
Begitu Nayla sampai di kamar, dia pun langsung menutup pintu dan menguncinya.
Nayla pun langsung bernafas lega ketika sudah menutup pintu namun saat membalikkan badannya dia kaget ketika Daniel sudah berada di depan matanya.
"Astagfirullah mas." ujar Nayla sambil mengelus dadanya dan menjauhkan badannya.
"Lagian kamu kenapa? kaya abis di kejar hantu saja! terus kenapa kamu mandi di kamar Sheryl? kan bisa nunggu mas selesai." tanya Daniel.
"Hehehe gak apa-apa mas, sekalian ada perlu aja sama Sheryl." jawab Nayla sambil menggaruk lehernya yang tak gatal.
"Oh iya mas, mas sudah siap?" ujar Nayla untuk mengalihkan perhatian Daniel.
"Sudah, mas juga sudah gelar sejadah untuk kita berdua." jawab Daniel karena sudah memakai kain sarung dan Koko.
"Ya sudah ayo mas kita solat!" ajak Nayla.
"Iya." jawab Daniel.
Lalu mereka pun melaksanakan solat isya berjamaah berdua yang di imammi oleh Daniel.
Setelah selesai seperti biasa Daniel akan mengulurkan tangan untuk Nayla cium punggung tangannya dan Daniel langsung mengecup kening Nayla.
"Sayang!" panggil Daniel sambil mengelus pipi Nayla.
"Iya mas." jawab Nayla.
"Tadi kan ibu bilang seorang istri harus menurut kepada suaminya ya?" ujar Daniel
"Iya mas, terus kenapa?" tanya Nayla pura-pura gak paham karena tau akan kemana arah pembicaraan Daniel.
"Begini kamu kan rencananya pulang ke rumah ibu hari Rabu ya? nah gimana kalau kita perginya besok saja tapi jangan ke rumah ibu langsung! kita mampir ke suatu tempat untuk menghabiskan waktu berdua gimana? harus mau ini perintah lho." ujar Daniel.
Nayla pun menghela nafasnya.
"Baiklah mas." jawabnya sambil tersenyum.
"Tapi mas kemaren Sheryl bilang ingin ikut." ujar Nayla.
__ADS_1
"Ya jangan dong hanya kita berdua." jawab Daniel.
"Terus aku bilangnya gimana? aku gak enak mas sama Sheryl." tanya Nayla.
"Kamu tenang saja biar Sheryl jadi urusan mas." jawab Daniel.
"Baiklah mas." ujar Nayla.
"Nah sekarang tinggal nurutin yang ke dua." ujar Daniel.
"Hah..... maksud mas?" ujar Nayla bingung.
"Sekarang mas pengen." ujar Daniel sambil memeluk Nayla.
"Ya ampun mas, pasti ujung-ujungnya ke situ." ujar Nayla.
"Ya gimana lagi, soal begituan mah harus tidak boleh terlewat." ujar Daniel.
"Dih mas bisa aja." jawab Nayla sambil tersenyum malu.
Daniel pun berdoa dulu di ubun-ubun Nayla agar dia di berikan keturunan yang soleh dan solehah nantinya, lalu melepaskan kain sarung dan baju kokonya. Ternyata Daniel juga sudah siap-siap karena saat melepaskan kain dan kokonya Daniel tidak memakai baju lagi hanya celana pendek yang menghalangi intinya, lalu Daniel pun membukakan mukena Nayla.
"Masya Alloh istri mas cantik sekali, jadi kamu juga sudah siap hem..." ujar Daniel sambil menatap Nayla dan mengelus lengan Nayla yang putih dan mulus dengan pandangan yang di selimuti gairah.
Blush.... pipi Nayla langsung memerah, dia masih saja malu di depan Daniel.
"Kamu jangan malu sayang, malah kamu harus terbiasa dengan pakaian seperti ini! nanti mas belikan lagi baju seperti ini khusus di pakai depan mas saja!" ujar Daniel merasa gemas melihat pipi Nayla yang memerah.
Nayla pun menundukkan pandangannya untuk menetralkan detak jantungnya.
"Siapa yang membelikan ini untukmu sayang? karena mas tau kamu pasti kamu belum berinisiatif untuk membeli ini." tanya Daniel sambil menarik pandangan Nayla agar menatapnya.
