dady takut." ujar Daniel.


"Ya Alloh dady, sekarang dady dimana?" tanya Sheryl.


"Dady di mansion sayang, dady gak tau harus cari Nayla kemana? Dady takut sayang." ujar Daniel.


"Baiklah dad, aku akan pulang ke mansion, lalu nanti kita cari sama-sama ya dad." ujar Sheryl.


"Iya sayang." jawab Daniel dan panggilan pun berakhir.


"Baiklah, sekarang aku mau masak dulu mas! ternyata kita ini sudah siang sekali, dan kita melewatkan makan siang!" ujar Nayla sambil bangkit dari duduknya.


Daniel pun langsung menarik Nayla sehingga Nayla jatuh kembali dalam pelukannya.


"Dasar nakal!." ujar Daniel sambil memeluk dan mengelus rambut Nayla dengan sayang.


Nayla pun tersenyum dan terbuai dalam pelukan Daniel.


****


Di tempat lain, lebih tepatnya di parkiran cafe yang tadi Sheryl kunjungi bersama Rangga, Sheryl terlihat panik setelah menerima panggilan dari dadynya.


"Ya Alloh Nayla, kenapa harus pergi?" ujar Sheryl.


Dia pun langsung buru-buru naik mobil dan melaju dengan kecepatan yang sedikit tinggi.


"Ya Alloh, aku mohon! jangan sampai Dady dan Nayla berpisah." doanya dalam hati.


Sungguh saat ini hati Sheryl begitu panik, dia tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya dan dadynya jika tidak ada Nayla? Sheryl berharap cepat sampai di mansion agar bisa menenangkan Dady dan juga mencari Nayla. Namun sayang, keinginan Sheryl untuk cepat sampai di mansion harus tertunda karena di tiba-tiba saja perjalanannya terkena macet, entah ada apa? padahal di jam seperti ini biasanya jalanan akan melenggang.


"Akh.... ini kenapa macet lagi!" ujarnya kesal.


Mana Sheryl juga tidak bisa putar arah karena sekarang dia berada di tengah-tengah kemacetan.


Setelah dua jam setengah lamanya, barulah perjalanan lancar kembali, dan ternyata akibat dari kemacetan itu adalah adanya kecelakaan mobil dengan truk. Begitu susahnya evakuasi korban juga kendaraan mengakibat lamanya kemacetan.

__ADS_1


"Akhirnya bisa jalan juga, tapi kenapa dady tidak menghubungi lagi ya? mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa sama dady." ujar Nayla lagi sambil melajukan mobilnya.


****


Kembali ke mansion Daniel.


Kini Nayla dan daniel sedang menunggu kepulangan Sheryl di ruang makan, karena Nayla merasa Sheryl begitu lama pada akhirnya Nayla sendiri lah yang merasa khawatir.


"Mas ko Sheryl belum datang juga ya? padahal dari kampus ke rumah tuh gak selama ini lho!" ujar Nayla.


"kamu tenang sayang! mungkin dia sedang terkena macet." jawab Sheryl.


"Iya sih mas, mudah-mudahan saja tidak terjadi apa-apa ya mas!" ujar Nayla.


"Iya sayang." ujar Daniel sambil tersenyum.


"Kadang mas tuh suka aneh sama kamu, ko bisa sih sesayang itu sama Sheryl dan sekhawatir itu sama dia?" lanjut Daniel.


"Ya gimana lagi mas, mungkin ikatan antara ibu dan anak, walau ibu dan anak ketemu gede." jawab Nayla asal sambil nyengir.


"Dasar kamu ya!" ujar Daniel membuat mereka berdua saling melempar senyum.


Setelah menunggu lama, akhirnya suara Sheryl terdengar memanggil dadynya.


"Dady....dady...!" panggilnya dengan terburu-buru dan nada khawatir.


"Dady di sini sayang!" jawab Daniel.


Seketika langkah Sheryl berhenti ketika dia akan menaiki tangga, dan merasa heran karena suara dadynya berasal dari ruang makan.


Sheryl pun langsung berbalik dan berjalan menuju ruang keluar dengan sedikit berlari karena ingin melihat keadaan dadynya.


"Dady.... Dady gak apa-apa kan?" tanyanya, namun dirinya kaget karena ternyata di sana ada Nayla juga.


"Momy, kamu gak pergi kan? kamu masih tetap di sini kan?" ujar Sheryl senang dan menangis haru.


Namun Nayla hanya diam saja dan tak membalas pelukannya.


"Momy... tolong maafkan aku ya! kalau momy mau memaki aku, maki aja momy! tapi jangan pergi! jangan tinggalkan aku dan Dady!" ujarnya sambil menangis dan menunduk.


"Apa menurutmu dengan kata maaf, semua bakal kembali seperti semula?" jawab Nayla dengan nada datar.


Sheryl pun tertunduk.


"Maaf momy." ujarnya.


"Baiklah, aku maafkan! tapi dengan satu syarat." ujar Nayla.


"Apa itu momy? aku mau melakukan apa saja momy! asal momy mau maafin aku." jawab Sheryl.


"Baiklah, kamu harus menghabiskan ini!" ujar Nayla sambil menyodorkan makanan kepada Sheryl.


Glek.... Ketika Sheryl melihat makanan itu, diriny langsung menelan ludahnya sendiri, sunggu itu mengerikan! dari dulu, dia dan Daniel memang sangat tidak menyukai makanan itu.


