Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 64


__ADS_3

Di mansion Daniel di kota B.


Setelah panggilan terputus, Lusi pun menghampiri Sheryl di kamarnya untuk dia ajak bicara untuk meminta pendapatnya juga karena Anderson saat ini sedang di kantor untuk menggantikan Daniel sementara waktu, itu pun gak setiap hari hanya di saat mendesak saja Anderson datang.


Tok....tok....tok...


"Sheryl... bolehkah grandma masuk?" tanya Lusi ketika dia sudah berada di depan pintu kamar Sheryl sambil mengetuknya.


Tak lama Sheryl pun membukakan pintu kamarnya.


"Iya grandma boleh!" jawabnya langsung mempersilahkan Lusi masuk.


Setelah mereka duduk di sofa kamar Sheryl, Sheryl pun langsung bertanya.


"Ada apa grandma?" tanyanya.


"Ini tadi dadymu menelpon grandma, terus katanya orangtua dan keluarga Nayla menyarankan dadymu tetap di sana sampai hari H karena takut terjadi sesuatu sama dadymu di perjalanan! menurutmu gimana sayang?" tanya Lusi meminta pendapat Sheryl, bagi Lusi pendapat Sheryl juga penting karena bagaimana pun Sheryl putri kandung dari uk Daniel.


"Hem....menurutku sih ya wajar saja grandma karena mereka kan masih di area perkampungan jadi masih mempercayai mitos kalau pengantin itu gak boleh kemana-mana karena calon pengantin itu rawan kecelakaan, tapi Sheryl pikir yang di katakan mereka juga ada benarnya grandma karena kita juga kan gak tau kalau musibah itu kapan datangnya, jadi untuk menghindari segala kemungkinan memang seharusnya dady gak boleh pergi jauh dulu grandma!" jawab Sheryl panjang lebar.


"Tapi grandma kalau dady tidak pulang dulu, lalu dia akan tinggal dimana? masa tinggal di rumah Nayla juga? gak seru dong grandma." tanyanya pada Lusi.


"Iya ya grandma juga sih setuju sama kamu kalau yang itu, nanti deh grandma bicarain lagi sama grandpamu!" ujar Lusi.


"Nah kalau untuk pertanyaan kamu itu, katanya dadymu akan tinggal di rumah bibinya Nayla! di sana dia akan di temani sepupu Nayla yang laki-laki, jadi ketika nanti kita besan kita akan berkumpul di rumah bibi Nayla itu." jawab Lusi.


"Ya sudahlah grandma bilang saja sama dady kita setuju! biar urusan di sini kita yang handle." ujar Sheryl.


"Ya sudah." jawab Lusi


"Tapi grandma gak serulah, aku jadi gak bisa lihat wajah dady yang kesal menahan rindu! dan aku gak bisa jahilin Dady nih." ujar Sheryl sambil tersenyum.


"Kamu ini, sama Dady sendiri pun di jahilin Mulu aneh." ujar Lusi.


"Hehehe itu tandanya kami saling menyayangi grandma." jawab Sheryl.


Lusi pun hanya menggelengkan kepalanya.


"Grandma kenapa gak bicarain sekarang aja sama grandpa?" tanya Sheryl.


"Kan grandpamu itu hari ini ke kantor sayang!" jawab Lusi.


"Kan bisa lewat ponsel grandma, takutnya dia pulang sore sudah lelah." ujar Sheryl.


"Hehehe iya juga ya." jawab Lusi sambil menepuk jidatnya.

__ADS_1


"Ya ampun." ujar Sheryl.


Lusi pun langsung mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Anderson, setelah di angkat panggilannya pun Lusi menceritakan maksud dari dia menelpon Anderson dan menjelaskan semuanya dengan rinci, Anderson pun menjawab bahwa dia setuju-setuju saja apa yang terbaik untuk anaknya.


"Alhamdulillah.... grandpmu setuju-setuju aja! kamu siap kan 4 hari ini kita akan di sibukkan dengan semua persiapan?" tanya Lusi sambil memainkan halisnya.


"Siap dong grandma!" jawab Sheryl sambil menunjukkan jari jempolnya


****


Malam hari sebelum hari H.


Malam ini adalah malam terakhir bagi Daniel tidur terpisah dengan Nayla, sungguh baru 2 malam saja Daniel merasa sudah satu bulan saja! Daniel berdoa semoga waktu cepat berlalu dia ingin segera tidur bareng Nayla lagi, memeluknya dan melakukan ibadah suami istri yang sangat dia rindukan. Daniel berkata dalam hatinya setelah ini dia tidak akan tidur terpisah lagi walau Daniel harus keluar kota berarti Nayla harus ikut juga dengannya.