"Hem..... ini momy yang belikan! katanya aku harus bisa menghibur mas karena akan berpisah selama 4 hari nantinya, terus momy bilang sebagai hadiah untuk mas karena tadi sudah membawa aku lama sekali." ujar Nayla.
"Bagus...... besok mas harus berterimakasih kepada momy." ujarnya.
"Dan kamu siap-siap mas tidak akan berhenti sampe puas! kita harus melakukannya beberapa kali ronde, karena akan berpisah selama 4 hari hitung-hitung nyicil." lanjutnya langsung menggendong Nayla menuju tempat tidur dan terjadilah malam itu pergulatan panas mereka yang sangat panjang.
__ADS_1
Daniel benar-benar membuktikan ucapannya, dia tidak ada puasnya hingga melakukannya berkali-kali, hingga Nayla kelelahan.
"Mas sudah dulu ya! aku lelah sekali." ujar Nayla.
"Baiklah sekarang istirahat dulu, nanti 3 jam lagi kita lanjutkan lagi!" jawabnya.
mata Nayla pun langsung melotot.
"Ya ampun mas, apa kamu tidak lelah? kamu ini sebenarnya minum obat apa hingga gak ada lelahnya?" tanya Nayla.
"Apa kamu bilang? enak saja mas tidak minum apa-apa, ini murni tenaga mas! kamu berkata seperti itu sama saja mengatai mas lemah." jawab Daniel tidak terima.
"Bu....kan i...tu mas maksud aku, aku hanya heran saja mas begitu kuat." ujar Nayla terbata takut Daniel marah.
"Tidak, kamu harus di hukum untuk membuktikan kalau mas benar-benar perkasa." ujar Daniel.
"Hehehe... mas aku minta maaf, aku percaya mas perkasa tanpa minum apapun." ujar Nayla karena sadar akibat ucapannya kini dirinya dalam bahaya, Nayla benar-benar menyesal telah mengatakan itu kepada Daniel.
Daniel pun menyeringai.
"Tidak kamu harus di hukum dulu, satu kali lagi baru mas akan membiarkan mu istirahat." ujar Daniel sambil memulai aksinya, dan terkadang lagi pergulatan panas mereka lalu setelahnya mereka tertidur pulas karena memang Nayla sudah benar-benar lelah.
****
Kini jam menunjukan pukul 5 pagi, Nayla mencoba membuka matanya! saat dia melihat jam dinding dia langsung terbangun dan mendudukkan dirinya di atas kasur, tapi dia tidak bisa karena tangan Daniel sedang melingkar di pinggangnya. Nayla pun berusaha melepaskan tangan Daniel di perutnya karena takut Daniel terbangun, Nayla takut jika Daniel terbangun sekarang dia akan melakukannya lagi, Nayla benar-benar lelah sekarang dan merasakan ngilu di bagian intinya. Biarlah dia bangunkan Daniel setelah dia mandi dan berwudhu.
Setelah berhasil melepaskan tangan Daniel Nayla pun bangkit dan menggapai apa saja yang ada di dekatnya untuk menghalangi tubuhnya yang tidak memakai apapun, lalu berjalan ke arah kamar mandi.
"Besok-besok aku tidak akan mengatakan hal itu lagi! bisa-bisa aku habis di hajar mas Daniel dan tidak bisa jalan." ujar Nayla sambil berjalan.
"Entah tenaga dari mana yang mas Daniel dapatkan di umurnya yang cukup matang masih mempunyai tenaga yang perkasa." lanjutnya lagi.
Tapi walau begitu Nayla begitu senang dan menikmati apa yang di lakukan Daniel, karena Daniel melakukannya dengan perasaan dan tidak pernah kasar hingga Nayla merasa di cintai dan di hargai oleh Daniel.
Nayla pun tersenyum ketika dia mengingat dari awal Daniel melakukan itu dengannya, Daniel selalu mengucapkan kata cinta kepada Nayla setelah selesai melakukannya! wanita mana pun pasti akan bahagia jika di perlakukan seperti itu.
☘️ Sekian dulu ya, semoga kalian suka.☘️
__ADS_1
Menurut author ini itu konten fulgar juga jadi author begitu deg-degan karena takut salah juga, harap di maklumi ya author juga dalam tahap belajar, jika cerita ini ada kesalahan mohon kritikannya ya! insyaallah author terima.
Jangan lupa dukungan untuk author dengan like, poin dan votenya! jangan lupa komentarnya juga, terimakasih.😁🤗🤗