"Tapi momy, apa tidak ada yang lain?" tanya Sheryl.


"Tidak ada, kalau kamu tidak mau maka aau akan pergi, aku akan anggap omongan kamu barusan adalah palsu." jawab Nayla.


Sheryl hanya bisa menjerit dalam hatinya dan menatap makanan itu dengan wajah entah bagaimana, begitu juga dengan Daniel! dalam hatinya dia kasian sekali dengan putrinya dan ingin membantunya, namun dia tidak bisa melakukan apa-apa karena takut akan hukuman yang akan Nayla berikan nantinya.


"Kan kamu tau sendiri aku paling tidak suka dengan brokoli." ujar Sheryl, dan ya makanan itu adalah brokoli yang Nayla kukus saja.


"Baiklah kalau kamu tidak mau!" ujar Nayla sambil menarik piring yang berisi brokoli, makanan atau sayuran yang paling tidak di sukai Daniel dan Sheryl.


"Baiklah... baiklah.... demi momy Sheryl akan lakukan." ujar Sheryl menahan tangan Nayla ketika hendak membawa piring berisi brokoli itu ke dapur.

__ADS_1


Dengan menutup matanya, Sheryl dengan pelan-pelan mencoba mengambil brokoli dan membawanya ke dalam mulutnya dengan gerakan pelan, namun sebelum brokoli itu sampai ke dalam mulut Sheryl, Nayla langsung menghentikannya dan menjitak jidat Sheryl pelan.


"Sudah tidak usah, aku tau kalau kamu makan ini bisa muntah-muntah berhari-hari! nanti momy juga yang repot." ujar Nayla enteng.


Sheryl pun bingung, karena nada suara Nayla telah kembali seperti semula dan menunjukan wajah biasa saja tidak seperti tadi seakan semu baik-baik saja.


"Momy sudah maafin aku?" tanya Sheryl.


"Memaafkan gimana? emang momy marah sama kamu?" tanya Nayla yang membuat Sheryl semakin bingung.


"Tapi tadi kata Dady..." ujar Sheryl menjeda bicaranya sambil melirik ke arah dadynya, namun dadynya hanya nyengir dan memberikan tanda pis pada tangannya.


Sheryl pun melirik ke arah Nayla, yang juga tersenyum kepada Sheryl.


"Momy hanya kecewa padamu Sheryl, tapi tidak marah! terus buat apa momy pergi?" ujar Nayla enteng sambil duduk di kursi.


"Ayo kita makan siang! apa kamu sudah makan?" lanjutnya.


"Jadi tadi dady bohong sama aku, dan dari tadi kalian sedang mengerjai ku?" ujar Sheryl.


Daniel hanya membalas dengan cengiran sedangkan Nayla mengangguk dengan polosnya.


"Ya Alloh Dady! momy! kalian benar-benar, kalian udah bikin jantung aku hampir lepas!" ujar Sheryl frustasi setelah mengetahui dirinya di kerjain oleh Daniel dan Nayla, sedangkan dari tadi hatinya gelisah memikirkan mereka berdua.


"Ya itu anggap saja hukuman dariku!" ujar Nayla sambil tersenyum.


"Akh... momyyyy!" ujar Sheryl sedikit keras, namun langsung berjalan dan menghambur ke pelukan Nayla.


Nayla pun tersenyum dan kali ini langsung membalas pelukan Sheryl.


"Tak apa-apa aku di hukum seperti ini yang membuat jantungku hampir putus, asal minyak tetap di sini bersama aku dan juga Dady!' ujar sheryl.


Nayla pun tersenyum dan mengusap pelan punggung Sheryl.


"Ya tentu saja momy akan tetap di sini! untuk menghukum mu karena sudah nakal." ujar Nayla bercanda.


Dan mereka pun berpelukan dengan hari, Daniel yang melihat pun ikut senang dan meneteskan air matanya.


"Aku janji mom, mulai saat ini akan jujur kepadamu! bila perlu jika Dady menyakiti momy, aku akan tetap berada di samping momy!" ujar Sheryl.


"Baiklah, aku pegang kata-kata mu nanti!" jawab Nayla.


dan mereka pun berpelukan sekali lagi.


"Hem..Hem... berpelukan terus, kapan mas mau makan ini!" ujar Daniel.


"Yeee Dady, sabar dong!" jawab Sheryl yang membuat Nayla terkekeh.


"Sudah...sudah... ayo kita makan!" ajak Nayla.


"Sebenernya aku sudah makan siang tadi, berhubung yang masak adalah momy, aku ikut makan lagi dah." ujar Sheryl.


"Dasar rakus!" ujar Daniel.


"Biarin wlee" jawab Sheryl sambil menjulurkan lidahnya.


Dan seketika keadaan di ruang makan kembali ramai dengan perdebatan antara Daniel dan Sheryl yang sering terjadi di hari sebelumnya.


☘️ Sekian dulu ya.☘️


Mohon maaf lama update, sunggu author lagi memikirkan hukuman apa buat Sheryl, akhirnya hanya Nemu ini di pikiran. 😁😁🙏🙏 mohon maaf bila masih kurang nyambung dan belum sempurna isi ceritanya.. next mudah-mudahan bisa up banyak.. doakan author biar bisa terus berpikir.


mohon like, komen and votenya ya untuk author dan jangan lupa tekan tombol favoritnya, agar selalu menerima pemberitahuan up kelanjutan cerita ini.


Terimakasih.. 🙏🙏😍

__ADS_1


__ADS_2