Karena dirinya pun tidak bisa memejamkan matanya maka Daniel mencoba menghubungi momynya untuk menanyakan semua persiapannya! padahal Daniel sudah berkali-kali menelpon momynya itu.


"Assalamualaikum momy!" ujar Daniel ketika panggilan telponnya sudah Lusi angkat.


"Waalaikumsalam... anak momy yang paling ganteng karena momy tidak punya anak lagi selain kamu! ada apa?" jawab Lusi sambil bertanya kepada Daniel.


"Dih.... jadi kalau anak momy ada banyak aku tidak ganteng?" jawab Daniel malah membalikkan pertanyaan pada Lusi.


"Lah iyalah! orang anak momy bukan kamu saja." jawab Lusi enteng.


"Dih momy jahat banget sih!" ujar Daniel.


"Gimana my persiapannya gak ada yang kurang kan?" tanya Daniel.


"Sudah kamu tenang saja! momy dan dady juga Sheryl sudah menghandle semuanya, kamu ini perasaan sudah berkali-kali bertanya seperti itu!" jawab Lusi.


"Hehehe maklum my, Daniel kan ingin yang terbaik untuk Nayla." ujar Daniel.


"Iya...iya.... yang sekarang bucin!" ujar Lusi sambil tersenyum meledek.


"Dihh momy juga bucin sama dady!" jawab Daniel tak mau kalah.


"Dihh dasar ya kamu malah balas ngeledek orangtua gak sopan." ujar Lusi.


Dan mereka pun tertawa bersama, lalu memutuskan panggilan telponnya.


"Ya sudah my, itu saja yang mau Daniel tanyakan! maaf ya my sudah merepotkan momy dan terimakasih atas bantuan momy!" ujar Daniel.


"Iya sayang tidak apa-apa, kamu tidak merepotkan momy! itu memang sudah tanggungjawab momy sebagai orangtuamu, jadi so kamu gak boleh berterimakasih." jawab Lusi.


"Iya my, momy jaga kesehatan ya dan besok hati-hati di jalan! love you my, assalamualaikum." ujar Daniel.

__ADS_1


"Iya sayang, waalaikumsalam! love you to." jawab Lusi dan panggilan pun berakhir yang menyisakan senyuman di bibir Daniel.


"Sekarang aku harus menelpon Nayla!" ujarny pada dirinya sendiri.


Namun sudah berulangkali Daniel mencoba memanggil nomer ponsel Nayla, Nayla tak kunjung mengangkatnya.


"Kenapa Nayla tidak menangkapnya? apa dia sedang berkumpul bersama keluarga? kan tidak biasanya Nayla tidur masih siang!" tanyanya masih pada dirinya sendiri.


"Aku coba lagi deh!" lanjutnya.


Dan Daniel pun terus saja melakukan panggilan hingga akhirnya panggilan telponnya pun di angkat sang empunya.


"Hallo assalamualaikum mas." ujar Nayla.


"Waalaikumsalam sayang, kamu kenapa baru mengangkat panggilanku?" tanya Daniel.


"Oh iya mas maaf, tadi aku ikut gabung bersama sodaraku mas! dan ponselnya aku tinggalkan di kamar." jawab Nayla.


"Oh pantesan saja, kali mas kamu sudah tidur." ujar Daniel.


"Belum mas, oh iya mas mau apa menelponku malam-malam?" tanya Nayla.


"Ahh.... tidak mas hanya kangen saja!" jawabnya.


"Kan baru 2 hari mas kita gak ketemu! besok juga ketemu mas." ujar Nayla.


"Iya sayang tapi mas gak bisa nahan, semalam saja merasa sebulan!" ujar Daniel dengan nada wajah yang dia buat sesedih mungkin.


"Dasar mas ini gombal banget sih hem......" jawab Nayla.


"Gombal sama istri sendiri mah di bolehkan yang!" ujar Daniel.


"Dihhh....kamu ini mas ada-ada saja! ya sudah mas udah dulu ya, kita harus istirahat untuk hari esok." pinta Nayla.


"Iya sayang...kamu tidur duluan gih!" ujar Daniel.


"Iya mas assalamualaikum." ujar Nayla mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam." jawab Daniel.


Dan panggilan bersama Nayla pun terputus, Daniel menghela nafasnya lalu merebahkan dirinya sendiri di atas kasur agar esok hari cepat datang.


☘️Sekian dulu ya☘️


Sudah mengantuk sekali nulisnya dan mohon maaf telat up....

__ADS_1


Jangan lupa ya dukungan untuk authornya terimakasih....🤗🤗


__ADS_2