
Nayla telah sampai di kantor, Nayla tidak menunggu Daniel seperti yang di perintahkan Daniel agar berangkat dan pulang bareng dengannya, Nayla hanya merasa Daniel dan sheryl sedang ada masalah, jadi kemungkinan Daniel pun lupa apa yang kemaren dia ucapkan. Diapun duduk di meja kerjanya menyiapkan semua pekerjaannya juga menyiapkan berkas-berkas yang akan di bawa meeting nanti siang bersama klien Daniel. Dia juga mengecek jadwal daniel agar nanti ketika Daniel sampai Nayla sudah siap membacakan jadwal daniel. Tak lama Yulia pun datang dia menghampiri Nayla dan menyapanya.
"Selamat pagi Nayla." ucap Yulia dengan tersenyum.
"Selamat pagi juga Yulia." jawab Nayla dengan senyuman.
"Nay nanti pulang kita jalan nyok? kali-kali kita pergi bareng nonton, berbelanja seperti rekan kerja lainnya." tanya Yulia antusias.
Nayla pun tersenyum, mungkin benar yang Yulia katakan selama bekerja bersama mereka tidak pernah jalan keluar bareng, tapi sayang hari ini bukan waktu yang tepat.
Dia menghawatirkan Sheryl yang sedang tidak enak badan dan seperti nya sedang ada masalah. Dia tidak mau terjadi apa-apa pada Sheryl, jadi sepulang kerja dia ingin menemani Sheryl di apartemennya.
"Kapan-kapan ya Yulia, hari ini kebetulan ada keperluan." jawab Nayla ramah.
"Yahh gagal deh, ya udah kalo gak hari ini besok boleh?" tanya lagi.
"Emm..... sepertinya kalau besok boleh-boleh saja semoga tidak acara dadakan ya." jawab Nayla pada Yulia.
"Siap." ujar Yulia sambil tersenyum.
Lalu ia melihat Daniel telah tiba di kantor, Nayla dan Yulia berdiri lalu menyapa Daniel.
"Selamat pagi pak." ujae keduanya.
"Pagi." jawab Daniel singkat.
__ADS_1
Daniel pun langsung masuk ke ruangannya.
Nayla membereskan berkas yang harus Daniel tanda tangani, dia juga membawa catatan jadwal daniel untuk dia bacakan, terdengar Yulia membicarakan sesuatu tentang Daniel.
"Pak Daniel tuh datar banget ya gak ada senyumnya, kalau bicara irit banget, untung dia ganteng jadi aku betah aja kerja di sini, selain ganteng gajihnya juga besar." ujar Yulia membuat Nayla tersenyum.
Dia pun menggelengkan kepalanya, lalu ikut masuk ke dalam ruangan Daniel.
Begitu masuk Nayla menyapa Daniel lagi, lalu membacakan jadwal daniel untuk hari ini.
"Ini pak berkas yang akan dibawa meeting nanti bersama klien kita di restauran xxx, dan ada yang harus bapak tanda tangani." ujar Nayla.
"Baik." ujar Daniel.
"hemm.... Nayla bisakah untuk meeting siang ini Yulia yang temani!" ujar Daniel.
Nayla diam, tak biasa nya Daniel meminta Yulia untuk menemani! Nayla sih tidak masalah, dia malah lebih nyaman berada di kantor daripada harus ikut Daniel meeting diluar, cuman yang jadi masalahnya apakah Yulia sudah menguasai pembahasannya? apakah Yulia akan langsung mengerti jika Nayla menjelaskannya secara mendadak!
"Nayla bisakah?" tanya Daniel lagi.
"Bisa sih pak, nanti biar saya jelaskan pembahasan apa nanti biar dia menguasainya." jawab Nayla akhirnya.
"Baik terimakasih." ujar Daniel.
__ADS_1
" Baik pak sama-sama, kalau begitu saya undur diri dulu, saya juga akan menyampaikan kepada Yulia, juga akan segera menjelaskan pembahasan nanti." jawab Nayla.
"Hemm." hanya itu jawaban dari Daniel.
Nayla pun keluar dari ruangan Daniel berjalan menuju meja kerjanya lagi.
" Yulia kamu di suruh pak Daniel untuk temani dia meeting siang ini di restauran xxx." ujar Nayla kepada Yulia, Yulia yang mendengarnya begitu terkejut.
" Apa Nay! kenapa mendadak sekali? akukan belum mempelajari pembahasan apa yang akan kita bicara di meeting nanti." jawab Yulia gusar.
"Nanti aku bantu jelaskan Yulia, semoga kamu cepat memahaminya! aku juga kaget pas denger nya, kenapa harus dadakan sekali? tapi siapa kita Yulia? kita hanya bawahan yang harus mematuhi atasan, kamu pasti bisa ko! semangat." jawab Nayla sambil tersenyum dan mengusap punggung Yulia menenangkan.
"Ya ampun Nay giman ini? ya udah ayo jelaskan Nay!" ujar Yulia.
Nayla pun mencoba menjelaskan apa saja pembahasan nanti kepada Yulia.
****
Di dalam ruangan, Daniel melihat ke arah meja Nayla, Daniel bisa melihat Nayla sedang menjelaskan sesuatu kepada Yulia yang tak lain adalah pembahasan nanti ketika dia meeting.
" Maaf Nayla, sepertinya aku harus menjauhimu mulai saat ini agar aku bisa lebih mudah mengubur perasaan ini, aku juga tidak ingin karena perasaan ini membuat hubungan mu dengan Sheryl retak." ujar Daniel.
Dia pun langsung melanjutkan pekerjaan yang kemaren belum selesai.
__ADS_1
~Ikutin terus ceritaku ya ,jangan lupa tinggal kan like, vote dan komentarnya, teerimakasih.😁🤗🤗 Salam sehat semuanya. ~